
Di dalam mobil. Luciana dan anak-anak langsung duduk di dalam mobil dengan tenang. Dan mobil berangkat menuju suatu tempat yang sudah di katakan Luciana kepada sang supir.
Di perjalanan, "kita mau ke mana ma?" tanya Chika dengan menggemaskan.
"Kita mau ke tempat yang akan membuat kalian bahagia anak-anak. Pokoknya kalian semua akan senang deh." Jawab Luciana sambil tersenyum, dan mengelus rambut Chika.
"Bing jadi penasaran ma. Tempat apa yang mau mama tunjukkan." Penasaran baby Bing.
"Nanti kamu juga tahu sayang mami," mengelus rambut baby Bing juga.
Sampailah di tempat tersebut. Merekapun langsung turun dari mobil bersamaan. "Kita sudah sampai anak-anak." Ucap Luciana menunjukkan rumah tersebut yang ada di hadapan mereka semua.
"Ini kan rumah ma. Rumah siapa?" tanya Aron sambil menaikkan alisnya.
"Ini rumah kalian semua. Mama membelikan rumah untuk kalian tempati, dan mama akan mengajak teman-teman kalian juga, untuk tinggal bersama di sini. Nanti akan ada yang menjaga kalian di sini. Jadi kalian akan di temani oleh seorang wanita, yang akan kalian sebut ibu juga. Bagaimana." Jawab Luciana dengan jelas, dan tersenyum bahagia.
Tiba-tiba saja Aron menangis. Luciana yang melihatnya pun, langsung berjongkok di hadapan Aron. "Kamu kenapa sayang. Apa kamu tidak suka?" tanya Luciana sambil merapikan rambut Aron.
Aron mengusap air matanya, dan menatap wajah Luciana. "Aku sangat bahagia ma, karena baru kali ini kami merasakan hal yang tidak pernah kami dapatkan." Jawab Aron masih terus menangis.
"Sudahlah, jangan menangis sayang. Nanti mama ikut nangis juga. Kalau begitu, mari kita berpelukan." Ucap Luciana langsung memeluk anak-anak, dan baby Bing juga.
"Mami benar-benar baik banget. Tidak salah papi menikah dengan mami. Mami adalah bidadari yang tidak bersayap. Aku semakin sayang sama mami." Ujar baby Bing ikut menangis, dan semuanya menangis bahagia.
"Kalau begitu, mari kita masuk ke dalam ya sayang. Kita lihat di dalamnya seperti apa. Yuk." Ajak Luciana dan menggandeng tangan anak-anak.
Merekapun masuk ke dalam rumah yang sudah menjadi hak milih Luciana. "Wah, rumahnya cantik banget ma. Baru kali ini Aron datang ke rumah yang begitu besar." Bahagia Aron, sambil melihat sekitarnya.
"Iya ma. Benar-benar besar banget dalamnya. Apa Hana boleh duduk di sofa ma?" tanya Hana meminta izin kepada Luciana.
__ADS_1
"Boleh sayang. Dan mama akan menunjukkan tempat yang lebih menyenangkan. Yuk ikut mama." Jawab Luciana dan mengajak anak-anak kembali.
Merekapun mengikuti Luciana dari belakang, dan tibalah di sebuah ruangan. Luciana pun membukakan pintu tersebut, dan ruangan tersebut adalah ruang bermain. Banyak mainan cowok dan cewek. "Ini adalah ruang bermain. Jadi kalian bisa bermain di sini. Yuk masuk." Ucap Luciana kembali tersenyum, dan anak-anak langsung masuk ke ke dalam bersama-sama.
"Wah, banyak banget mainannya ma," bahagia Chika, dan langsung memegang Barbie.
"Banyak banget ma mainannya. Apa Bing boleh bawa pulang satu saja." Meminta izin baby Bing kepada Luciana.
"Tidak boleh sayang. Ini untuk temen-temen kamu. Nanti mami beliin untuk kamu sayang." Jawab Luciana mengecup kening baby Bing.
"Oke deh ma. Kalau begitu, mari kita bermain bersama teman-teman." Ajak baby Bing, dan masuk ke dalam kolam bola-bola.
Hana dan Chika langsung masuk ke dalam kolam bola-bola bersama baby Bing, dan mereka bermain bersama.
