Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 46: Brand Terkenal


__ADS_3

Luciana pun langsung mematikan ponselnya, dan saat ia baru meletakkan ponselnya di meja. Tiba tiba saja ponselnya kembali berdering, dan saat ia lihat, ternyata ponsel baby Bing.


"Kenapa anak ini menghubungiku. Tumben banget dia bawa ponselnya." Ucap Luciana langsung mengangkatnya, dan ternyata sebuah video call.


"Halo sayang, ada apa menghubungi mami?." Tanya Luciana langsung tersenyum.


"Halo juga mami sayang. Ini mi, tadi aku ada kegiatan dengan guru dan teman teman. Katanya akan ada kegiatan sekolah antar orang tua mi. Terus kata gurunya, nanti sore mami dan papi harus mengambil tiket permainannya. Apa bisa mi?." Jawabnya sekaligus bertanya.


"Tentu saja bisa sayang. Nanti akan mami sampaikan kepada papi juga. Kamu belajarlah dengan baik di sana ya sayang. Apa itu saja yang mau Bing katakan." Memastikan.


"Oh ya ada satu lagi mi." Ucap baby Bing tersenyum tipis.


"Apa sayang?." Tanya Luciana sambil menaikkan alisnya.


"I love you mami. Dah mami sayang." Jawab baby Bing menggodanya, dan langsung mematikan ponselnya.


"Astaga, anak itu benar benar menggemaskan. Membuatku gila saja. Hahahah." Tertawa sendiri Luciana dan kembali meletakkan ponselnya kembali.


Tiba tiba ada yang mengetuk pintu, dan ia adalah Rose. "Permisi nyonya, apa kamu boleh masuk?." Tanyanya dari luar.


"Masuklah." Jawab Luciana.


Merekapun langsung masuk semua. Dan Rose sudah membawa teman teman Alvino dan juga Delisa.


"Salam bos." Salam Delisa.


"Salam kak." Ucap teman Alvino juga, dan mereka langsung memberi salam, dengan menundukkan badannya.


"Sudahlah, naikkan badan kalian. Hyuna, Amanda, dan Max. Kalian bisa duduk di sofa dulu. Karena saya mau mengatakan hal penting dulu dengan Delisa." Perintahnya.


"Baik kak." Menurut, dan langsung duduk di sofa.


"Baik Delisa. Di sini saya mau bertanya kepadamu, soal yang aku lakukan rapat kemarin. Bagaimana, apa sudah ada karyawan yang mendapatkan brand terkenal?." Tanyanya sambil menyilangkan kakinya.


"Soal itu bos. Semua sudah aman terkendali bos, sudah ada dari 10 karyawan yang mendapatkan brand terkenal, termasuk brand Gucci bos. Katanya mereka akan datang langsung ke perusahaan ini bos." Jawab Delisa serius.

__ADS_1


"Baguslah. Kalau begitu, tolong kamu kumpulkan semuanya di ruang rapat. Ada yang mau saya sampaikan kepada mereka semua. Kamu paham kan Delisa." Ucap Luciana sambil menaikkan alisnya.


"Baik bos. Apa ada yang lain lagi bos?." Jawabnya sekaligus bertanya.


"Oh ya, tolong kamu rekap semua pakaian pakaian yang sudah di desain. Karena kita akan langsung membuatnya menjadi sebuah gaun atau dress. Kamu mengerti kan." Ucapnya.


"Baik bos." Jawabnya langsung menundukkan kembali kepalanya.


"Kalau begitu, kami bisa pergi sekarang. Dan jangan lupa, untuk menjalankan apa yang aku katakan ini." Ucapnya.


"Baik bos, kalau begitu, saya permisi." Kembali menundukkan badannya, dan langsung pergi dari ruang pribadi Luciana.


"Kalian, sini." Panggil Luciana kepada mereka bertiga.


Hyuna, Amanda, dan Max langsung berdirinya dihadapan Luciana. "Okey, penampilan kalian hari ini sangat menarik. Aku suka kalian. Kalau begitu, Rose. Tolong ukur berapa ukuran pinggang dan seluruh tubuh mereka, agar saat pembuatan gaun dan pakaian prianya. Semuanya sudah berjalan dengan baik." Ucap Luciana kepada Rose.


"Baik nyonya. Saya akan mengukur mereka bertiga." Sahut Rose langsung menghampiri mereka bertiga.


