Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 142: Kembali


__ADS_3

"Soal itu, saya sama sekali tidak pernah melawan dan hanya bisa diam ketika mereka terus menyiksa saya. Saya tidak bohong, saya mempunyai lukanya. Biar saya tunjukkan," jawab Luciana langsung menunjukkan luka bekas siksaan dari Ibu dan Adik tirinya.


Disisi lain, ternyata berita tersebut sudah dilihat oleh semua manusia yang ada di kota tersebut, termasuk Ayahnya sendiri yang sedang melihat acara siaran langsung tersebut di ruang kerjanya, "ini tidak mungkin. Jadi, sejak dulu anak kandungku disiksa habis oleh mereka berdua. Kenapa aku tidak tahu selama ini," ucap Ayahnya yang begitu kaget dan tidak menyangka.


Kembali ke Luciana, di mana Luciana menunjukkan luka yang ada di pergelangan tangan juga paha kakinya, "inilah luka yang mereka buat diseluruh tubuhku. Aku tidak berani memberitahukan kepada Ayahku, karena aku terus diancam akan dibunuh. Dari situlah hidupku benar-benar hancur dan aku tidak punya semangat hidup. Sampai di mana aku memilih untuk menikah dengan pria yang bernama Leonathan," jawab Luciana dengan jelas dan kembali menatap wajah Carissa, setelah menunjukkan lukanya.


"Astaga, ini benar-benar tidak manusiawi. Seharusnya orang yang seperti ini ditindak lanjutkan ke pengadilan. Apa sekarang anda dan keluarga anda masih berhubungan?" tanyanya kembali.


"Tentu saja. Tapi saya tidak terlalu dekat dan bahkan saya tidak pernah datang ke rumah saya sendiri, karena jika saya datang, saya akan terus membayangkan penyiksaan yang begitu terlintas dipikiran saya" jawab Luciana.


"Oh ya nona Luciana, saya dengar kalau Adik anda bekerja di perusahaan busana anda sendiri. Apa anda tidak ada niatan untuk balas dendam dengannya dan kenapa anda menerima Adik tiri anda, yang sudah menyiksa anda. Seharusnya anda melakukan balas dendam dan tidak menerimanya bekerja di perusahaan itu?" tanya si wawancara tersebut.


"Bagaimana ya menjelaskannya. Saya sebenarnya ingin lebih lama untuk mempermainkannya. Saya tidak perlu balas dendam dengannya, karena saya punya semua buktinya di sini" jawab Luciana mengeluarkan ponselnya dan menunjukkannya ke publik.


"Wahhh, nyonya Luciana benar-benar hebat. Apa anda tidak bisa menunjukkan buktinya kepada kami?" tanya si wawancara kembali.


"Saksikan saja buktinya nanti malam. Akan ada sebuah video yang membuat kalian heboh dan kalian akan tahu siapa sebenarnya Gita dan keluarganya" jawab Luciana tersenyum tipis.


"Sampai di sini berita hari ini dan saksikan sebuah video yang akan tayang nanti malam di semua siaran televisi kalian" ucap si wawancara tersebut dan kamera pun langsung dimatikan.

__ADS_1


"Terima kasih banyak ya nyonya Luciana, karena sudah memberikan sebuah berita kepada kami. Kami sangat terhormat bisa ada anda di sini," ujar si wawancara tersebut dan Luciana pun tersenyum tipis.


"Kalau begitu, saya juga berterima kasih kepada kalian, karena sudah mau mewawancarai saya. Kalau begitu, saya permisi dulu," ucap Luciana melambaikan tangannya dan semua kameramen bersama reporter juga melambaikan tangannya, lalu Luciana langsung keluar dari perusahaan siaran televisi.


Saat Luciana keluar dari perusahaan tersebut, ternyata sudah banyak reporter dari siaran televisi lainnya yang hendak mewawancarai Luciana, "permisi nyonya Luciana, apakah anda bisa menunjukkan bukti tentang adik tiri anda kepada kami sekarang. Agar kami bisa mewawancarai adik anda?" ucap reporter tersebut.


"Oh ya nyonya Luciana, kenapa anda tidak membongkar kejahatan Adik dan Ibu tiri anda. Kenapa baru sekarang anda membongkar kejahatan mereka?" tanya reporter lainnya.


