Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 84: Cambuk


__ADS_3

"Luciana. Maafkan aku, karena aku tidak bisa menjagamu dengan baik. Banyak hal yang kamu sembunyikan dariku. Masalah apapun itu, seharusnya kamu ceritakan kepadaku. Jangan dipendam seperti ini. Mungkin karena sikapku yang seperti ini. Jadinya kamu tidak mau memberitahukannya. Maafkan aku." Menundukkan kepalanya kembali, sambil menggenggam kedua tangan Luciana.


Tiba tiba ada yang datang, dan ia adalah dokter khusus Luciana. "Pagi pak Leonathan." sapa dokter tersebut, sambil tersenyum.


Sontak Leonathan langsung menatap wajah dokter tersebut, "bagaimana keadaan istri saya sekarang ya dok. Kenapa setelah operasi lancar. Dia tidak bangun?" tanya Leonathan.


"Jadi begini pak. Memang operasinya berjalan dengan baik. Tapi karena ada pukulan yang cukup keras, dan mengenai bagian kepala istri anda. Maka sebab itu, istri anda masih koma, dan mungkin saja akan sadar beberapa minggu, ataupun beberapa bulan. Karena pukulan tongkat itu, sangat keras mengenai kepalanya. Dan untung saja tidak membuatnya lupa ingatan. Karena sepertinya ada keajaiban yang ada didalam diri istri anda."


"Tapi pak Leonathan jangan cemas. Karena kami akan melakukan sebaik mungkin. Dan kalau bisa, berikan dia cerita, atau hal hal yang membuat hatinya bahagia. Dengan begitu, istri anda akan cepat sadar dari komanya. Karena dia masih bisa mendengar, hanya saja ia koma." Jelas dokter tersebut.


"Baik dok. Terima kasih banyak atas penjelasannya." Ujar Leonathan.


"Kalau begitu, saya duluan pak Leonathan. Karena masih ada pasien yang harus saya layani. Saya permisi." Kembali tersenyum, dan langsung keluar dari ruangan tersebut, bersama suster.


Leonathan pun kembali menatap wajah Luciana, "kenapa kamu lama banget sadarnya. Apa kamu tidak ingin melihat wajahku ini. Sehingga kamu tidak ingin membuka matamu?" bertanya tanya kepada Luciana yang koma. Sambil mengelus kedua tangan Luciana.


"Aku tidak akan membiarkanmu sendirian. Karena ini semua salahku. Maafkan aku sekali lagi." Kembali menundukkan kepalanya, dan terlihat sedih.


Sore pun tiba. Dimana ada yang datang, dan ia adalah keluarga Luciana. Merekapun langsung masuk ke dalam, saat Leonathan sedang mengelus tangan Luciana dan memperhatikannya.


"Leonathan!" tegas ayah Luciana, langsung berdiri dihadapannya.


Sontak Leonathan langsung menatapnya, dan berdiri, "salam ayah." Ucap Leonathan membungkukkan badannya, dan kembali berdiri tegap.


"Ada apa dengan anakku Luciana. Kenapa dia bisa masuk rumah sakit. Soal kenapa aku bisa mengetahui ini semua, itu semua karena ada yang melihatnya juga. Bagaimana dengan keadaan anakku sekarang?" tanya Madison dengan banyak pertanyaan.

__ADS_1


"Ceritanya panjang ayah. Luciana berusaha membantuku, dari seseorang yang hendak mencelakaiku. Tapi ayah tidak perlu khawatir, karena aku akan menjaga Luciana sampai ia sadar." Jawab Leonathan.


"Baguslah kalau kau mau menjaganya. Kalau begitu, sebagai gantinya, saya mau kau memberikan saya uang, sebagai ganti, karena anak saya terluka." Meminta Madison, memanfaatkan waktu.


"Baiklah. Aku akan mengirim uangnya. Ayah tenang saja. Soal itu aku bisa memberikannya." Jawab Leonathan.


"Mampus kamu Luciana. Rasakan pembalasanku. Makanya jangan sok sokan deh. Kena karma kan, hahahah." Ucap batin Gita yang bahagia.


"Kalau begitu, kami pergi dulu. Dan jangan lupa dengan uangnya." Mengingatkan Leonathan kembali, dan langsung keluar dari ruangan tersebut.


"Mereka tidak benar benar mengkhawatirkan Luciana. Yang mereka pikirkan hanyalah uang saja. Kasihan Luciana." Kembali duduk, dan kembali mengelus tangan Luciana.