"Kalian mainlah bersama dulu. Mama akan berbelanja sayuran untuk kita makan malam dulu ya anak-anak. Kalian di sini dulu, dan jangan ke mana-mana. Aron, kamu tutup pintunya dulu ya sayang. Mama mau berbelanja dulu. Tadi kelupaan untuk membeli bahan-bahan dapur." Ucap Luciana kembali tersenyum.
Luciana pun keluar dari rumah, dan Aron melambaikan tangannya di depan pintu. Luciana langsung masuk ke dalam mobilnya, dan berangkat menuju pasar.
Di perjalanan, "aku akan membeli bahan dapur yang banyak. Dan apalagi ya, sepertinya sudah semuanya di beli. Itu saja deh, lagian ini sudah mau malam." Ujar Luciana terus tersenyum bahagia.
Sesampainya di pasar. Luciana langsung turun dari mobil, dan membeli bahan-bahan dapur. Setelah 1 jam berlalu, Luciana sudah membeli bahan-bahan dapur, termasuk sayuran. "Okey, semuanya sudah selesai. Saatnya kembali ke rumah panti asuhan." Langsung masuk ke dalam mobil, dan pak supir yang membawa belanjaan Luciana.
Mobil pun langsung berangkat. Sesampainya di rumah panti asuhan. Luciana pun turun dari mobil, dan pak supir membawa semua belanjaan dapur, bersama barang-barang yang telah di beli di mall tadi.
Luciana mengetuk pintu rumah, "sayang, mama pulang." Ucap Luciana, dan pintu langsung terbuka.
"Mami," peluk baby Bing.
"Sayang, yang lainnya di mana?" tanya Luciana, sambil masuk ke dalam rumah, dengan menggandeng tangan baby Bing.
__ADS_1
"Yang lainnya sedang menonton televisi ma. Tuh" menunjuk anak-anak.
"Oh, halo semuanya. Lagi seru nonton televisi ya?" tanya Luciana, dan menghampiri anak-anak.
"Sayang, kamu sudah kembali." Ucap tidak lain lagi ialah Leonathan, yang baru keluar dari kamar anak-anak.
Sontak Luciana membalikkan badannya, dan menatap wajah Leonathan. "Eh, sayang. Kenapa kamu ada di sini?" tanya Luciana langsung memeluk Leonathan dengan bahagia.
"Aku dapat kabar dari pak supir, kalau kamu sedang bersama anak-anak. Dan pak supir juga yang memberitahukan lokasi rumah ini. Jadinya aku langsung ke sini." Jawab Leonathan mengecup kening Luciana.
"Papi," teriak baby Bing, dan langsung menghampiri Leonathan dan Luciana.
"Oh ya sayang, apa kamu sudah berkenalan dengan anak-anak?" tanya Luciana langsung melepaskan pelukan tersebut.
"Sudah. Mereka duluan yang memperkenalkan diri mereka masing-masing." Jawab Leonathan kembali tersenyum.
"Kamu bantu sana pak supir, untuk mengambil belanjaan yang ada di bagasi. Kasihan tahu. Sana." Ucap Luciana menyuruh Leonathan.
"Iya iya. Ini aku ambil," langsung keluar rumah, untuk mengambil tas belanjaan Luciana.
Luciana pun duduk di sofa, dengan anak-anak. "Kalian sedang menonton apa anak-anak?" tanya Luciana kembali tersenyum.
Aron dan adiknya langsung menatap wajah Luciana. "Kami sedang menonton kartun ma. Apa mama suka film kartun?" jawab Aron sekaligus bertanya.
"Mama suka banget dong sayang. Kalau begitu, mending kalian mandi dulu sana. Mari mama antarkan ke kamar kalian. Dan sudah ada pakaian yang mama siapkan di lemari. Kalian tinggal pilih saja, mau pakaian mana yang kalian pakai. Yuk" ajak Luciana dan anak-anak langsung mengikuti Luciana di sampingnya.
Sesampainya di kamar. Luciana dan anak-anak langsung masuk ke dalam kamar bersama. "Ini kamar kalian bersama anak-anak." Ucap bahagia Luciana.
Aron dan adik-adiknya langsung memasang ekspresi wajah
__ADS_1