
Baby pun langsung menghampiri mereka berdua. Dan Luciana langsung jongkok.
"Sayang, kamu kenapa?." Tanya Luciana melihat baby Bing yang cemberut.
"Tidak apa apa kok mami. Aku baik baik saja, dan aku sangat bahagia, kalau mami menikah dengan papi." Jawab baby Bing tersenyum tipis.
"Terima kasih banyak anak mami. Jangan marah ya sayang, kalau begitu, mami akan membuatkan cemilan untuk kamu nanti malam. Mami sayang kamu sayang." Langsung mencium pipi baby Bing, dan kembali berdiri.
"Apa, mami mencium pipiku. Kalau begitu, mami juga menyukaiku dong, dan tidak menyukai papi saja. Kalau begitu, kalau nanti mami cerai, aku bisa menikahkan mami." Ucap baby Bing tersenyum jahat, dan kembali ke kursi tamunya.
"Kalau begitu, sekarang pelemparan bucket bunga. Siapa yang akan mendapatkannya, akan segera menikah juga kedepannya."
"Dipersilahkan untuk dua pengantin, saling memegang bunganya, dan berbalik badan, membelakangi tamu. Dan untuk para tamu, untuk berdiri dan bersiap siap menangkap." Ucap mc kembali dengan meriah.
__ADS_1
"Kalau begitu, pelemparan bunga akan dimulai dari 1, 2, 3. Bunga dilemparkan." Teriak mc tersebut dengan meriah.
bunga pun langsung dilemparkan ke belakang, dan yang mendapatkan bucket bunga tersebut, adalah seorang wanita yang bernama Carina.
Sontak Luciana dan Leonathan langsung kembali membalikkan badannya, ke para tamu. Sontak Luciana sedikit bingung, dan tidak ingat siapa wanita itu.
"Wah, selamat untuk kakaknya. Dipersilahkan untuk kakaknya maju kedepan." Ucap mc kembali.
Carina langsung naik ke atas panggung, dan langsung menatap wajah Luciana. Tiba tiba saja Carina langsung memeluk Luciana, sambil menangis dengan deras.
Luciana langsung melepaskan pelukan tersebut. "Kamu siapa?." Tanya Luciana yang belum mengingatnya.
"Kenapa kau melupakanku. Apa karena aku meninggalkanmu. Maafkan aku Luciana, aku sibuk bekerja di Australia. Jadi aku melupakanmu, dan tidak sempat menghubungimu. Maafkan aku Luciana."
__ADS_1
"Masa kau lupa sih, aku ini Carina. Kau ingat dengan baik baik itu." Ucap Carina kembali memeluk Luciana dengan erat.
"Luciana. Aku seperti tidak asing dengan nama ini." Ucap Luciana mengingat masa lalunya kembali.
Setelah memikirkannya. Akhirnya Luciana mengingatnya. "Aku baru ingat. Carina adalah sahabatku dari kecil, dan melindungiku, dimana pun aku berada. Tapi, dia juga sering disakiti, gara gara aku. Akibat aku dulu sempat melawan Dayton itu. Aku benar benar baru mengingatnya, maafkan aku Carina." Ucap batin Luciana merespon pelukan Carina.
"Maafkan aku Carina, karena aku melupakanmu. Aku benar benar lupa, karena selama ini kau tidak pernah muncul dihadapanku." Ucap Luciana ikut meneteskan air matanya.
Kembali melepaskan pelukannya. "Untunglah kalau kau ingat. Yang terpenting, kau harus bahagia, dan jangan pernah menangis hanya karena seorang pria. Karena kau sendiri yang mengatakannya dulu." Ucap Carina, sambil mengusap air mata Luciana.
"Tentu saja. Aku sangat bahagia, karena kau hadir di acara pernikahanku ini." Langsung memegang kedua tangan Carina, dan tertawa bersama.
"Karena kamu yang mendapatkan bucket bunga ini. Aku akan memberikan sebuah hadiah untukmu, dan jangan ada kata penolakan." Ucap Luciana, mengambil hadiah yang sudah ia siapkan untuk para tamu.
__ADS_1
"Terimalah ini. Dan ada hadiah yang akan menyusul nanti. Semoga kamu menyukainya.
Disisi lain. "Kapan mereka