Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 138: Administrasi


__ADS_3

"Bagaimana aku tidak bahagia. Akhirnya kamu sadar juga, setelah kejadian kemarin malam. Apa ada yang sakit lagi?" jawab Leonathan sekaligus bertanya dan terus menatap wajah Luciana.


"Aku baik-baik saja kok Sayang. Ini semua berkat bantuan suster dan berkat kamu juga karena sudah merawat aku dengan sebaik mungkin," jawab Luciana dan ia mengecup kening Leonathan.


"Permisi Bu dan Pak. Kalau begitu saya permisi dulu ya dan jangan lupa diminum obatnya lagi ya Bu dan jangan banyak bergerak, karena lukanya belum sembuh total. Kalau begitu, saya permisi dulu," ujar suster tersebut sambil tersenyum.


"Terima banyak suster," serentak Leonathan dan Luciana, lalu suster tersebut keluar dari ruangan tersebut.


"Kenapa kamu cepat banget sadarnya sayang?" tanya Leonathan sambil menatap wajah Luciana.


"Jadi kamu maunya aku gak sadar terus gitu?" tanya balik Luciana dan menatap wajah Leonathan dengan tajam.


"Bukan seperti itu maksud saya Sayang. Kata dokter kamu akan sadar 2 hari gitu, maka sebab itu aku kaget, karena kamu sudah sadar. Saya bahagia banget, karena kamu sudah sadar. Apa kamu mau makan yang enak, biar saya beliin?" jawab Leonathan sekaligus bertanya.


"Aku lagi kepengen makan ramen Sayang. Apa kamu bisa membelikannya?" ucap Luciana memohon kepada Leonathan.


"Tentu saja, apa yang gak buat istriku. Kalau begitu, aku beliin kamu ramen ya sayang. Kamu baik-baiklah di sini, aku akan sampai secepatnya," mengecup kening Luciana dan ia melambaikan tangannya, lalu keluar dari ruangan tersebut.


"Dia benar-benar menggemaskan. Aku ingin sekali menerkamnya, tapi aku tidak bisa, karena lukaku masih belum sembuh total. Lain kali, aku akan yang bertarung di tempat tidur dengannya," ucap Luciana sambil tertawa tipis dan kembali berbaring.


Disisi lain, di mana Leonathan sudah dalam perjalanan menuju restoran ramen, "syukurlah Luciana sudah sadar. Terima kasih banyak Tuhan, karena kau sudah mendengarkan doaku. Pantas saja, saat datang ke rumah sakit tadi mata kananku bergerak sendiri, rupanya ada kabar baik, kalau Luciana sudah sadar. Syukurlah," kembali tersenyum bahagia.


Setelah beberapa menit. Leonathan pun sudah membeli ramen yang diinginkan Luciana dan Leonathan juga membeli mochi yang berada dekat dari restoran ramen tersebut, lalu ia juga membelikan minuman kesukaan Luciana, yaitu kopi americano.


Sampailah di rumah sakit dan Leonathan pun langsung turun dari mobil, lalu masuk ke dalam rumah sakit. Di dalam rumah sakit, Leonathan bergegas masuk ke dalam ruangan, sambil membawa makanan yang cukup banyak.

__ADS_1


"Makanannya sudah datang, Sayang," ucap Leonathan dengan bahagia dan menghampiri Luciana yang sedang bermain ponsel.


Sontak Luciana menatap Leonathan yang membeli makanan cukup banyak. Luciana pun meletakkan ponselnya di atas meja dan ia menatap Leonathan yang juga meletakkan makanan dan minuman di atas meja yang berada tepat disampingnya.


"Kamu mau memberi makan satu orang atau mau wirit sih, banyak banget makanannya. Kan aku minta cuma ramen, kenapa semua dibeliin?" tanya Leonathan sambil menaikkan alisnya.


"Biar kamu cepat sembuh. Jadi aku beliin makanan kesukaan kamu, biar kamu semangat lagi," jawab Leonathan langsung mengeluarkan ramen dari plastik bungkusan dan ia tuangkan ke dalam mangkuk yang sudah tersedia.


"Ini ramen untuk kamu Sayang. Makanlah yang banyak," langsung memberikannya kepada Luciana dan Luciana pun mengambilnya.


"Terima kasih banyak suamiku tercinta. Apa kamu tidak makan juga?" tanya Luciana kembali.


"Nanti saja. Aku lihat kamu makan dengan lahap saja, itu akan membuatku kenyang," jawab Leonathan kembali tersenyum dan terus memandang Luciana.


