Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 49: Acara Sekolah


__ADS_3

Sontak Luciana dan baby Bing saling bertatapan, dan menaikkan alisnya, menandakan kalau ada yang aneh dari Leonathan.


"Sepertinya dia cemburu, kalau aku dekat dengan baby Bing. Dia benar benar menggemaskan. Sebenarnya dia juga ingin dimanja, tapi dia gengsi. Hahahah." Ucap batin Luciana tertawa tipis.


Sesampai sekolah. Merekapun langsung turun dari mobil, dan Luciana menggandeng tangan baby Bing.


Leonathan berbisik ke telinganya. "Bersikaplah seolah olah kamu benar benar istri sahku. Agar semua tidak curiga, kalau kita hanya nikah kontrak. Kamu mengerti kan." Bisik Leonathan.


"Baik sayang, aman deh." Jawab Luciana kembali tersenyum.


"Andai kita romantis gini, memang benar saling mencintai. Bukan karena kontrak nikah." Ucap batin Luciana menghela nafasnya.


Merekapun langsung masuk ke dalam sekolah baby Bing. Dan semua orangtua murid menatap ke arah Leonathan.


"Lihat, lihat. Itu kan tuan Leonathan, dan disampingnya itu, adalah istrinya. Mereka benar benar romantis ya." Bisik para ibu muridnya.


Luciana menggandeng tangan Leonathan, seperti pasangan yang sebenarnya. "Pakaian istrinya begitu indah ya. Itu pasti harganya mahal." Ucap kembali mereka.


Luciana tersenyum tipis, kepada orangtua murid. Agar tidak terlalu cuek.


Mereka bertiga langsung duduk di kursi VIP, yang sudah di pesan oleh Leonathan khusus.


"Mami, papi. Kalian duduk saja di sini. Bing mau siap soap untuk pertunjukannya, dan apakah mami sudah mengambil tiket permainannya?." Tanya baby Bing kepada Luciana.


"Ouh iya sayang, mami tidak sempat mengambilnya kemarin. Bagaimana kalau temani mami, untuk mengambil tiketnya. Apa boleh sayang." Jawabnya sekaligus bertanya.


"Boleh banget mi. Yuk mami, aku temani mengambil tiket permainannya." Jawab baby Bing kembali.


"Sayang, aku mau ambil tiket permainan dulu ya sayang. Kamu di sini dulu ya." Ucap Luciana mengecup pipi Leonathan, agar orang orang yang melihatnya tidak curiga dengannya.


Luciana dan baby Bing pun langsung meninggalkannya. Dan semua orangtua murid, salting melihat kemesraan mereka berdua.

__ADS_1


"Kan, mereka begitu romantis. Saya jadi iri." Bisik mereka sambil tersenyum tipis.


Leonathan hanya diam, dan memegang pipinya, yang dicium oleh Luciana. "Dia berani menunjukkan keromantisannya di depan publik. Memang sih, aku yang menyuruhnya seperti itu. Tapi kenapa, jantungku malah berdetak dengan kencang. Ada apa sebenarnya ini." Ucap batin Leonathan.


Disisi lain. Luciana pun mengambil tiket permainan orangtua, bersama baby Bing. "Terima kasih banyak nyonya. Semoga menang dan permainannya." Ucap si penjaga tiket.


"Sama sama kak. Kalah begitu, saya permisi." Ucap Luciana ikut tersenyum, dan kembali menggandeng tangan baby Bing.


"Apa semua sudah aman mi?." Tanya baby Bing menatapnya dari atas, karena Luciana tinggi.


"Aman sayang. Kalau begitu, mari mami temani kamu ke kelas kamu, untuk berganti pakaian. Kan katanya kamu mau menunjukkan pertunjukan yang keren kan. Yuk." Ajak Luciana kembali tersenyum, sambil menatap wajahnya.


"Baik mi. Yuk." Bahagia baby Bing, dan mereka langsung menuju kelas baby Bing.


Di dalam kelas baby Bing. Sudah banyak ibu dari masing masing anak, sedang memasangkan kostum untuk anaknya.


"Wah, lucu banget kostumnya sayang. Ini temanya apa sih. Mami jadi penasaran?." Tanya Luciana kepada baby Bing.


"Pagi semuanya." Sapa Luciana sambil tersenyum.


Sontak semuanya langsung menatapnya. "Pagi juga nona Luciana bukan." Memastikannya.


