Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 141: Ungkapan Kebenaran


__ADS_3

Setelah beberapa menit, akhirnya Luciana sudah mengenakan pakaian rapi dan sudah mengenakan riasan yang begitu indah, "bagaimana, Mami cantik kan?" tanyanya sambil menaikkan alisnya.


"Mami selalu cantik. Kalau begitu, apa rencana Mami untuk keluar dari kamar ini, tanpa sepengetahuan dua pengawal suruhan Papi?" jawab baby Bing sekaligus bertanya.


"Jadi begini, nanti kamu berteriak di depan teras di luar itu. Kamu bilang, semoga berhasil Mami, kamu bilang dengan nada keras, sampai pengawal itu dengar. Dengan begitu, mereka akan mengira kalau Mami lompat dari atas teras itu, padahal Mami akan bersembunyi dibalik pintu. Setelah dua pengawal itu melihat ke luar teras, disitulah Mami akan mengambil kesempatan untuk keluar dari kamar ini. Bagaimana, bagus bukan ide Mami," jawab Luciana dengan jelas dan ia sedikit sombong dengan ide yang ia punya.


"Wah, Mami benar-benar hebat. Aku suka dengan ide Mami. Kalau begitu, mari kita mulai sekarang Mami," ucap baby dengan bahagia.


"Kalau begitu, kamu ke teras sayang dan Mami akan bersembunyi dibalik pintu. Kita mulai sekarang, cepat," jawab Luciana dan mereka langsung melakukan apa yang sudah mereka bicarakan barusan.


Baby Bing pun berdiri di depan teras, sedangkan Luciana berdiri di belakang pintu kamar tersebut. Luciana memberi aba-aba untuk mulai, dalam 1, 2 dan 3.


Baby Bing pun langsung berteriak dan memainkan aktingnya, "Mami, cepat lari Mami. Semoga berhasil Mami!" teriak baby Bing dengan nada keras dan benar saja, dua pengawal tersebut langsung masuk ke dalam dan melihat ke arah baby Bing.


"Hei Nak, kau sedang apa?" tanya dua pengawal tersebut langsung menghampiri baby Bing ke teras.


Disisi lain, Luciana pun langsung keluar dari kamar dan ia berhasil keluar dari kamar tersebut. Luciana pun bergegas turun tangga dan keluar dari kamar tersebut, sedangkan baby Bing diintrogasi oleh dua pengawal tersebut, "apa kamu yang membantu Mami kamu kabur nak?" tanya kembali dua pengawal tersebut.


"Saya tidak tahu. Saya kan masih kecil, jadi gak tahu apa-apa. Aku pergi dulu om jelek," jawab baby Bing sambil mengejek dan ia langsung kabur dari kamar tersebut.


"Bagaimana ini, nyonya kabur. Kita akan dimarahi oleh tuan nanti," jadi pusing dua pengawal tersebut.

__ADS_1


Disisi lain, Luciana pun sudah pergi dari rumah dan sudah berada di perjalanan, "akhirnya aku bebas dan bisa kabur dari penjara Leonathan. Hahaha, dia gak tahu aku siapa, dia mau main-main dengan Luciana, tentu tidak bisa bos. Junior mau main dengan senior, tentu tidak bisa," bahagia Luciana dan langsung menginjak kecepatan mobilnya kembali.


Sesampainya di acara televisi. Luciana pun langsung turun dari mobilnya dan masuk ke dalam gedung tersebut. Di dalam, semua staf dan karyawan menatap wajah Luciana dan mereka semua langsung menundukkan kepalanya mereka masing-masing, "salam nyonya" ucap mereka semua, karena Luciana adalah istri dari si pemilik perusahaan terbesar di kota ini, tentu tidak ada apa-apanya gedung acara televisi tersebut.


"Ada yang bisa kami bantu nyonya?" tanya salah satu karyawan kepadanya.


"Saya mau cari direktur kalian. Apa dia ada di sini?" jawab Luciana sekaligus bertanya.


"Tentu saja ada nyonya. Mari saya tunjukkan ruangannya," jawab karyawan tersebut sambil tersenyum dan ia langsung menunjukkan ruangan direktur kepada Luciana.


Sesampainya, Luciana pun berterima kasih kepada karyawan tersebut dan ia langsung masuk ke dalam ruangan tersebut. Di dalam ruang direktur, ternyata direktur pembawa acara televisi tersebut sedang melakukan pekerjaannya.


