
"Kau sudah menikah Luciana. Yang benar saja?." Tanya Kai sedikit kaget.
"Iya Kai. Maaf aku tidak memberitahukanmu, karena aku tidak mempunyai nomor mu. Jadi aku bingung bagaimana menghubungimu. Maaf mendadak begini." Jawab Luciana sambil tersenyum tipis.
"Padahal dulu kita berjanji, kalau ketika kita dewasa. kita akan menikah. Ternyata kau sudah menikah duluan, dengan orang lain, bukan diriku." Ucap Kai langsung cemberut.
"Hahahah, ternyata kau menganggapnya serius ya. Itu kan masa kecil, jadi kita belum tahu apa apa. Kita berbicara asal asalan saja. Tapi kau jangan cemberut begitu. Mana tahu, kau akan menemukan wanita yang lebih baik dariku. Yakan." Jawab Luciana mengelus rambut Kai.
"Baiklah, asalkan kau bahagia. Aku bisa apa." Ujar Kai kembali tersenyum, kepada Luciana.
"Siapa nama suami mu?." Tanya Kai penasaran.
"Namanya itu"
"Nama saya Leonathan." Ucap Leonathan yang tiba tiba muncul, dan langsung merangkul pinggang Luciana.
Sontak Luciana dan Kai kaget, dan langsung menatap wajah Leonathan. "Sayang, kenapa kamu ada di sini?." Tanya Luciana.
"Aku hanya lewat saja, dan aku melihat kamu sedang di pemakaman ini. Dengan seorang pria. Jadinya aku mampir sebentar, untuk menjaga kamu." Jawab Leonathan dengan nada lembut.
"Nah Kai. Ini suami aku, namanya Leonathan." Ucap Luciana memperkenalkan Leonathan kepadanya.
"Ouh, salam kenal. Aku Kai." Jawab Kai memperkenalkan dirinya juga, dan ia langsung berjabat tangan dengan Leonathan. Mereka saling bertatapan dengan tatapan yang tajam.
Luciana yang melihatnya pun tidak bisa apa apa. "Kenapa mereka memasang wajah seperti itu sih. Sudah seperti musuh saja." Ucap batin Luciana kembali tersenyum dan langsung melerai mereka.
"Sudah dong berjabat tangannya." Ucap Luciana melerai mereka berdua.
"Kenapa kamu tidak memberitahukan aku, kalau kamu akan ke makam ibu. Kan aku bisa menemani kamu tadi?." Tanya Leonathan kembali menatap wajah Luciana dengan lembut.
"Aku kira kamu sangat sibuk sayang. Jadinya aku tidak memberitahukan kamu soal ini. Maafkan aku." Jawab Luciana sambil tersenyum.
"Jangan mengatakan maaf, karena kamu tidak salah. Kalau begitu, aku mau lihat ibu juga." Ucap Leonathan langsung jongkok kembali dan mengelus batu nisan ibu mertuanya.
__ADS_1
"Luciana. Apa kita bisa makan bersama. Banyak hal yang mau aku ceritakan kepadamu?." Tanya Kai kembali tersenyum.
"Tentu saja. Aku juga sangat merindukanmu Kai." Jawab Luciana langsung menerimanya, dan ikut tersenyum.
Setelah Leonathan mengatakan hal hal kepada ibu mertuanya. Ia kembali berdiri, dan kembali merangkul pinggang Luciana. "Apa kamu juga mau ikut sayang?." Tanya Luciana kembali menatapnya.
"Boleh saja sih. Aku akan menemanimu." Jawab Leonathan berjaga jaga, karena takut Luciana berpaling darinya.
"Kalau begitu, mari kita pergi sekarang." Ucap Leonathan, dan mereka bertiga langsung pergi dari pemakaman, setelah Luciana dan Kai melambaikan tangannya ke makam ibu.
Merekapun langsung masuk ke dalam mobil Luciana bersama. Dan mobil yang naiki oleh Leonathan, pergi duluan, atas perintahnya.
Di perjalanan. Leonathan duduk di paling depan, di samping supir. Sedangkan Luciana duduk di bangku belakang, bersama Kai.
"Oh ya Kai, bagaimana kabar orang tua kamu di sana. Aku jadi ingin bertemu dengan mereka?." Tanya Luciana kembali tersenyum, sambil mengayunkan kakinya.