"Bangunlah sayang. Aku akan minta maaf sebanyak mungkin, agar kamu bisa bangun. Maafkan aku." Merasa bersalah.


"Aku harus membuat diriku merasakan seperti yang dirasakan Luciana. Aku harus dipukuli juga. Agar aku bisa merasakan rasa sakit yang dirasakan Luciana." Tegas Leonathan dan langsung menghubungi Stefan.


Dan disisi lain. Leonathan berada di sebuah gudang yang ada di rumah sakit tersebut. Dan Leonathan tidak mengenakan pakaiannya. Hanya mengenakan celana panjang saja.


Dan sudah ada Stefan yang sedang memegang tali pinggang, "saya merasa tidak enak dengan anda tuan. Saya takut." Ucap Stefan kepada Leonathan.


"Lakukan saja sepuas mungkin. Buat sampai sebanyak mungkin, dan pikirkan hal hal yang membuatmu marah. Saya tidak akan marah, karena dengan begini, saya akan tahu sakit yang dirasakan Luciana. Walaupun yang dirasakannya lebih sakit. Kalau begitu, cepat cambuk saya." Jawab Leonathan dengan tegas.


Stefan pun mulai mencambuk punggung Leonathan. Stefan sudah keringat dingin, takut kekerasan. "Apa ini terlalu keras tuan?" memastikannya.


"Lakukan saja sepuasmu, dan jangan banyak bertanya. Cepat!" tegasnya.

__ADS_1


Stefan pun kembali mencabuk punggung Leonathan, dengan keras. Hingga berbekas dibelakang punggung Leonathan.


Pada akhirnya, punggung Leonathan meninggalkan bekas cambukan yang banyak, dan memerah. Tapi Leonathan menolak, saat Stefan hendak mengobati lukanya. Ia membiarkan punggungnya, dan menutupinya dengan mengenakan pakaiannya.


Keesokan paginya. Dimana Leonathan datang ke ruangan Luciana, dengan membawa sebucket bunga mawar merah muda. "Pagi Luciana. Aku membawakan bunga untuk kamu. Semoga kamu suka." Meletakannya diatas meja, dan langsung duduk disamping Luciana.


"Aku tidak tahu bunga apa yang kamu sukai. Tapi aku akan membelikan semua bunga yang ada di toko, maupun di negara ini. Asalkan kamu bangun Luciana." Langsung mengelus tangan Luciana.


Tiba tiba ada yang datang, dan ia adalah rombongan karyawan dari Perusahaan Princess Gown. Dan yang mengajak semua karyawan adalah Rose, bersama Kai.


"Pagi pak," salam mereka semua, dan Leonathan langsung berdiri, dan menatap mereka semua.


"Ada apa?" tanya Leonathan.


"Kami di sini ingin menjenguk bu bos. Katanya bu bos masuk rumah sakit. Jadi kami ingin menjenguknya pak." Jawab Rose langsung meletakkan bunga di bawah lantai, dan semua karyawan pun, ikut meletakkan bunga yang mereka bawa, di bawah lantai.


"Ouh ya Rose. Karena istri saya masih koma. Saya mau kalau kamu mengurus semua perusahaan, kan kamu direkturnya. Maka sebab itu, saya mau kamu membereskan perusahaan. Kamu paham kan." Perintah Leonathan kepadanya.


"Baik pak, saya akan mengurus semuanya. Dan kebetulan beberapa hari lagi kami akan pergi ke London, untuk fashion week. Saya akan membagi semuanya. Apa ada yang lain pak?" tanya Rose.


"Oh ya, saya minta kamu, tolong ambilkan pakaian Luciana dan ambilkan pembersih wajah yang ada di meja riasnya. Itu saja, dan kamu bisa pergi sekarang. Dan terima kasih kepada semuanya, karena sudah datang untuk menjenguk istri saya." Jawab Leonathan.


"Baik pak. Kalau begitu, kami permisi dulu," semua membungkukkan badannya, dan kembali berdiri, lalu keluar dari ruangan tersebut.


Tapi ada satu orang yang tidak keluar, dan ia adalah Kai. Sontak Leonathan dan Kai saling bertatapan. "Hal apa yang membuat Luciana seperti ini. Dari pertama aku memang tidak bisa mempercayaimu, kalau kau bisa menjaga Luciana." Tatap Kai, sedikit kesal dengan Leonathan, dan meletakkan sebuah bunga tulip.

__ADS_1


"Ini


__ADS_2