Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 111: Cctv


__ADS_3

"Aku harap kau tidak pernah mengganggu keluargaku lagi. Aku pergi." Tegas Leonathan dan langsung keluar dari restoran tersebut.


"Mana mungkin aku akan melepaskanmu dengan semudah itu. Aku sudah terlalu mencintaimu. Mana mungkin aku akan membiarkanmu di tangan wanita itu. Kalau saja aku tidak pergi waktu itu. Mungkin aku yang akan menjadi istrimu Leonathan sayang. Omong-omong, foto kita berdua, sudah di ambil oleh orang yang aku suruh. Dan foto itu akan viral. Itu akan membuat sedikit masalah bagi hubunganmu dan istrimu. Hahahah, itu yang aku tunggu." Ujar Karina tersenyum miring.


Disisi lain. Di mana Luciana sudah sampai di Perusahaan Princess Gown. Dan Luciana sudah berada di ruang kerjanya, dengan Gita di hadapannya. "Ada apa bu bos memanggil saya?" tanya Gita.


"Bagaimana dengan perkembangan perusahaan akhir-akhir ini?" tanya balik Luciana sambil menyilangkan kakinya.


"Akhir-akhir ini keadaan baik-baik saja bu bos," jawab Gita sambil tersenyum.


"Baiklah, aku akan mempercayaimu. Kalau begitu, antarkan saya ke ruang busana. Saya mau melihat gaun yang sudah di jahit dan sudah siap di kirim ke brand terpercaya kita." Perintah Luciana.


"Baik bu bos. Silahkan," langsung mempersilahkan Luciana, dan Luciana keluar bersama Gita, lalu menuju ruang busana.


Sesampainya di ruang busana, Luciana pun duduk di sofa ruang tamu, dan Gita berada di sampingnya. "Rasanya aku ingin memukul wanita ini. Tapi kau harus sabar Gita, karena sebentar lagi kau akan memiliki perusahaan ini kembali. Kau hanya perlu bersabar sedikit lagi." Ucap batin Gita menahan emosinya.


"Kalau begitu, tolong tunjukkan busana yang sudah selesai." Perintah Luciana kepada Gita.


"Kan sudah ada pelayan bu bos. Bu bos bisa suruh mereka." Ucap Gita kepada Luciana.


"Kau mau membangkang bos mu. Mau turun derajat." Mengancam.


"Eh, tidak bu bos. Maafkan saya bu bos. Saya akan menunjukkan busananya sendiri." Takut Gita, dan langsung mengeluarkan busana tersebut dari lemari tariknya.


Rose pun menarik lemari panjang tersebut, dan busana langsung di tunjukkan kepada Luciana. "Ini busana yang sudah siap, dan akan di kirim ke brand terkenal kita bu bos." Ujar Gita kembali tersenyum kepada Luciana.


"Terima kasih banyak. Kalau begitu, kamu keluarlah, karena saya sudah tidak membutuhkanmu. Kembali ke pekerjaanmu." Mengusir Gita.

__ADS_1


"Baik bu bos. Kalau ada apa-apa, langsung panggil saya bu bos. Saya permisi." Menundukkan badannya, dan keluar dari ruang busana tersebut.


Disisi lain. Luciana mengambil ponselnya, dan menghubungi Rose.


Tersambung, "halo Rose. Kamu datanglah ke ruang busana. Ada yang ingin saya katakan kepadamu." Ucap Luciana sambil memegang busana tersebut.


"Baik nyonya. Saya akan langsung ke sana," jawab Rose, dan Luciana langsung mematikan ponselnya.


Setelah itu. Luciana kembali melihat busana dengan hasil desainnya sendiri." Benar-benar bagus. Di masa lalu, aku malah menyia-nyiakan bakatku yang bisa menghasilkan uang banyak. Aku bersyukur, karena sudah kembali ke dunia ini lagi. Aku jadi bisa mengubah kesalahan yang aku buat dulu." Ucap batin Luciana senyum-senyum sendiri.


Saat Luciana sedang melihat beberapa busana. Luciana melihat ada sebuah gaun yang begitu indah, dengan perpaduan warna hitam dan merah. "Wow, busana ini begitu indah. Aku jadi ingin mengenakannya. Pelayan, tolong kamu bungkus busana ini. Mau saya bawak pulang." Perintah Luciana.


