
Sontak Gita langsung menatap ayahnya." Eh, ayah. Ada apa kemari?." Tanyanya.
"Kamu jangan tidur disini, karena dulu ini adalah kamar Luciana. Karena dia mau menginap disini, kamu harus pindah ke kamar yang lainnya." Jawab ayahnya.
"Kenapa aku harus pindah ayah, dia itu suruh pindah. Ini kan sudah menjadi kamarku, kan ayah sendiri yang memberikannya kepadaku dulu. Kenapa tiba tiba ayah menyuruhku keluar?." Tanya Gita dengan tegas.
"Kamu jangan membantah. Dia itu sekarang sudah mau menjadi istri tuan Leonathan. Tentu kita harus memperlakukannya dengan baik, jangan sampai dia tidak betah disini, dan mengadukannya kepada tuan Leonathan"
"Kalau sampai dia mengadu. Otomatis perusahaan kita akan hancur. Pikir kalian." Tegas ayahnya sampai melotot.
"Sudahlah nak. Kamu ikuti saja kemauan ayah kamu, ini kan hanya sehari saya. Setelah itu, kamu bisa kembali ke kamar kamu. Yuk kita keluar." Ucap Abilene hanya bisa pasrah dengan kemauan suaminya.
"Baiklah bu. Tapi hanya hari ini saja." Ucap Gita langsung keluar bersama ibunya, untuk tidur di kamar ibunya.
__ADS_1
Setelah itu, Henry langsung turun kembali, untuk menjemput Luciana yang berada di ruang tamu. "Sayang, ayah sudah menyuruh Gita pindah ke kamar lainnya. Jadi sekarang, kamu bisa tidur di kamar kamu yang dulu. Istirahatlah, jika kamu lelah sayang." Ucap ayahnya tersenyum palsu.
"Terima kasih banyak. Aku mau istirahat dulu." Langsung naik ke kamarnya.
Sesampai kamarnya. Luciana langsung masuk, dan mengunci pintu kamarnya. "Iyyuh, didalam ini banyak bekas Gita. Aku tidak suka dengannya, lebih baik aku kembali ke rumah Leonathan saja deh. Disana lebih enak, karena aku bisa melihat wajah tampan calon suamiku." Ucap batin Luciana bahagia kembali.
"Anggap saja ini sebagai balasanku. Hahahah, rasakan itu tempe lemes." Ucapnya kembali turun.
"Aku mau pulang saja deh ayah. Disini sangat tidak nyaman, karena kamarnya juga sudah sangat jelek, tidak seperti dulu. Mending aku kembali ke rumah calon suamiku saja." Jawab Luciana, sambil berwajah jutek.
"Apa yang kamu tidak sukai. Apanya yang tidak seperti dulu, biar langsung ayah ubah, seperti yang dulu?." Tanya ayahnya langsung, agar Luciana tidak kecewa, dan tidak mengadukannya kepada Leonathan.
"Isi kamarnya sudah sangat berbeda. Aku mau, decornya, diganti dengan warna hitam gelap, dan semua barang barang di kamarnya, harus berwarna hitam. Apa bisa dikerjakan malam ini juga." Jawab Luciana sambil menaikkan alisnya.
__ADS_1
"Tentu saja sayang. Ayah akan langsung memanggil pelayan, dan membeli warna, serta barang barang yang sama. Tapi dengan warna yang berbeda."
"Kamu tunggu disini dulu, ayah mau memesankannya." Ucap ayahnya langsung menghubungi tempat pembelian alat rumah, dan membelakangi Luciana.
"Dia tidak tahu, bahwa aku sedang menjebaknya. Setelah dia membeli barang barang berwarna hitam, aku akan langsung pergi." Ucap batin Luciana tersenyum tipis, dengan rencana kecilnya.
Setelah beberapa menit menunggu. Kamar hitam pun selesai juga. "Bagaimana menurut kamu sayang. Apa ini cocok dengan kamu?." Tanya ayahnya yang menunjukkan kamar yang sudah dirombak, sesuai permintaan Luciana.
Luciana memegang dahinya. "Lumayan bagus juga. Kalau begitu, panggilkan Gita dan ibu." Jawab Luciana, sekaligus memerintahkannya.
"Untuk apa kamu memanggilnya sayang?." Tanya ayahnya sedikit bingung.
"Ehm,
__ADS_1