
" Ehm, panggilkan saja dia, banyak tanya banget sih." Jawab Luciana.
"Baiklah, baiklah. Ayah akan memanggilkan mereka berdua." Pasrah ayahnya, langsung memanggil Gita dan Abilene di kamarnya.
Setelah memanggil Gita dan Abilene. Mereka langsung menghampiri Luciana. "Ada apa kau memanggil kami?." Tanya Gita langsung menatapnya dengan tatapan benci.
"Kamu boleh tidur di kamar aku ini. Silahkan, dan aku sudah mengubah warnanya dan barangnya menjadi warna hitam." Jawab Luciana tersenyum.
"Apa maksud kamu sekarang. Apa yang kau maksud, dengan mengubah semua warna menjadi warna hitam?." Tanya Gita dengan bingung.
"Maksudku, kau dan ibumu, sangat cocok dengan warna hitam ini. Memang hitam melambangkan kuat sih, tapi bagi kalian sih, hitam itu melambangkan, kalau kalian sampah, dan hanya bisa berdiri dibelakang orang yang lebih tinggi derajatnya dari kalian"
"Kalian pantas tidur di ruang berwarna gelap ini, karena warna hitam ini gelap, sama seperti kehidupan kalian kedepannya, akan gelap dan tak akan bisa menemukan cahaya, yang berarti jalan keluarnya."
"Aku tidak akan membiarkanmu, menjatuhkanku seperti dulu lagi. Termasuk kau ayah. Aku permisi." Ucap Luciana dengan santai, dan langsung keluar dari rumah neraka tersebut.
Setelah Luciana pergi, dengan mobil pribadinya. Henry langsung marah, dan menampar Gita dan Abilene.
__ADS_1
"Apa yang telah kalian lakukan Luciana. Sampai sampai dia langsung pergi, dan tak mau menginap disini. Kalian memang tidak bisa diandalkan!." Marah Henry, langsung menampar mereka berdua dengan keras.
"Sial, aku jadi tidak bisa menghasut Luciana, untuk menguras harta Leonathan." Ucap Henry, yang hanya memikirkan uang dikepalanya.
Disisi lain. Luciana pun sampai di kediaman Leonathan. Ia pun langsung masuk, dan disambut oleh semua pelayan yang ada. "Selamat kembali nona Luciana." Ucap pelayan tersebut, sambil menundukkan badannya.
"Ya." Jawabnya dengan sopan, dan langsung duduk di ruang tamu.
"Dimana Leonathan?." Tanya Luciana kepada salah satu pelayan, yang memberikannya secangkir teh hangat.
"Mungkin tuan Leonathan masih di perusahaan ya non, karena ini masih jam berapa. Jadi, tuan Leonathan masih sangat sibuk disana." Jawab pelayan tersebut, dengan sangat hormat kepadanya.
"Oh ya, apa di belakang rumah ini ada taman?." Tanyanya kembali.
"Ada non, apa no Luciana mau melihatnya." Jawabnya sekaligus bertanya.
"Tentu saja aku mau kesana. Kalau begitu, aku kebelakang dulu, dan lanjutkan pekerjaan kalian." Jawabnya langsung berdiri.
__ADS_1
"Baik non, terima kasih banyak." Kembali ke dapur.
Luciana pun langsung ke belakang rumah, untuk melihat taman bunga yang ada.
Sesampainya, Luciana sangat terkejut, karena taman bunga tersebut, sangat indah. "Wow, bagus banget bunga bunga disini. Aku sampai kagum melihatnya." Ucap Luciana memegang bunga bunga tersebut.
"Halo nona Luciana." Sapa penjaga taman bunga tersebut.
"Eh, kamu pasti penjaga taman ini kan?." Tanya Luciana dengan senyumannya.
"Iya non. Kenapa nona Luciana ada disini?." Jawabnya sekaligus bertanya.
"Tidak apa apa, saya hanya mau melihat bunga bunga yang ada disini. Soalnya saya belum pernah, melihat bunga secantik ini." Jawab Luciana memetik bunga mawar putih yang sangat harum, dan Luciana langsung menghirupnya.
"Oh ya pak, apa yang bapak pegang itu?." Tanya Luciana fokus ke barang yang dipegang oleh penjaga taman bunga tersebut.
"Ini adalah semprotan, untuk membuat bunga bunga ini lebih bagus dan wangi, karena didalam semprotan ini, sudah diberikan serbuk pewangi bunga alami, yang akan membuat bunganya semakin wangi." Jawab penjaga tersebut, dengan bahagia.
__ADS_1
"Apa bapak sudah menyemprotkannya?." Tanya Luciana kembali.
"Soal itu