Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 90: Memasangkan Dasi


__ADS_3

Saat Leonathan mau melepasnya. Luciana malah menariknya, dan tidak akan melepaskannya. Munculnya rona merah dipipi Leonathan. Leonathan pun mendorong Luciana.


"Kamu. Kamu mencoba mengerjaiku." Ucap Leonathan baru sadar.


"Heheheh, habisnya aku tidak pernah berciuman lagi denganmu. Apa itu salah. Lagian kita kan sepasang suami. Sudah semestinya kita melakukan hal seperti itu." Ucap Luciana sambil menundukkan kepalanya.


"Tapi kalau kamu tidak mau yaudah deh," saat Luciana mau memalingkan wajahnya. Tiba tiba saja Leonathan mencium Luciana, dan Luciana pun sedikit kaget.


Merekapun langsung berciuman bersama. Dan Leonathan menjatuhkan Luciana ke atas tempat tidur, dan Leonathan berada di atas badan Luciana yang berbaring.


Nafas mereka sudah saling bertukar dan berantakan. "Ada apa dengan anak ini. Apa dia kesambet. Tapi aku suka jika dia seperti ini." Ucap batin Luciana.


Saat Leonathan hendak memegang bagian dalam pakaian Luciana. Tiba tiba ada yang masuk, dan dia adalah baby Bing.


"Mami, papi. Kalian sedang apa?" tanya baby Bing, sambil membawa tas yang diminta oleh Luciana.


Sontak Leonathan dan Luciana menatap ke arah baby Bing, dan Luciana langsung mendorong Leonathan. Luciana pun kembali duduk, dan baby menghampiri mereka berdua.


"Mami dan papi sedang apa. Apa yang kalian lakukan barusan?" tanya baby Bing kembali, sambil meletakkan tas tersebut di atas meja.


"Mami dan papi kamu sedang melakukan olahraga malam sayang. Itu membantu untuk kesembuhan mami sayang. Yang kamu lihat tadi, itulah contoh olahraga malam sayang." Jawab Luciana tersenyum, sambil mengelus rambut baby Bing.


"Ouh. Bing kira mami disakiti papi lagi. Kalau begitu, Bing masuk kamar dulu ya ma, dan pa. Dah." Melambaikan tangannya, dan langsung keluar dari kamar tersebut.


Luciana dan Leonathan menghela nafas panjang bersamaan, dan kembali bertatapan. "Apa yang barusan kau lakukan itu. Aku hampir mati karena ciuman kamu itu." Sedikit tegas Luciana, dan mengambil tas yang ada di atas meja.


"Maafkan aku. Aku tidak bisa menahan diri." Jawab Leonathan kembali berbaring, dan membelakangi Luciana. Karena wajah Leonathan yang memerah, dan tidak ingin Luciana mengetahuinya.


Luciana pun duduk di kursi, dan mengeluarkan laptopnya. Leonathan membalikkan badannya, dan melirik Luciana.

__ADS_1


"Jangan fokus bekerja dulu. Kamu kan masih sakit. Istirahat lah dulu." Ujar Leonathan kepadanya.


"Aku sudah sembuh kok. Ini semua berkatmu tuan Leon." Jawab Luciana sambil tersenyum, dan membuka sosial media perusahaannya.


"Aku bersyukur, karena Erland sudah ditangkap. Karena dialah pelaku yang hampir mencelakaimu, dan gaun berlian juga sudah ditemukan. Ini semua karena dirimu. Terima kasih banyak." Ucap Luciana kembali tersenyum.


"Ini semua sudah bantuan dari Tuhan. Aku hanya melakukan apa yang seharusnya aku lakukan." Jawab Leonathan kembali duduk, dan melirik Luciana.


Tiba tiba saja ponsel Luciana berdering, dan ia langsung mengambilnya, lalu melihat. "Kai, ada apa dia menghubungiku." Langsung mengangkatnya, yang berupa video call.


Luciana pun menyangganya di depan laptopnya. "Halo Kai. Ada apa menghubungiku malam malam begini?" tanya Luciana sambil tersenyum.


"Bagaimana dengan keadaanmu sekarang. Apa kau sudah baik baik saja?" tanya Kai balik.


"Lagi lagi sahabat Luciana. Kelihatannya mereka punya hubungan dekat selain sahabat. Kalau aku terus dingin begini. Bisa bisa Luciana tertarik dengan Kai yang banyak bicara dan selalu membuatnya tertawa. Aku tidak bisa diam saja, melihat mereka terus bersama dan bercanda ria." Ucap batin Leonathan cemburu.


