
Luciana pun langsung turun kebawah, dan langsung ke meja makan. "Halo sayang. Apa kamu menunggu lama?." Tanyanya langsung duduk disamping Leonathan.
Sontak Leonathan langsung menatapnya. "Aku tidak menunggu mu." Jawabnya yang sedang memainkan ponselnya.
"Kamu benar benar tampan ya sayang, kalau dilihat dari sini. Sungguh pria yang menggoda." Ucap Luciana menggodanya.
"Makanlah, nanti keburu dingin makanannya." Mengalihkan pembicaraan, dan langsung melahap makanannya.
"Baik sayangku. Oh ya, omong omong, dimana baby Bing sayang?." Tanya Luciana yang sadar, kalau tidak ada baby Bing di meja makan.
"Baby Bing, sedang ada di kamarnya. Karena aku sedang menghukumnya. Dia sudah melakukan kesalahan, karena tidak mengerjakan tugas sekolahnya." Jawab Leonathan dengan jelas.
"Kamu jahat banget sih sayang. Kamu tidak boleh terlalu menekankan baby Bing. Karena dia masih kecil sayang, dia butuh kasih sayang dari kita berdua juga." Ucap Luciana.
"Ini adalah urusan aku dan urusan baby Bing. Kamu belum menjadi istriku, jadi jangan ikut campur dulu." Ucap Leonathan dengan tegas.
__ADS_1
Luciana tidak memasukannya kehati, atas tegasan Leonathan. Luciana malah menggoda Leonathan, dengan mengelus paha Leonathan, menggunakan kaki Luciana.
Sontak Leonathan langsung geli, dan langsung menendang kaki Luciana. Luciana hanya bisa tersenyum tipis. "Hahahah, kamu sangat lucu sayang." Ucap Luciana melanjutkan makanannya.
Setelah mereka makan bersama. "Ada pekerjaan yang harus aku selesaikan. Kamu bisa langsung tidur di kamar mu." Ucap Leonathan langsung masuk ke kamarnya.
Setelah Leonathan masuk ke kamarnya. Luciana langsung mengambil makan malam untuk baby Bing, dan ia langsung mengantarkannya ke kamar baby Bing.
Sesampai kamar baby Bing. Luciana langsung mengetuk pintu. "Sayang, ini mami. Apa mami boleh masuk?." Tanyanya sambil memegang piring makan malam untuk baby Bing.
Luciana langsung masuk ke dalam kamar baby Bing. Di dalam kamarnya. "Halo baby Bing sayang. Mami bawain kamu makan malam sayang. Kamu pasti lapar kan sayang." Ucap Luciana langsung meletakkan nya di atas meja.
"Mami." Langsung memeluk Luciana yang baru duduk dilantai.
"Mami mengantarkan aku makan malam. Berarti mami lebih sayang aku kan, dari pada papi?." Tanyanya dengan bahagia.
__ADS_1
"Tentu saja mami lebih sayang sama kamu sayang. Siapa lagi yang mama sayangi, kalau tidak kamu." Jawab Luciana sambil mengelus rambut baby Bing dengan bahagia.
"Tapi mi. Aku belum siap mengerjakan tugas sekolah aku. Jadi aku belum dibolehkan untuk makan malam sama papi. Jadi, aku tidak mau makan dulu mi. Gapapa kan mi." Ucapnya menatap Luciana dengan bahagia.
"Kamu harus makan dulu sayang. Biar kamu semangat untuk mengerjakan tugasnya. Kamu jangan dengerin kata papi, lebih baik kamu dengerin kata mami saja ya sayang. Kamu paham." Ucap Luciana mengedipkan matanya.
"Yaudah deh mami. Aku mau percaya mami saja, kalau begitu, suapi aku mi, biar aku sambil mengerjakan tugas sekolah aku." Jawab baby Bing dengan bahagia, langsung membuka mulutnya.
"Gitu dong. Itu baru anak mami yang hebat." Langsung memegang piringnya, dan langsung menyuapi baby Bing.
"Ehm, enak banget mi." Bahagia baby Bing, langsung menyiapkan tugas sekolahnya.
"Makan yang banyak ya sayang, biar kamu cepat besar, dan bisa mengalahkan papi." Ucap Luciana.
"Benar juga yang dikatakan mami. Aku harus mengalahkan papi, agar aku bisa menikahi mami, dan papi tidak bisa mengalahkan ku." Ucap batin baby Bing tersenyum licik.
__ADS_1
"Dia sangat mirip dengan Leonathan, kelakukannya