Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 117: Jujur atau Berbohong


__ADS_3

Luciana menundukkan kepalanya, sambil mengepalkan kedua tangannya. "Benar yang di katakan Karina. Aku dan Leonathan tidak pernah berfoto bersama, selain foto pernikahan. Apa aku harus mempercayai ucapan wanita ini, atau sebaliknya." Ucap batin Luciana masih terdiam.


"Ouh ya, aku kan punya bukti, kalau foto Karina di hotel sambil membuka pakaian itu tidak benar. Untung saja aku mempunyai bukti. Hahahah." Kembali tersenyum.


Luciana pun langsung menatap wajah Karina kembali, dan tenang di hadapannya. "Apa kamu mulai sakit hati nyonya Luciana?" tanya Karina sambil menaikkan alisnya dan kembali tersenyum.


Pesanan merekapun tiba, "ini pesanannya kak." Langsung meletakannya di atas meja.


"Terima kasih banyak," jawab bersamaan Luciana dan Karina.


Pelayan langsung menundukkan kepalanya kembali, dan kembali ke dapur. "Mari kita minum kopi bersama dulu." Ujar Luciana mengambil kopinya, dan langsung meminumnya.


"Oh ya nona Karina. Kamu bilang kalau kamu pernah berfoto sekali dengan Leonathan, di hotel ya. Apa itu tidak editan. Saya berpikir kalau itu editan. Soalnya kelihatan editannya. Ups." Ujar Luciana sambil meminum kembali kopinya, dan tersenyum kepada Karina.


Sontak Karina terbeku, dan menatap wajah Luciana. Luciana menaikkan alisnya kepada Karina, karena Luciana melihat wajah Karina yang berubah 100 derajat.


"Apa kau tidak mempercayaiku Luciana. Kan aku sudah mengirimkan fotonya kepadamu. Masa kamu masih tidak percaya sih." Ucap Karina sambil sedikit gemetaran.


"Hahaha, kamu pintar berbohong juga ya sayang. Ini buktinya." Membuka ponselnya, dan langsung menunjukkan foto asli dari foto yang di kirim oleh Karina.


"Ini adalah Hotel The Shilla Seoul, dan nama pria yang ada di foto ini adalah Xion. Apa itu benar." Jawab Luciana dengan jelas, dan tersenyum kepada Karina.


Sontak mata Karina langsung melotot dan kaget. "Kenapa wanita ini bisa tahu semuanya. Apa dia mencari tahu soal foto itu. Bagaimana ini, sudah terbongkar semuanya." Ucap batin Karina langsung menundukkan kepalanya, dan gemetaran.

__ADS_1


"Kenapa diam saja sayang. Apa ini memang benar, dan apa aku harus menghubungi Xion nya, untuk menanyakan soal foto ini. Bagaimana?" tanya Luciana sambil menaikkan alisnya, dan memegang ponselnya.


"Jangan, ku mohon jangan. Baiklah, itu memang foto editan, yang kau kirimkan itu adalah foto yang sebenarnya. Jangan hubungi dia." Jawab Karina langsung menatap wajah Luciana kembali.


"Kalau begitu, apa kamu mencoba membuat aku dan Leonathan bertengkar. Itu yang kamu inginkan dari kami kan. Ini ada uang, dan ambillah. Aku harap, kau tidak pernah mengganggu keluargaku lagi. Dan lain kali, jangan mengirimkan hal seperti itu lagi. Atau kau akan tahu akibatnya. Aku pergi dulu." Ucap Luciana memberikan uang cash senilai 50 juta kepada Karina, dan Luciana langsung pergi dari restoran tersebut.


Setelah Luciana pergi. Karina pun marah dan langsung memecahkan cangkir yang ada di hadapannya. "Dasar wanita penggoda. Aku tidak akan membiarkanmu bersama Leonathan. Aku akan terus membuat keluarga kalian hancur. Aku tidak akan diam, kalau kau terus bersama Leonathan. Karena Leonathan hanya milikku. Kali ini aku akan mengalah, tapi lain kali, aku akan membalasmu Luciana!" marah Karina, sampai matanya melotot.


Disisi lain. Di mana Luciana sudah hampir sampai di rumah panti asuhan. "Untunglah semuanya beres. Aku harap Karina tidak mengganggu keluargaku." Ucap Luciana sambil mengerutkan keningnya.