"Kalau begitu, saya mau panggil penjahit terkenalnya dulu. Saat aku sudah kembali, semua harus sudah siap. Kamu paham kan Rose." Ucapnya sambil meletakkan ponselnya di tas, dan langsung menyandangnya.


Luciana pun langsung keluar dari ruang pribadinya, dan turun ke lantai 1. Delisa yang melihat Luciana sudah ada di ruang karyawan, sontak langsung menghampirinya.


"Salam bos. Saya sudah mengumpulkan semua karyawan di ruang rapat. Apa sekarang kita akan rapat nyonya." Ucapnya sekaligus bertanya.


"Baguslah, kalau begitu kita pergi sekarang. Mari." Jawab Luciana dan mereka berdua menuju ruang rapat.


Sesampainya, Luciana dan Delisa langsung masuk ke dalam ruang rapat. Sontak semua karyawan langsung berdiri, dan memberikan salam kepada Luciana.


"Salam bos." Ucap semua karyawan langsung menundukkan badannya masing masing.


"Duduklah." Ucap Luciana juga duduk di kursi utamanya.


"Baik semuanya. Kenapa saya memanggil kalian untuk berkumpul di ruang rapat ini. Karena, ada yang mau saya tanyakan kepada kalian semua, soal hal yang saya janjikan kemarin. Coba kalian tunjuk tangan, siapa saja yang berhasil mendapatkan brand terkenal?." Tanyanya dengan elegan.


Semua karyawan pun langsung mengangkat tangannya. "Wah, memang banyak juga ya. Seperti yang kamu katakan tadi Delisa. Baik, coba sebutkan masing masing brand yang kalian dapatkan." Tanya Luciana

__ADS_1


Karyawan pun salah satu langsung berdiri. "Nama saya Vanessa, saya berhasil mendapatkan brand Louis Vuitton bos." Ucapnya sambil tersenyum tipis.


"Bagus, duduk kamu. Kamu akan mendapatkan tips lebih dari saya. Tapi jangan lupa, harus berikan pelayanan sebaik mungkin terhadap mereka. Dan kirimkan data data brand mereka, agar aku bisa menghubungi mereka semua." Ujar Luciana.


"Baik nyonya." Menundukkan badannya, dan kembali duduk.


"Lanjut." Ucap Luciana sambil memainkan kakinya di bawah.


Karyawan lainnya langsung berdiri juga. "Saya Maria bos, saya mendapatkan brand Hermes bos." Ucap Maria sambil tersenyum tipis juga.


"Bagus, duduklah kamu. Lanjut." Ucap Luciana ikut tersenyum, dan memanggil giliran karyawan lainnya.


Sampai dimana semua brand terkenal sudah disebutkan, dan terdiri dari Louis Vuitton, Dior, Hermes, Gucci, Chanel, Burberry, Prada, Ralph Lauren.


"Kalian benar benar hebat. Kalau begitu, berikan masing masing nomor rekening kalian. Akan saya transfer tip untuk kalian." Ucap Luciana mengeluarkan ponselnya.


"Tolong kamu catat semua rekening mereka Delisa." Perintah Luciana.


"Baik bos." Mengambil ponsel Luciana dan langsung mencatat nomor rekening karyawannya.


"Baiklah semuanya. Di sini, tujuan fashion show kita, yaitu memamerkan atau memperkenalkan busana rancangan kita, agar semua brand terkenal, yang bekerjasama dengan kita, tidak kecewa. Kalian paham kan." Ucap Luciana.


"Iya bos." Jawab semua karyawan tersenyum tipis.


"Kalau begitu, kalian bisa lanjut membuat desain kostumnya. Saya juga akan membantu membuat desainer yang indah, dan kalian tinggal menjahitnya dengan indah. Kalian paham kan." Ujar Luciana kembali.


"Baik bos." Jawab mereka kembali.


"Kalian bisa kembali ke meja kalian masing masing." Perintah Luciana, dan semuanya langsung menundukkan badannya, dan keluar dari ruang rapat.


Setelah semuanya pergi, dan hanya sisa Delisa dan Luciana. "Untuk kamu Delisa, bantu yang menerima bagian sosial media. Kalau begitu, kamu kembali ke meja juga." Perintah Luciana kembali.


"Baik bos. Saya permisi." Menundukkan badannya, dan langsung keluar dari ruang rapat.


"Semua sudah beres, dan aku mau menghampiri Rose dulu, dan yang lainnya." Ucapnya langsung keluar dari ruang rapat, dan menuju ruang pribadinya.

__ADS_1


Saat Luciana masuk ke dalam, ternyata


__ADS_2