Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 70: Membuat Makan Malam


__ADS_3

Disisi lain. "Aku harus mengambil foto mereka ini." Ucap supir tersebut, langsung mengambil foto mereka bertiga, dan mengirimkannya ke Leonathan.


Disisi lain. Leonathan yang sedang fokus mengerjakan berkasnya. Dan terdengar bunyi pesan masuk. Leonathan pun mengambil ponselnya, lalu melihatnya.


Sontak Leonathan membuka pesan, dan ia sedikit kaget, karena ia melihat foto Luciana sedang bermain bersama Kai dan baby Bing.


"Mereka bermain bersama, dan Luciana tidak ada izin kepadaku dulu. Dia langsung menerima ajakan pria ini. Walaupun dia sahabatnya, tapi tetap saja. Karena aku adalah suaminya, dan sudah semestinya dia meminta izin kepadaku." Ucap Leonathan sedikit kesal, karena melihat Luciana dekat dengan pria selain dirinya.


"Eh, kenapa aku tiba tiba mengatakan hal seperti ini. Apa aku cemburu, tidak mungkin. Biarlah mereka bermain bersama, asalkan tidak terjadi apa apa." Menghubungi supirnya dan tidak mengikuti omongannya yang baru ia katakan.


Tersambung. "Halo tuan Leonathan. Yang saya kirim fotonya itu, itu benar benar asli tuan. Ini saya masih menunggu mereka selesai bermain." Memberitahu supirnya.


"Awasi dia, dan jika ada gerakan yang mencurigakan diantara mereka. Langsung hubungi saya." Jawab Leonathan dengan dinginnya kembali.


"Baik tuan," dan Leonathan kembali mematikan ponselnya.


Disisi lain. "Ini sangat menyenangkan mami. Benarkan om." Ucap baby Bing istirahat disamping Luciana dan menyenderkan kepalanya dilengan Luciana.


Kai pun ikut duduk disamping sisi Luciana lainnya. "Benar yang kamu katakan itu nak. Om sampai keringatan begini. Hahahah, tapi itu benar benar menyenangkan. Oh ya Luciana, kenapa kau tidak ikut bermain bersama kami. Padahal tadi sangat menyenangkan. Yakan gays." Jawab Kai, sambil menatap Luciana dari samping.


"Aku hanya mau menemani anakku saja, dan nanti aku bau lagi seperti kalian, karena bermain terus. Hahahah." Jawab Luciana sambil menertawakan Kai.


"Nih, nih. Ambil ketek ini, kau cium ini. Hahahahah." Mendekatkan ketiaknya, dan Luciana langsung berdiri.


"Kau benar benar menyebalkan Kai. Akan kuhabisi kau, sini kau." Ucap Luciana langsung mengejar Kai, dan mereka kejar kejaran, lalu mengelilingi perosotan tersebut.


"Hahahahah, mami dan om Kai sangat cocok. Hahahahh." Menertawakan mereka berdua.


Luciana pun langsung berhenti, dan sangat ngosan, karena tidak bisa mengejar Kai. "Dari dulu kau tidak akan bisa mengejarku, walaupun dulu aku gendut. Tapi tetap saja, kau tidak akan pernah menangkapku." Tersenyum tipis Kai, sambil duduk disamping baby Bing.

__ADS_1


"Sudahlah, kau jangan membuatku kesal. Malas aku cari ribut denganmu, karena gak akan ada habisnya." Ujar Luciana sambil menghela nafas panjang.


"Kalau begitu, kami pulang dulu ya Kai. Lain waktu kita bertemu lagi. Nanti keburu suami aku nungguin. Gapapa kan." Ucap Luciana langsung menyandang tasnya dan menggandeng tangan baby Bing.


"Siap Luciana. Kalau begitu, sampai jumpa lain waktu nak," melambaikan tangannya kepada baby Bing dan Luciana.


Luciana dan baby Bing pun langsung masuk ke dalam mobil, dan kembali melambaikan tangannya. Lalu pergi meninggalkan Kai.


"Dia masih sama seperti dulu. Menggemaskan," ucap batin Kai tersenyum tipis, dan kembali ke penginapannya.


Sesampai rumah. Luciana dan baby Bing langsung keluar dari mobil, dan masuk ke dalam rumah. "Baru pulang kalian?." Tanya ibunya langsung menghampiri mereka berdua.