"Aku baik baik saja kok Kai. Omong omong, terima kasih karena kau sudah menjengukku saat aku koma. Dan memberitahukan kepada suamiku. Kalau aku suka dengan bunga tulip. Kau memang sahabatku yang paling hebat. Aku menyayangimu." Bahagia Luciana.


"Wah, mau banget dong. Kalau begitu, besok kabari saja jam berapa. Aku akan datang ke sana. Itu saja yang mau kau katakan kan. Soalnya ada pekerjaan yang harus aku selesaikan." Jawab Luciana kembali tersenyum.


"Iya, hanya itu saja. Sehatlah terus. Karena aku tidak suka melihatmu sakit. Dah." Melambaikan tangannya, dan langsung mematikan telepon tersebut.


"Siapa?" tanya Leonathan dengan jutek.


Luciana menatap wajah Leonathan, "Kai. Katanya dia mau mengajakku untuk makan bersama. Aku juga merindukannya. Jadi aku terima saja." Jawab Luciana kembali tersenyum, setelah mengobrol dengan Kai.


"Kelihatannya dia sangat bahagia, ketika mengobrol dengan Kai. Apa aku harus mengungkapkan perasaanku yang sebenarnya. Tapi aku malu." Ucap batin Leonathan.


"Ada apa dengannya. Kenapa dia memasang ekspresi datar begitu. Apa dia cemburu. Hahahah, menggemaskan." Ucap batin Luciana juga, sambil tertawa tipis.

__ADS_1


Luciana pun menutup laptopnya, dan kembali berbaring disamping Leonathan. "Apa kau cemburu?" tanya Luciana sambil menaikkan alisnya.


"Aku tidak cemburu. Hanya saja, kamu harus jaga jarak dengannya. Karena kamu sudah memiliki suami. Jangan sampai kau jatuh cinta kepadanya. Kamu paham kan maksudku." Jawab Leonathan sambil menatap matanya.


"Bagaimana aku bisa mencintainya. Aku kan hanya mencintaimu seorang. Tuan Leon." Jawab Luciana kembali menggodanya, dan langsung membelakanginya untuk tidur.


Luciana pun tidur, dan disisi lain. Wajah Leonathan kembali memerah, atas ucapan Luciana. "Dia benar benar membuatku gila." Ucap batinnya kembali, sambil menutupi wajahnya yang memerah.


Leonathan melihat Luciana yang sudah tertidur. Leonathan meraih tangan kiri Luciana, dan mengelus tangan tersebut. "Aku mencintaimu, sayang."


Keesokan paginya. Dimana Leonathan sudah bangun duluan, dan Luciana baru bangun. Ia pun meregangkan badannya, dan langsung duduk.


"Sudah bangun," ucap Leonathan yang sedang mengenakan kemejanya.


"Ehm. Apa kamu mau langsung pergi bekerja?" tanya Luciana sambil mengusap matanya yang sedikit lengket.


"Tentu saja. Sarapan sudah disiapkan oleh bibi. Dan jangan terlalu kelelahan. Karena kamu baru keluar dari rumah sakit juga. Aku tidak ingin terjadi hal hal yang tidak diinginkan lagi, seperti sebelumnya." Jawab Leonathan yang sedang kesusahan memasang dasinya.


Luciana yang melihatnya pun peka, "kemarilah. Biar aku bantu memasangkan dasinya." Ucap Luciana memanggil Leonathan.


Leonathan pun menghampirinya, dan langsung berjongkok. "Sudah besar tidak bisa memasang dasi sendiri." Ujar Luciana mulai memasangkan dasi Leonathan.


"Bukan akunya yang tidak bisa. Tapi dasinya yang tidak mau menurut denganku." Jawab Leonathan dengan tenang.


"Masih saja keras kepala,"


Leonathan melihat ke paha Luciana, yang begitu putih. Kebetulan Luciana mengenakan piyama yang celananya, hanya sampai paha saja.


"Rasanya aku ingin sekali memegang pahanya yang putih dan lembut itu. Padahal kami sudah sepasang suami istri. Tapi tetap saja, aku tidak berani memegangnya. Kalau tidak atas izinnya. Bisa bisa aku dibilang mesum lagi olehnya." Ucap batin Leonathan.

__ADS_1


Luciana melihat Leonathan yang memalingkan wajahnya, dan melihat ke arah paha Luciana kembali. "Pria ini


__ADS_2