"Benar itu, dan kenapa anda datang sendiri, ke mana suami anda. Apa anda tidak memberitahukan soal ini kepada suami anda sendiri?" tanya yang lainnya.


"Semuanya akan terjawab nanti malam. Saya akan mengirimkan video tersebut kepada kalian semua. Di dalam video itu akan terjawab semuanya. Kalau begitu, saya mau pergi dulu," jawab Luciana langsung masuk ke dalam mobilnya.


"Ya, kita jadi gak bisa dapat jawaban dari nyonya Luciana. Gaji kita gak dinaikkan deh nih. Sudahlah, nanti malam kita harus fokus untuk melihat rekaman yang akan dikirimkan oleh nyonya Luciana. Kalau begitu, mari kita kembali ke perusahaan kita masing-masing," ucap reporter tersebut dan mereka semua langsung kembali ke perusahaannya masing-masing.


"Ada apa Pak Stefan. Kenapa kamu terus memanggil saya?" tanya Leonathan yang sedang mengerjakan pekerjaannya dan langsung menatap wajah Stefan.


"Ini, ada berita viral di sosial media, tentang nyonya tuan" jawab Pak Stefan langsung memberikan ponselnya dan memberikannya kepada Leonathan.


"Berita apa memangnya," langsung melihat berita yang viral disosial media.

__ADS_1


Leonathan melihat berita tentang Luciana yang menceritakan soal masa lalunya dan akan mengungkapkan kejahatan dari Ibu dan Adik tirinya, "kenapa dia keluar dari kamar, dan dia membuka perban yang ada dikaki dan tangannya juga. Padahal saya sudah menyuruh dua pengawal untuk menjaga di depan kamarnya, tapi dia malah kabur dan malah datang ke perusahaan siaran televisi. Apa sebenarnya yang dia rencanakan" ucap batin Leonathan sambil mengerutkan keningnya dan sedikit cemas dengan Luciana.


Leonathan pun mengembalikan ponsel milik Pak Stefan dan Leonathan langsung berdiri, "tuan mau ke mana?" tanya Pak Stefan sambil menaikkan alisnya.


"Saya mau ke rumah sebentar, ada hal yang mau saya urus" jawab Leonathan langsung mengenakan jaketnya dan langsung keluar dari perusahaan.


"Aneh, sepertinya akan terjadi hal yang tidak diduga" ucap batin Pak Stefan sambil menaikkan alisnya juga.


Kembali ke Luciana, di mana Luciana hendak menuju perjalanan rumah. Tapi, tiba-tiba saja ada sebuah panggilan masuk dari ponselnya dan Luciana langsung mengambil ponselnya lalu melihat siapa yang menghubunginya.


"Ayah, kenapa dia menghubungiku. Apa dia mau menanyakan soal berita yang aku sebarkan itu" langsung mengangkat panggilan tersebut.


"Halo Ayah, ada hal apa Ayah menghubungiku?" tanya Luciana.


"Apa kamu bisa datang ke rumah. Ada hal yang mau Ayah tanyakan kepada kamu" ucap Ayahnya.


"Tumben banget. Baiklah, aku akan datang ke rumah sekarang," jawab Luciana langsung mematikan ponselnya dan mengubah arah jalan menuju rumah Ayahnya.


Setelah beberapa menit. Sampailah Luciana di rumah aslinya dan Luciana pun langsung turun dari mobilnya dan berdiri di depan rumahnya, "rumah yang dulu penuh dengan kebahagiaan, malah menjadi rumah yang penuh dengan keburukan dan seperti neraka ini. Semuanya ini karena Gita dan Ibunya itu" ucap Luciana langsung menekan tombol bel rumah dan pintu pun langsung terbuka dan yang membukakannya adalah Ayahnya sendiri.

__ADS_1


Luciana dan Ayahnya pun saling bertatapan, "apa yang ingin Ayah katakan padaku?" tanya Luciana langsung masuk ke dalam rumah tersebut dan duduk di sofa ruang tamu.


Ayahnya pun mengikutinya dari belakang dan duduk disampingnya, "ada hal yang mau Ayah tanyakan kepadamu Nak, ini soal berita yang viral di sosial media" jawab Ayahnya memasang ekspresi menyesal.


__ADS_2