"Iya bu guru. Saya mau membantu anak saya, untuk mengenakan kostumnya. Omong omong, kamu berperan sebagai apa sayang." Jawabnya sekaligus bertanya kepada baby Bing.


"Aku mau menjadi seorang pangeran, yang menyelamatkan seorang putri yang terjebak di sebuah hutan mi. Pokoknya aku akan tampan deh mi, sampai mengalahkan papi." Jawab baby Bing kembali menunjukkan ketampanannya.


"Iya deh, anak mami memang yang paling tampan. Kalau begitu, mari mami pasangkan kostumnya." Ucap Luciana mengambil kostum baby Bing, dan langsung memasangkannya kepada baby Bing.


"Anda begitu cantik ya nona Luciana. Pantas saja tuan Leonathan menyukai anda. Kalian memang pasangan yang serasi deh." Puji guru guru yang ada.


"Hahahah, terima kasih. Itu memang suatu kebahagiaan bagi saya. Karena di pertemukan oleh pria dan anak sebaik mereka ini." Jawab Luciana kembali tersenyum.

__ADS_1


Selesai mengenakan kostum baby Bing. Luciana pun memasangkan aksesoris lainnya, seperti mahkota dan pedang mainan. "Sudah deh. Anak mami benar benar tampan." Puji Luciana kembali, sambil mengedipkan sebelah matanya.


Terima kasih banyak mi. Namanya juga baby Bing gitu lho." Langsung menyombongkan dirinya.


"Okay, karena semuanya sudah beres. Orangtua murid bisa keluar, dan kembali ke kursinya masing masing. Biar kami yang di sini, yang akan mengatur semuanya." Ucap guru guru tersebut.


"Baiklah." Orangtua murid pun, kembali duduk di kursinya masing masing. Dan Luciana melambaikan tangannya, lalu meninggalkannya.


Luciana pun kembali ke pertunjukan, dan kembali duduk disamping Leonathan.


"Kenapa kamu lama banget?." Tanya Leonathan, sambil menyilangkan kakinya, dan melipat kedua tangannya.


"Tadi aku menemani baby Bing memasang kostum yang akan ia pakai. Dia benar benar tampan, dan membuatku ingin menciumnya beberapa kali." Jawab Luciana kembali tersenyum.


Dan Leonathan merasakan sesuatu hal, yang membuatnya tidak mau mendengarkan kata kata itu. "Kenapa aku merasa kalau aku tidak senang. Saat Luciana mesra dengan baby Bing. Padahal kan anakku sendiri. Apa aku cemburu. Tidak mungkin." Ucap batin Leonathan langsung memalingkan wajahnya.


"Ouh, aku kira kenapa. Karena sebentar lagi, acara akan di mulai. Aku hanya tidak mau, kalau baby Bing kecewa, karena tidak ada kau di sini." Jawab Leonathan kembali.


"Kamu jangan bertingkah cuek begitu. Karena akan ada yang curiga dengan kita, kalau kita ini, hanya nikah kontrak. kamu mau, kalau populasi nama baik kamu hancur, karena kebohongan kamu ini." Bisik Luciana ditelinganya.


"Iya, iya. Semakin lama, kamu membuatku kesal, karena terus berbicara." Jawab Leonathan.


"Nah, gitu dong. Baru suamiku yang manis." Cubit pipi Leonathan, karena gemas.


Acara pun di mulai, dan mc sudah naik ke atas panggung. "Baik, terima kasih banyak untuk orangtua murid, yang sudah datang ke acara sekolah ini. Dan tentu, itu suatu kehormatan bagi kami semua. Di sini, kami akan menampilkan sebuah cerita yang berjudul, rapunzel. Tanpa tunggu lama lagi, mari kita mulai acara ini. Beri tepuk tangan yang meriah." Ucap mc wanita tersebut.


Semua pun bertepuk tangan, dan Luciana bahagia, karena baby Bing akan memerankan pangeran di dalam cerita tersebut.


Pemeran utama pun keluar dari ruangannya, dan terlihat baby Bing yang sangat tampan. Itu membuat Luciana semakin bertepuk tangan dengan meriah.


Luciana pun melambaikan tangannya, kepada baby Bing. Dan baby Bing ikut melambaikan tangannya, sambil tersenyum bahagia.

__ADS_1


Disisi lain. "Mereka


__ADS_2