Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 48: Kancing Baju


__ADS_3

Di kamar mandi. "Aduh, dingin banget lagi airnya. Tapi gapapa deh." Ucapnya membasahi sekujur tubuhnya, dan menggunakan sabun harum andalannya, yang bisa memikat pria.


Setelah Luciana mandi, dan sudah mengenakan pakaian tidur seksi. Luciana pun melihat Leonathan yang sudah menutup kedua matanya.


"Mungkin saja dia sudah tidur. Biarin deh." Ucap Luciana sedang memakai skincare.


Luciana mengenakan pakaian tidur seksi, dengan celana hanya sepaha saja. Dan pakaian lengan pendek, juga diberikan warna hitam menggoda.


"La, la la la." Nyanyi Luciana sambil mengenakan skincare nya.


Tiba tiba saja Leonathan membuka matanya sedikit. Dan matanya sontak melotot, melihat keseksian Luciana.


Ia tertuju dengan paha Luciana yang begitu licin dan indah. Sontak Leonathan langsung memalingkan wajahnya, dan berbalik badan, membelakangi Luciana.


Sontak pipi Leonathan sedikit merona, karena melihat keseksian istrinya. "Apa aku akan tahan sampai kontrak nikah kami habis, dan terus melihat kelakuannya yang seperti itu." Ucap batin Leonathan langsung menutup kedua matanya."


"Okey, semua sudah beres. Dan soal Gita, dan ibunya itu. Aku harus memikirkan cara, agar bisa menjatuhkan mereka berdua. Dan gak warisan, menjadi milikku seutuhnya." Ucap batin Luciana tersenyum tipis.


Luciana pun membalikkan badannya, melihat Leonathan yang memang sudah tidur. Luciana pun langsung ke tempat tidur, dan berbaring di samping Leonathan. "Kenapa kamu sudah tidur sih sayang. Padahal aku ingin memelukmu. Sudahlah, yang terpenting, aku mencintaimu, selamanya." Ucap Luciana mengecup kening Leonathan dan berbaring ke arah berlawanan.


Dan Luciana langsung menutup kedua matanya. Leonathan membuka matanya pelan pelan, dan pipinya kembali memerah. Dan Leonathan memegang keningnya, yang dicium oleh Luciana.


"Apa wanita ini benar benar mencintaiku. Sudahlah, jantungku malah berdetak dengan kencang, kalau aku memikirkannya." Ucap batin Leonathan langsung menutup matanya juga.


Tengah malam pun tiba. Dimana tiba tiba Leonathan terbangun, karena merasa, kalau ada yang memegang tubuhnya. Dan benar saja, Luciana sudah memeluknya dari samping, sambil memegang perutnya yang dipenuhi dengan roti sobek.


"Astaga, wanita ini tidak ada takutnya rupanya." Ucap Leonathan menutup matanya, dengan tangan kanannya, dalam keadaan pipinya sedikit memerah.


"Ehm, kenapa ini lembut banget. Apa ini roti, aku akan memakannya." Ucap Luciana yang mengigo dan menggigit perut Leonathan.


"Auh," ucap Leonathan sambil mengerutkan keningnya.

__ADS_1


Leonathan pun mendorong Luciana, dan Luciana kesisi lainnya. "Wanita ini, sungguh membuatku gila lama lama." Ucap batin Leonathan merapikan pakaiannya, dan menyampingkan badannya. Dan pipinya masih memerah.


Pagi harinya pun tiba. Dimana Luciana baru bangun kembali. "Hua, sepertinya hari ini aku lebih fresh. Kenapa ya. Dan sepertinya aku memimpikan hal yang begitu nyata. Tapi apa ya." Ucap Luciana memegang dagunya sambil berpikir.


"Sudahlah, mending aku hampiri mereka di meja makan deh." Ucap Luciana mengikat rambutnya, dan turun ke bawah.


Luciana pun langsung ke meja makan. Dan ternyata, sudah ada Leonathan dan baby Bing yang baru datang juga.


"Pagi." Sapa Luciana tersenyum, dan langsung duduk disamping baby Bing.


"Pagi juga mami. Kelihatannya mami lebih fresh hari ini." Ucap baby Bing ikut tersenyum sambil menatapnya.


"Entahlah sayang, tapi mami memang merasa lebih segar sayang. Apa sarapan sudah disiapkan?." Tanya Luciana.


"Ini lagi disiapkan nyonya. Sebentar lagi akan selesai." Sahut pelayan.