"Ibu dan ayah baik baik saja. Mereka juga sangat merindukanmu. Lain waktu aku akan video call mereka, saat ada kau. Mereka juga sering menceritakan masa kecil kita, karena kita sangat dekat dulu. Namanya juga tetangga samping rumah yakan. Hahahah." Jawab Kai tertawa tipis.
Disisi lain. "Apa mereka benar benar tidak menganggapku ada di sini. Membuatku kesal." Ucap batin Leonathan kesal karena ia diabaikan.
"Uhuk, huk." Ucap Leonathan mengode mereka berdua.
"Kamu kenapa sayang. Apa ada yang tidak enak di tenggorokan kamu?." Tanya Luciana dari belakang.
"Aku tidak apa apa." Jawab Leonathan yang masih dingin, dan tidak mau jujur, kalau ia cemburu.
Sesampai restoran. Mereka bertiga langsung turun dari mobil, dan masuk ke dalam bersama. Merekapun duduk di kursi yang tersedia. "Pesanlah yang kalian inginkan. Biar aku yang membayarnya." Ucap Leonathan duduk disamping Luciana, sambil menyilangkan kakinya.
Luciana dan Kai langsung memesan makanan dan minuman yang mereka inginkan. Leonathan hanya memesan ramen dan kopi americano dingin.
"Ditunggu pesanannya." Ucap pelayan tersebut, membungkukkan badannya dan kembali ke dapur.
"Ouh ya Luciana. Bagaimana kabar ayahmu sekarang?." Tanya Kai memulai topik.
__ADS_1
"Ayah sangat baik dengan keluarga barunya. Ayahku menikah lagi dengan wanita lain, dan kini aku memiliki ibu tiri dan adik tiri. Beginilah kehidupanku sekarang." Jawab Luciana sambil tersenyum.
"Aku sudah ketinggalan berita memang. Karena aku sangat sibuk dengan pekerjaanku di sana. Aku harus mengurus perusahaan ayahku, dan perusahaanku sendiri." Ucap Kai bercerita.
"Wah, kamu keren banget. Sudah mengurus dua perusahaan. Tidak sia sia dulu aku mengajarimu belajar. Hahahah, kan kau yang paling susah diajarin, kalau soal matematika. Sekarang, kau malah yang paling pintar di perusahaan. Omong omong, perusahaan apa yang kau miliki?." Tanya Luciana.
"Perusahaan busana." Jawab Kai kembali tersenyum.
"Apa, perusahaan busana. Sama dong, aku juga mempunyai dua perusahaan busana. Sepertinya cocok, kalau kita bekerjasama nih." Ucap Luciana mengajak Kai untuk kerjasama dengannya.
"Wah, keren banget kamu. Sudah memiliki dua perusahaan juga. Mana sama sama busana lagi. Sukses dong kamu." Ikut tersenyum Kai.
"Hahahah, itu masih kecil saja. Dibandingkan dengan suamiku, itu tidak ada tandingannya. Suami juga lebih baik dariku. Dan dia sangat penyayang. Sungguh romantis." Puji Luciana kepada Leonathan.
Pesanan merekapun langsung datang. "Ini pesanan anda." Meletakkannya di atas meja, dan setelah itu. pelayan tersebut langsung menundukkan badannya, dan kembali ke dapur.
"Ouh ya Kai. kau tinggal di mana sekarang jadinya?." Tanya Luciana sambil meminum minumannya.
"Aku menginap di sebuah penginapan dekat perusahaan Queen Dress itu. Dekat situ penginapannya." Jawab Kai mulai memakan ramennya.
"Wah, berarti dekat dong kita. Perusahaan Queen Dress, itu perusahaanku." Memberitahukannya kepada Kai.
"Perusahaan mu ternyata. Wah, sangat besar. Sungguh keren. Lain kali aku akan mampir ke perusahaan kamu deh." Kagum Kai kembali, sambil mengunyah ramennya.
"Makanlah dulu, jangan terlalu banyak berbicara. Nanti kamu tersedak." Ucap Leonathan kembali memainkan aktingnya.
"Baik sayang, terima kasih banyak." Kembali tersenyum kepada Leonathan.
Selesai makan. Merekapun berpamitan. "Aku pulang duluan ya Luciana. Ada barang yang mau aku beli. Lain kali kita bertemu lagi." Ucap Kai kembali memeluk Luciana.
"Tentu saja. Kalau begitu, kami pulang dulu ya Kai. Dah." Langsung melambaikan tangannya, dan masuk ke dalam mobil bersama Leonathan.
Mereka pun
__ADS_1