Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 92: Bekal Cinta


__ADS_3

Luciana pun memasukkan berkas yang diberikan oleh Rose, ke dalam tasnya. Dan kembali melipat kedua tangannya, sambil mengayunkan kakinya.


"Aku tidak akan diam saja Gista. Kau mau bermain main denganku. Baiklah, aku akan ikut ke dalam permainanmu. Yang indah ini." Tersenyum kembali, dan menyipitkan matanya.


Rose dan Gista pun akhirnya datang, dan mereka berdua langsung berdiri dihadapan Luciana. "Salam bu bos," ucap Gista sambil menundukkan kepalanya dan kembali menghadap ke Luciana.


"Kau bisa kembali ke ruanganmu Rose. Ada hal pribadi yang mau saya bicarakan dengan Gista." Perintah Luciana kepada Rose.


"Baik nyonya. Saya permisi," kembali menundukkan badannya, dan langsung keluar dari ruang kerja Luciana.


"Ada apa yang mau bu bos katakan pada saya?" tanya Gista terus tersenyum kepadanya.


"Jadi begini Gista. Saya mau menaikkanmu, menjadi direktur perusahaan ini. Karena saya lihat, kerjamu cukup bagus. Dan Rose akan saya pindahkan sementara, karena dia akan melakukan perjalanan di Spanyol. Jadi saya mau, kalau kamu mengurus perusahaan ini dengan baik. Kamu bisa kan." Jawab Luciana menjalankan aktingnya.


"Wah, ini suatu keberuntungan bagiku. Dengan begini, aku lebih gampang menjatuhkannya. Karena Luciana bodoh ini mengira, kalau aku berada dipihaknya, dan mendukungnya. Hahahah, ini keberuntungan bagiku." Ucap batin Gista bahagia.


"Bagaimana Gista. Apa kau menerimanya. Ini sungguh suatu kehormatan bagi saya, kalau kau mau menjadi direktur sementara perusahaan ini." Ucap Luciana.


"Tentu saja saya mau bu bos. Saya malah sangat berterima kasih kepada anda. Karena saya menjadi orang tepercaya bu bos. Terima kasih banyak." Jawab Gista, sambil menundukkan badannya, dan kembali tegap.


"Kalau begitu, besok saya ada urusan, dan tidak datang ke perusahaan. Saya mau kalau kamu mengurus semua kekurangan perusahaan. Dan kamu bisa kembali sekarang, ke meja mu." Perintah Luciana.


"Baik bu bos. Saya permisi," kembali membungkukkan badannya, dan langsung keluar dari kamar Luciana.


"Kelihatannya kamu sangat bahagia Gista. Permainan sudah dimulai, dan nikmatilah kebahagiaanmu dulu. Sebelum kau merasakan akibat dan penderitaan yang akan datang kepadamu." Tersenyum tipis Luciana.

__ADS_1


Luciana pun mengirim sebuah pesan kepada Rose, soal rencana yang akan ia buat untuk Gista. Dan dengan sigap, Rose langsung membalasnya.


"Itu rencana yang bagus nyonya. Saya akan mengikuti semua rencana yang nyonya berikan, dan nyonya buat. Kalau begitu, saya akan menjadi manager bawah lagi. Ok bu bos, saya laksanakan semua itu." Jawab Rose di dalam pesan tersebut.


Tiba tiba saja ada yang mengetuk pintu, "masuklah," ucap Luciana.


Dan yang masuk adalah Kai. Kai pun membawa sebuah kopi, dan langsung meletakannya di atas meja. "Kau pasti lelah kan. Jadi aku membawakan kopi kesukaanmu, yaitu kopi americano." Tersenyum.


"Terima kasih banyak Kai. Kau selalu saja mengerti keadaanku. Omong omong, bagaimana dengan semua berkas. Apa sudah selesai?" tanya Luciana, sambil meminum kopi yang diberikan oleh Kai.


"Semua sudah beres. Nanti akan aku antarkan ke mejamu. Eh, maksudnya bu bos. Hahahaha." Jawab Kai, sambil tertawa tipis.


"Jangan berkata seperti itu. Aku jadi tidak suka mendengarnya. Karena kau adalah sahabatku." Tidak enak dengan panggilan yang dibuat oleh Kai.