"Permisi," ucap Luciana dengan sopan dan direktur tersebut langsung menatap wajah Luciana.


"Ada apa nyonya datang ke mari. Apa ada yang perlu?" tanya direktur tersebut dan langsung memberikan kursi kepada Luciana.


Luciana pun duduk dikursi, sambil menyilangkan kakinya, "saya mau berada di acara televisi. Ada hal yang mau saya ungkapkan. Saya mau mengungkapkan beberapa kejahatan dari Ibu dan Adik tiri saya. Saya juga sudah menyiapkan pertanyaan untuk kalian tanyakan kepada saya. Dengan begitu, kalian tidak perlu memikirkan pertanyaan lagi. Saya hanya mau mengungkapkan kejahatan mereka. Apa kamu bisa membantu saya?" jawab Luciana dengan jelas dan ia pun kembali bertanya kepada direktur tersebut.


"Tentu saja bisa nyonya. Kalau begitu, mari kita langsung ke ruang wawancara," jawab direktur tersebut dan mereka langsung menuju ruang wawancara televisi.


Sesampainya di ruang kendali acara televisi. Luciana dan direktur tersebut langsung masuk ke dalam. Di dalam ruangan tersebut, banyak kamera yang berada di mana-mana beserta wawancara yang sudah bersiap-siap untuk melakukan acara televisi.

__ADS_1


"Perhatian semuanya," ucap direktur tersebut dan semuanya langsung menatap wajah direktur tersebut.


"Hari ini kita ubah berita hari ini dengan berita nyonya Luciana. Dia akan memberikan beberapa ungkapan tentang Ibu dan Adik tirinya. Inilah pertanyaan yang harus kau tanyakan kepada nyonya Luciana. Dengan begitu, berita hari ini akan naik pesat, karena yang kalian wawancarai adalah nyonya besar kota ini. Kalau begitu, mau dilakukan sekarang kah nyonya?" tanya direktur tersebut kepada Luciana.


"Tentu saja. Mari mulai sekarang saja, karena saya tidak mau menunggu lama-lama lagi," jawab Luciana dan merekapun langsung bersiap-siap semuanya, termasuk kameramen.


"Apa anda sudah siap nyonya Luciana?" tanya pembawa berita tersebut kepada Luciana.


"Saya sudah siap," jawab Luciana tersenyum tipis dan mereka berdua langsung duduk dihadapan kamera.


"Apa semuanya sudah siap?" tanya sang kameramen.


"Kami sudah siap," jawab pembawa acara tersebut dan kameramen langsung menghitung mundur.


Akhirnya berita pun dimulai, "selamat sore para hadirin, bertemu lagi dengan saya Carissa, di acara televisi beserta siaran langsung disemua sosial media yang sedang kalian lihat. Hari ini, kami kedatangan tamu yaitu nona Luciana. Ada beberapa pertanyaan yang akan kami pertanyakan kepada nona Luciana," ucap Carissa dengan jelas.


"Sebelum itu, dengar-dengar kabar yang sedang panas, katanya, sebelum anda menikah dengan tuan Leonathan yang penuh dengan kekayaan. Anda sama sekali tidak pernah disayang oleh keluarga baru dari Ayah kandung anda sendiri, apa itu benar?" tanya Clarissa, sesuai yang tercantum dicatatan Luciana.


"Benar. Setelah kematian Ibu saya, Ayah saya memilih untuk menikah lagi dan akhirnya Ayah menikah dengan seorang wanita yang sama sekali tidak menyayangi saya, bahkan ketika wanita itu mempunyai anak, saya malah dimaki-maki dan terus disiksa oleh Ibu tiri saya. Ayah saya tidak tahu, kalau Ibu tiri saya sudah menyiksa saya sejak Ayah saya menikah dan mempunyai anak. Saya diancam oleh Ibu tiri saya, jika saya mengatakannya kepada Ayah saya, saya akan disiksa dan bahkan akan dibunuh," jawab Luciana dengan jujur dan memasang ekspresi serius.


"Astaga, itu benar-benar tindakan kriminal. Apakah anda pernah melawan, ketika Ibu dan Adik anda melukai anda?" tanya Clarissa.

__ADS_1


"Soal itu,


__ADS_2