Ia pun mengambil ramen lainnya dan mereka berdua pun menyantap ramen bersama, "oh ya Sayang, apa kamu tidak bekerja hari ini?" tanya Luciana sambil menyantap ramen tersebut dengan begitu nikmat.


"Tidak sayang. Saya harus fokus menjaga kamu dan merawat kamu. Takutnya terjadi hal yang tidak diinginkan lagi dan soal Kirani, dia sudah ditangkap polisi dan dia sudah berada di kantor polisi sekarang," jawab Leonathan dengan jelas dan memberitahukan soal Kirani yang sudah tertangkap.


"Hah, Kirani sudah ditangkap. Syukurlah dan bagaimana dengan dia sekarang. Apa dia sudah dimasukkan ke penjara?" tanya Luciana kembali dan mengambil air putih yang ada disampingnya, lalu Leonathan membantu memberikan air putih tersebut kepada Luciana.


"Sekarang dia sedang melakukan pemeriksaaan di rumah sakit jiwa. Katanya Kirani sakit jiwa," jawab Leonathan kembali sambil meletakkan air putih di atas meja yang sudah diminum oleh Luciana.


"Kenapa tiba-tiba dia sakit jiwa. Apa selama ini dia sakit jiwa, makanya dia terus mengatakan kamu Sayang," sedikit bingung Luciana.


"Sudahlah, jangan dipikirkan lagi soal dia. Yang terpenting sekarang, kamu sudah membaik dan kita bisa pulang nanti," mengelus rambut Luciana dan merekapun menghabiskan ramen tersebut bersama-sama.

__ADS_1


"Oh ya Sayang, besok hari kelulusan Alvino, jadi aku minta izin sama kamu ya, untuk ke universitas Alvino," meminta izin Luciana.


"Biar saya ikut juga. Aku akan menemani kamu, karena kamu juga belum pulih. Jadi, biar saya yang ikut menemani kamu ke universitas Alvino," jawab Leonathan masih sedikit khawatir dengan kondisi tubuh Luciana yang belum pulih seutuhnya.


"Baiklah, yang penting aku bisa datang. Terima kasih banyak Sayang," bahagia Luciana dan ia pun kembali menyantap ramennya.


Setelah menghabiskan ramen mereka masing-masing. Luciana pun meminum kopi americano yang dibelikan oleh Leonathan juga, "hm, enaknya," lega Luciana dan sudah merasa kenyang.


"Kalau kamu merasa lelah, kamu istirahatlah. Aku mau bayar pembayaran rumah sakit kamu dulu ya Sayang. Kamu baik-baiklah di sini," kembali mengecup kening Luciana dan ia pun langsung keluar dari ruangan tersebut.


"Selalu saja cium kening. Gak bisa apa cium bibir gitu, apa leher. Ngeselin deh," kesel sendiri Luciana, karena Leonathan yang tidak peka terhadap dirinya.


Di luar ruangan tersebut, Leonathan berpapasan dengan dokter yang membantu menyembuhkan Luciana, "pagi dok" sapa Leonathan.


"Eh, pagi pak Leon. Bagaimana dengan kondisi istri anda?" tanya dokter tersebut sambil tersenyum tipis.


"Istri saya sudah bangun dan sudah sedikit sehat. Ini semua berkat anda dok, jadinya istri saya membaik. Oh ya dok, apa istri saya sudah boleh pulang hari ini?" jawab Leonathan sekaligus bertanya.


"Tentu saja. Lagian lukanya sudah diperban dan nanti saya akan menyuruh suster untuk memberikan obat untuk istri anda. Omong-omong, anda kamu ke mana pak," ucap dokter tersebut dengan jelas.


"Saya mau membayar biaya rumah sakit istri saya dok. Kalau begitu, saya permisi dulu ya dok dan sekali lagi terima kasih banyak," jawab Leonathan dan ia langsung pergi ke meja administrasi.


Selesai membayar uang administrasi. Leonathan pun langsung kembali ke ruang IGD dan saat Leonathan masuk ke dalam ruang IGD, Leonathan melihat Luciana yang hendak turun dari tempat tidur tersebut.


Sontak Leonathan langsung menghampiri Luciana dan membantu Lusiana turun dari tempat tidur, "kamu mau ngapain Sayang. Kan udah aku bilang jangan bergerak terus?" tanya Leonathan jadi cemas kembali dengan Luciana.

__ADS_1


__ADS_2