"Omong omong, apa kau sudah membaik. Seharusnya kau istirahat dulu di rumah. Kalau kau masih lelah, ataupun merasakan sakit lainnya." Sedikit cemas Kai.


"Ouh iya Kai. Ada hal yang mau aku tanyakan kepadamu." Ucap Luciana baru teringat.


"Hal apa yang ingin kau tanyakan. Tanyakan saja padaku?" tanya Kai jadi penasaran.


"Aku mau bertanya. Pada saat aku koma, dan saat aku sudah sadar. Kan di ruanganku banyak bunga tulip, dan Stefan mengatakan, kalau semua bunga itu, Leonathan yang memberikannya. Dan darimana dia tahu, kalau aku suka bunga tulip. Apa kau yang memberitahukannya?" tanya Luciana dengan jelas.


"Akhirnya Luciana menanyakan hal ini." Ucap batin Kai tersenyum tipis.


"Aku juga tidak tahu. Mungkin saja itu suatu kebetulan, dan mungkin saja kau pernah mengatakan kepadanya. Kalau kau suka bunga tulip. Coba kau ingat saja. Kau tahu kan, kalau aku dan suamimu kurang dekat. Mana mungkin aku mengatakan hal seperti itu kepada suamimu. Kami bertemu saja tidak pernah." Jawab Kai berbohong.

__ADS_1


"Yaudah deh. Tidak perlu begitu bicaranya. Kalau begitu, kamu bisa pergi sekarang. Dan jangan lupa antar berkasnya." Tersenyum kembali Luciana.


"Okey deh. Aku permisi," langsung membungkukkan kembali badannya, dan keluar dari ruang kerja Luciana.


"Seperti ada yang disembunyikan oleh Kai. Tapi, mana mungkin dia berbohong. Dia kan sahabatku dari kecil. Sudahlah, tidak perlu dipikirkan. Nanti malah membuat pusing saja." Ucap batin Luciana kembali ke pekerjaannya.


"Siang nanti aku mau mengantarkan makan siang untuk Leonathan deh. Sekalian mau lihat keadaan dia bagaimana. Apa dia akan romantis lagi denganku. Heheheheh, ada ada saja." Tertawa tipis.


Siang pun tiba. Dimana Luciana sudah berada di rumah, dan sedang membuat bekal untuk Leonathan.


Selesai membuat bekal. Luciana pun menghias bekal tersebut, dan meletakkan buah apel berbentuk love di dekat bekal tersebut. "Bekal cinta. Semoga dia menyukainya deh." Sangat bahagia.


Luciana pun langsung keluar dari rumah, dan menuju perusahaan Leonathan. Di perjalanan, Luciana terus tersenyum, sambil memeluk bekal makan siang tersebut.


Sesampai di perusahaan Leonathan. Luciana pun langsung turun dari mobil, dan tersenyum kepada supir mobilnya. Saat masuk ke dalam, semua karyawan Leonathan, langsung hormat kepada Luciana.


"Salam bu bos," salam semua karyawan yang ada, sambil menundukkan kepalanya, dan kembali tegap.


"Apa Leonathan ada di sini?" tanya Luciana kepada karyawan yang ada di perusahaan tersebut.


"Kebetulan bos Leonathan lagi ada rapat di luar bu bos. Bu bos bisa menunggu di ruangan bos Leonathan saja. Mau saya antarkan." Menawarkan.


"Terima kasih banyak. Saya bisa sendiri," ikut tersenyum, dan langsung menuju ruang kerja Leonathan.


Sesampainya di ruang kerja Leonathan. Luciana pun langsung masuk ke dalam, dan terlihat sangat sepi di dalam ruangan tersebut. "Aku tunggu saja deh. Aku merindukan wajahnya soalnya." Kembali tersenyum sendiri, dan langsung duduk di sofa, sambil terus memeluk bekal makan tersebut.

__ADS_1


Tiba tiba saja Luciana reflek melihat ke sebuah bingkai foto. "Itu kan bingkai foto. Foto siapa yang dipajang di ruangannya ini. Pasti itu foto baby Bing. Dia sangat menyayangi baby Bing." Meletakkan bekal di atas sofa, dan menghampiri meja Leonathan.


Saat menghampiri meja Leonathan. Luciana pun mengambil bingkai foto tersebut. Dan ternyata, itu adalah foto


__ADS_2