Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 89: Berbaikan


__ADS_3

Disisi lain. Di dunia nyata. Tiba tiba denyut jantung Luciana kembali berdetak. "Dok, denyut jantung dan nadi nona Luciana kembali dok. Ini sebuah keajaiban." Bahagia suster yang sedang memeriksa jantung dan nadi Luciana.


"Ini benar benar keajaiban. Dokter, pasien kembali sadar, denyut jantungnya berdetak kembali normal." Memberitahukan kepada dokter.


"Ini benar benar keajaiban. Dia sudah meninggal dan kembali hidup. Ini suatu kabar baik." Ikut bahagia dokter tersebut, dan langsung mengecek keadaan Luciana.


"Syukurlah dia baik baik saja, dan akan sadar sebentar lagi. Kau awasi pasien dengan baik, dan panggil saya jika pasien sadar. Saya akan melihat keadaan suaminya." Ucap dokter tersebut.


"Baik dok," dokter pun langsung keluar dari ruang Luciana, dan menuju ruang istirahat Leonathan.


Kembali ke ruangan Luciana. Luciana pun sadar, dan membuka matanya pelan pelan. "Anda sudah bangun?" Ucap pasien kepada Luciana.


Luciana melihat di sekelilingnya, "saya ada di mana?" tanyanya.


"Anda koma selama 7 hari, akibat pukulan yang cukup keras. Dan sekarang anda baru sadar dari koma, yang hampir merenggut semua nyawa anda. Apa anda merasa baik baik saja sekarang." Jawab suster tersebut sekaligus bertanya.


"Saya baik baik saja. Dan dimana suami saya, dan yang lainnya?" tanya Luciana kembali.


"Suami anda sedang dirawat, karena suami anda tidak makan 7 hari, untuk menunggu anda nona. Sebegitunya suami anda mencintai nona. Saya jadi sangat iri melihatnya. Sekarang suami anda sedang dirawat, karena tadi pingsan." Jawab suster kembali secara detail.


"Astaga, Leonathan rela menahan laparnya demi menungguku bangun dari koma. Apa dia mulai mencintaiku, atau hanya atas kontrak saja." Ucap batin Luciana.


"Dan kenapa banyak bunga di sini. Dan begitu banyak bunga tulip. Bunga yang sangat aku sukai. Apa ini semua dari Leonathan juga." Ucap batinnya kembali, sambil mengambil bunga tulip yang ada disampingnya, dan menghirupnya.


"Sus, apa saya boleh melihat suami saya. Saya sangat merindukannya. Boleh ya sus." Memohon Luciana kepada suster tersebut.


"Tapi nona baru bangun dari koma. Tidak boleh banyak bergerak dulu. Karena takutnya terjadi hal yang tidak diinginkan. Kalau anda benar benar ingin melihatnya. Saya bisa mengantarkan anda dengan kursi roda." Jawab suster tersebut sambil tersenyum.


"Gapapa deh sus. Yang penting saya bisa bertemu dengan suami saya." Ucap Luciana, dan suster langsung membantu Luciana duduk di kursi roda dengan sangat hati hati.


Setelah itu. Suster mendorong kursi roda, untuk keluar dari ruangan Luciana, dan menuju ruangan Leonathan.

__ADS_1


Sesampainya di ruangan Leonathan. Ternyata ada Stefan yang baru datang, sambil membawa sebuah makanan. "Nyonya. Ini benar benar nyonya?" tanya Stefan memastikannya dengan raut wajah bahagia.


"Tentu saja ini aku Luciana," jawab Luciana ikut tersenyum.


"Akhirnya nyonya bangun juga. Syukurlah. Akhirnya tuan Leonathan bisa makan, dan tidak akan menahan laparnya lagi." Tangis pecah Stefan, melihat Luciana yang sudah sadar, dan akhirnya Leonathan akan makan.


"Terima kasih banyak karena kau sudah mengkhawatirkanku. Kalau boleh tahu, itu makanan untuk siapa?" tanya Luciana sambil menunjuk makanan yang dibawa oleh Stefan.


"Sebenarnya ini untuk tuan Leonathan, agar dia mau makan. Saya bawakan bubur kesukaannya nyonya." Jawab Stefan menjelaskannya.


Stefan pun langsung memberikan bubur tersebut kepada Luciana. Dan Luciana langsung masuk ke dalam bersama suster.