"Iya bu, tadi kami berdua main bersama di taman kanak kanak bu. Sekalian refreshing bu, dan aku jumpa dengan sahabat lama aku. Jadinya kami mengobrol sekalian deh." Jawab Luciana kembali tersenyum.


"Sayang, kamu mandi dulu ya sayang," ucap Luciana kepada baby Bing, dan mengelus rambutnya.


"Baik mami. Bing masuk kamar dulu ya mi, dan nek." Sahut baby Bing langsung masuk ke dalam kamarnya.


"Belum sayang. Mending kamu mandi juga sana, biar ibu yang membuat makan malam," jawab ibu mertuanya.


"Tidak perlu bu. Kali ini biar Luciana yang memasak makan malam. Mending ibu mandi, atau istirahat dulu. Mana mungkin aku membiarkan ibu lelah." Ucap Luciana kembali tersenyum.


"Memang Leonathan tidak salah memilih istri sebaik kamu nak. Kalau begitu, ibu masuk kamar dulu." Ikut tersenyum ibu mertuanya, dan langsung masuk ke dalam kamarnya juga.


Luciana pun membersihkan wajahnya, dan langsung masuk ke dalam kamarnya, untuk mandi terlebih dahulu.


Setelah Luciana mandi. Ia pun bergegas ke dapur, dan membuat makan malam spesial untuk semuanya.


"Kali ini aku akan membuat daging iga bakar untuk suamiku tercinta. Dan aku akan membuatkan sayur lodeh juga. Mana tahu Leonathan tidak mau makan dagingnya." Tersenyum Luciana sambil membuat makan malam tersebut.

__ADS_1


Setelah beberapa menit. Luciana pun sudah membuat makan malam spesial, dan ada yang datang. Ia adalah baby Bing, yang sudah mandi dan tampan.


"Malam mami," sapa baby Bing langsung duduk di kursinya.


Luciana membalikkan badannya. "Sayang mami. Kamu tampan banget sayang. Mami jadi jatuh cinta. Hahahah." Tertawa tipis Luciana dan memujinya.


"Terima kasih banyak mami. Kalau dibandingkan dengan papi, gantengan siapa mami?." Tanya baby Bing.


"Masih kecil jangan berbicara seperti itu." Ucap Leonathan yang baru datang dan berdiri di belakang baby Bing.


Sontak mereka berdua langsung menatap wajah Leonathan. "Eh, papi. Maafkan aku papi, tadi hanya keceplosan saja." Jawab baby Bing yang takut.


"Sudahlah sayang. Kamu baru pulang, mending kamu mandi dulu. Habis itu baru kita makan malam sayang." Ujar Luciana kembali meletakkan makan malam mereka di atas meja.


"Baiklah," ucap Leonathan langsung masuk ke dalam kamar, dan bersiap siap untuk mandi.


"Kenapa dengan Leonathan. Kelihatan dari wajahnya dia sedang kesal. Kenapa ya, aneh." Dalam hati Luciana bertanya tanya.


Setelah semua selesai. Semua pun berkumpul di meja makan. "Halo, apa semua sudah selesai. Ada yang mau ibu bantu?." Tanya ibu mertuanya.


"Tidak perlu bu. Aku juga membuatkan jahe hangat untuk ibu. Biar ibu sehat terus." Jawab Luciana sambil meletakkan jahe hangat yang sudah ia buatkan khusus untuk ibunya.


"Terima kasih banyak nak. Kamu baik banget kepada ibu. Kebetulan ibu lagi gak enak badan, dan minuman ini cocok banget." Mengambilnya dan meminumnya.


Luciana pun langsung meletakkan bagian Leonathan, dan memberikannya. "Ini untuk kamu sayang. Semoga kamu suka ya." Kembali tersenyum Luciana.


"Aku juga mau mami. Berikan kepada Bing." Meminta baby Bing juga.


"Baik sayang, ini mami buatkan untuk kamu juga," kembali tersenyum Luciana dan menaruh bagian baby Bing.

__ADS_1


Selesai makan. Dan semua masuk ke kamarnya masing masing. Luciana pun sedang memakai skincare malam, dan Leonathan duduk di tempat tidur.


"Apa yang kau lakukan sore tadi. Ke mana kamu tadi?." Tanya Leonathan.


__ADS_2