"Baik nyonya. Akan saya bungkuskan sekarang." Jawab pelayan tersebut langsung mengambil busana yang diinginkan Luciana, dan langsung membungkusnya.


Luciana pun duduk di sofa, dan datanglah Rose. Ia langsung memberikan salam kepada Luciana, dan berdiri di hadapan Luciana.


"Mana berkas yang saya minta?" tanya balik Luciana.


"Ouh, ini berkas yang nyonya minta. Silahkan nyonya." Langsung memberikannya kepada Luciana, dan Luciana pun mengambilnya, lalu melihatnya.


"Kenapa dana kita menurun drastis. Kenapa perkembangannya tidak ada. Dan kenapa malah kebanyakan kerugiannya. Apa yang sebenarnya terjadi di sini?" tanya Luciana langsung menatap wajah Rose, dan menutup berkas tersebut.


"Sejak nyonya mengutus direktur Gita menjadi direktur. Perkembangan perusahaan jadi berubah, dan direktur Gita jadi sering memerintah kami, dan menyuruh kami untuk melakukan hal-hal yang sepele. Maka sebab itu, kami jadi tidak fokus untuk mengerjakan pekerjaan kami, karena kami sibuk melayani direktur Gita nyonya." Jawab Rose dengan jelas.


"Aku sudah tahu kalau dia akan seperti itu. Dia pasti sok berkuasa, dan ingin mengambil semua harta kekayaanku. Tidak semudah itu sayang." Ucap batin Luciana tersenyum tipis.


"Saya mau bertanya kepadamu. Apa semua ruangan terpasang cctv?" tanya Luciana kembali, sambil menaikkan alisnya.

__ADS_1


"Iya nyonya. Semua ruangan kami pasang cctv, tapi tanpa sepengetahuan siapapun nyonya. Ada apa memangnya nyonya." Jawab Rose sekaligus bertanya.


"Baguslah. Tolong kamu kirim rekaman cctv yang ada di ruangan Gita. Kemarin kan kamu sudah mengirimkannya. Kali ini, kirim semua rekaman yang ada di semua ruangan. Kamu paham kan, dan kirim nanti malam saja. Bisa." Jawab Luciana dengan jelas.


"Baik nyonya. Secepatnya akan saya kirim nanti malam nyonya. Apa ada yang lain nyonya?" tanya Rose untuk memastikannya.


"Tidak ada, dan kamu bisa kembali ke pekerjaan mu sekarang. Dan simpanlah berkas ini." Jawab Luciana, dan mengembalikan berkas tersebut kepada Rose.


"Baik nyonya. Kalau begitu, saya permisi dulu." Mengambil berkas dari tangan Luciana, dan langsung keluar dari ruangan busana.


Setelah Rose keluar. Datanglah pelayan yang Luciana suruh untuk membungkuskan pakaiannya. "Nyonya, pakaiannya sudah selesai." Memberitahukannya.


"Ouh, terima kasih banyak. Kalau begitu, tolong kamu bersihkan ruangan ini. Sepertinya masih ada debu. Jangan sampai ada kotoran, karena ini adalah ruangan busana. Kamu paham kan." Perintah Luciana dan mengambil busana yang sudah di bungkuskan ke dalam sebuah tas Gucci.


"Baik nyonya. Maafkan saya nyonya, atas kesalahan ini." Langsung menundukkan kepalanya, untuk meminta maaf.


"Sudahlah. Kalau begitu, saya keluar dulu," ujar Luciana langsung keluar dari ruang busana, dan keluar dari perusahaan.


Saat di luar perusahaan. Tiba-tiba ada yang memanggilnya dari belakang, dan ia adalah Kai. Sontak Luciana berbalik badan, lalu menatap wajah Kai.


"Kai, ada apa?" tanya Luciana mendekat ke Kai, dan menaikkan alisnya.


"Kamu mau pulang kah?" tanya balik Kai.


"Iya nih. Tapi mau jemput anak dulu, karena sebentar lagi jadwal pulangnya. Memangnya kenapa Kai, dan kamu habis dari mana." Jawab Luciana sekaligus bertanya.


"Sudah lama kita tidak mengobrol bersama. Apa nanti malam kamu punya waktu. Aku hanya ingin mengobrol denganmu." Jawab Kai sambil tersenyum, dan mengelus lehernya.

__ADS_1


"Boleh banget. Tapi sebelum itu, apa aku boleh mengajak suamiku?" tanya Luciana, dan ikut tersenyum.


__ADS_2