"Ouh ya tuan Leon. Hari ini adalah hari di mana baby Bing akan ada kegiatan di sekolahnya. Dan guru menyuruh setiap orang tua datang menemani anak muridnya. Kalau begitu, kita harus datang." Ucap Luciana.


"Terserah kamu saja. Jam berapa?." Tanya Leonathan.


"Baiklah." Jawab Leonathan.


Merekapun langsung memakan sarapan mereka masing masing. Dan selesai makan, Luciana pun bergegas ke kamar, untuk bersiap siap.


Di kamar. "Aku harus menggunakan pakaian yang bagus deh. Oh ya, dress yang kemarin dari Perusahaan Queen Dress kan masih ada. Itu saja deh, kebetulan ada warna yang indah. Okey deh." Ucapnya langsung masuk ke kamar mandi.


Dan selesai mandi, Luciana pun sudah mengenakan dress nya, dan kebetulan, dress tersebut. Memiliki kancing di belakangnya. Dan Luciana sulit untuk menggapainya.


"Aduh, kenapa ini sulit banget sih. Bagaimana ini. Mana kancingnya susah digapai lagi." Ucap Luciana kesulitan.


"Luciana, apa kamu sudah siap?." Tanya Leonathan langsung masuk ke dalam kamar, dan melihat pakaian Luciana dari belakang yang terbuka.

__ADS_1


Sontak Leonathan langsung memalingkan wajahnya. "Kenapa kamu tidak mengancingkan pakaian kamu itu?." Tanya Leonathan.


"Tuan Leon, tolong bantu saya mengancingkan pakaian ini. Saya sulit menggapainya. Mohon bantuannya." Jawab Luciana.


"Baiklah, saya akan memasangkannya. Tapi jangan harap kalau saya akan tergoda dengan tubuhmu. Saya akan tutup mata." Ucap Leonathan menghampiri Luciana, dengan mata yang tertutup.


Leonathan pun mulai mengancingkan belakang pakaian Luciana. Pipi Leonathan pun sedikit memerah juga. "Sudah." Ucap Leonathan.


Luciana pun berbalik badan dan menatap wajah Leonathan. "Terima kasih banyak sayang. Ini hadiah untukmu." Ucap Luciana menggodanya, dengan mengecup pipi Leonathan.


"Mari kita pergi sekarang." Ujar Luciana langsung keluar dari kamarnya.


Dan di dalam kamar, masih ada Leonathan. "Dia benar benar wanita gila." Tersenyum tipis Leonathan, dan menyusul Luciana.


Di ruang tamu. Semua sudah berkumpul. "Wah, mami sangat cantik mami. Bing sangat kagum dengan mami." Puji baby Bing dengan bahagia.


Luciana pun langsung menggendong baby Bing sambil tersenyum bahagia. "Terima kasih banyak sayang. Karena kamu sudah memuji mami. Sebagai hadiahnya, mami cium pipi kamu." Ucap Luciana mengecup pipi baby Bing.


"Terima kasih juga mami." Kembali Tersenyum baby Bing.


"Mari kita pergi sekarang." Ucap Leonathan duluan keluar dari rumah.


Dan Luciana, bersama baby Bing, menyusul dari belakang.


Merekapun menuju sekolah baby Bing. Dan yang mengendarai mobil ialah pak Stefan. Di perjalanan. "Baru kali ini mami datang ke sekolah Bing. Tentu suatu kebahagiaan bagi Bing mi." Ucap baby Bing duduk dipangkuan Luciana.


"Tentu saja sayang, kan mami sudah menjadi anggota keluarga ini. Tentu mami akan sering sering menjemput kamu deh sayang. Kalau mami tidak sibuk, karena akhir akhir ini, mami sangat sibuk." Ujar Luciana ikut tersenyum.


"Kenapa mereka tidak menganggapku di sini ya. Mereka merasa, kalau aku ini nyamuk bagi mereka berdua. Sungguh mengesalkan." Ucap batin Leonathan yang melipat kedua tangannya, dan memasang wajah sedikit kesal.


Luciana meliriknya. "Kamu kenapa diam saja sayang. Ada apa dengan kamu?." Tanya Luciana kepada Leonathan.

__ADS_1


Leonathan pun menatapnya. "Aku tidak apa apa. Dan jangan hiraukan aku." Jawab Leonathan kembali datar dan kembali memalingkan wajahnya.


Sontak


__ADS_2