"Syukurlah nyonya sudah sadar. Aku harus memberitahukan orang rumah ini." Langsung mengambil ponselnya, dan menghubungi orang rumah.


Disisi lain. Di dalam ruang istirahat Leonathan. "Sus, boleh tinggalkan saya di sini. Saya mau berdua saja dengan suami saya." Meminta Luciana.


"Tentu saja nona. Kalau begitu, saya permisi," membungkukkan badannya, dan keluar dari ruang istirahat Leonathan.


Tiba tiba saja Leonathan sadar, dan membuka matanya pelan pelan. Lalu Leonathan melihat sekeliling, dan menatap wajah Luciana.


"Luciana. Luciana, ini kamu." Memaksakan dirinya duduk, dan langsung memegang pipi Luciana dengan kedua tangannya.


"Benar, ini aku tahu. Dasar bodoh, kenapa kau tidak makan, dan membiarkan dirimu tersiksa. Dasar bodoh." Marah Luciana kepada Leonathan.


Leonathan langsung memeluk Luciana dengan erat, dan meneteskan air matanya didalam pelukannya.


"Apa kau menangis?" tanya Luciana.


"Terima kasih banyak tuhan. Karena kau sudah mengabulkan segala doaku. Akhirnya kamu sadar juga. Maafkan atas semua perbuatanku. Aku benar benar menyesal dengan perbuatanku selama ini. Maafkan aku." Melepaskan pelukan tersebut, dan langsung bertekuk lutut kepada Luciana.


"Jangan seperti itu Leonathan. Aku sudah memaafkanmu. Aku sudah memaafkanmu dari dulu. Aku mencintaimu." Jawab Luciana, sambil memeluk Leonathan kembali.

__ADS_1


"Aku tidak akan mencampuri soal kontrak lagi. Soal kontrak itu lupakan saja, dan jangan pikirkan soal itu lagi. Lebih baik kita fokus menjaga hubungan ini, dan menjaga baby Bing dengan baik. Aku juga mencintaimu." Ucap Leonathan, dan mereka saling meneteskan air matanya bersama, didalam pelukan mereka berdua.


Dua hari pun berlalu. Dimana Luciana sudah pulang ke rumah. "Akhirnya mami sudah pulang. Yeah, kita bisa berkumpul lagi deh. Bahagianya." Bahagia baby Bing, dan sedang duduk disamping Luciana yang sedang berbaring di tempat tidur.


"Benar sayang. Akhirnya mami bisa melihat wajah menggemaskan kamu ini. Yang sangat tampan ini." Mencubit pipi baby Bing, dan tertawa bersama.


"Sayang, bisakah kamu mengambil tas mami yang ada di sofa bawah. Tolong ya sayang." Meminta bantuan kepada baby Bing.


"Siap mami," langsung keluar dari kamar tersebut.


"Sayang," panggil Luciana kepada Leonathan yang ada disamping kirinya.


"Ehm," sahutnya langsung menghampiri Luciana.


"Ada apa?" tanyanya.


"Sepertinya dia masih malu malu denganku. Bagaimana ya. Pikirkan caranya. Aha, aku punya cara." Ucap batin Luciana memiliki ide cemerlang.


Luciana pun duduk, dan dengan dibantu oleh Leonathan. "Apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Leonathan kembali.


"Auh, kenapa kepalaku tiba tiba sakit ya." Memulai aksinya, dengan berpura pura sakit kepala.


"Ada apa denganmu. Apa kamu baik baik saja." Langsung mendekat.


Tanpa basa basi. Luciana pun langsung meraih pipi Luciana, dan menciumnya dengan lembut. Sontak Leonathan kaget, dan langsung menatap wajah Luciana.


Saat Leonathan mau melepasnya. Luciana malah menariknya, dan tidak akan melepaskannya. Munculnya rona merah dipipi Leonathan. Leonathan pun mendorong Luciana.


"Kamu. Kamu mencoba mengerjaiku." Ucap Leonathan baru sadar.


"Heheheh, habisnya aku tidak pernah berciuman lagi denganmu. Apa itu salah. Lagian kita kan sepasang suami. Sudah semestinya kita melakukan hal seperti itu." Ucap Luciana sambil menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Tapi kalau kamu tidak mau yaudah deh," saat Luciana mau memalingkan wajahnya. Tiba tiba saja


__ADS_2