Sesampainya di rumah. Luciana langsung turun dari mobilnya, dan masuk ke dalam rumah dengan pelan-pelan, agar tidak membangunkan Leonathan. Saat Luciana masuk, ternyata Leonathan tidak ada di sofa ruang tamu.


"Ke mana Leonathan. Apa dia tidur di kamar. Untunglah, agar dia tidak bertanya kepadaku, kenapa aku keluar malam-malam." Ucap Luciana menghela nafas panjang, dan saat hendak masuk ke dalam kamar.


"Dari mana?" tanya yang tidak lain lagi ialah Leonathan.


"Seharusnya aku yang bertanya kepada kamu. Dari mana saja, dan kenapa tidak tidur. Dari mana kamu?" tanya balik Leonathan, sambil memegang susu hangat, dan mengerutkan keningnya.


Luciana pun menghela nafas panjang, dan duduk di sofa ruang tamu. "Aku habis bertemu dengan mantan kamu." Jawab Luciana sambil melipat kedua tangannya, dan memasang ekspresi datar.


"Hah, Karina maksud kamu?" tanya Leonathan kembali.


"Ya iyalah. Kalau tidak dia siapa lagi." Jawab Luciana sambil mengerutkan keningnya kembali.

__ADS_1


Leonathan pun langsung duduk di samping Luciana. "Kenapa kamu menemuinya, dan apa yang dia katakan kepada kamu. Jangan mempercayai apa yang dia katakan. Karena semua itu bohong." Ucap Leonathan langsung meletakkan susu hangatnya di atas meja.


"Aku menemuinya karena dia mengirimkan pesan kepada kamu. Saat aku mau masuk ke kamar. Tiba-tiba saja ada pesan masuk dari ponsel kamu, dan aku langsung melihatnya. Ternyata pesan itu dari Karina. Aku langsung melihatnya, karena aku penasaran. Maaf karena aku tidak izin kepada kamu dulu, karena aku lihat kamu tidurnya nyenyak banget. Aku gak tega buat banguninnya."


"Dan saat aku lihat pesan itu, Karina terus memanggil kamu dengan sebutan sayang, dan dia terus mengajak kamu untuk bertemuan. Jadi aku mengajaknya untuk bertemu, dan dia mengira, kalau kamu yang mengajaknya bertemu. Aku pun mengirimkan lokasi restoran kepadanya, dan kami bertemu di sana."


"Dia terus memanasiku, dengan mengirimkan foto-foto kalian bersama. Padahal itu semua hanya kebohongan. Aku mempunyai semua kebenaran foto itu. Dan aku mengatakan kepadanya, untuk tidak mengganggu keluargaku lagi. Entahlah apa yang terjadi kedepannya. Tapi aku hanya ingin kita baik-baik saja, tanpa ada masalah. Tapi masalah terus datang ke kehidupan kita. Apa kita memang tidak di takdirkan bersama." Jawab Luciana dengan jelas, dan langsung menundukkan kepalanya.


"Apa aku harus menceritakan kepada Luciana, soal Karina. Dan pertemuan yang lalu. Aku takut membuat Luciana stress. Hidupnya sudah banyak masalah, dan aku tidak ingin memberikan masalah baru kepadanya. Aku tidak ingin menyakiti hatinya." Ucap batin Leonathan.


"Oh ya, aku paling tidak suka dengan pria yang berbohong kepadaku. Jadi bicaralah jujur kepadaku. Beberapa hari yang lalu kamu ketemuan dengan Karina kan?" tanya Luciana langsung menatap wajah Leonathan.


"Apa yang kamu katakan. Kamu tahu dari mana?" tanya balik Leonathan.


"Jujurlah Leonathan. Kamu tinggal jujur aja, kenapa susah sih. Sebenarnya kamu menganggap aku sebagai istri kamu gak sih?" tanya kembali Luciana.


Leonathan masih ragu untuk mengatakan semuanya kepada Luciana. "Sudahlah, kalau kamu tidak ingin menjawabnya. Aku lelah, aku mau tidur." Ucap Luciana kecewa, dan langsung masuk ke dalam kamarnya.


"Luciana. Astaga Leonathan. Dasar pria bodoh, seharusnya kau cerita semua dengan Luciana. Dia kan istrimu, kenapa kau memendam semuanya. Dasar, dasar." Marah dengan dirinya sendiri, dan menampar pipinya sendiri.


Disisi lain, "apa kami memang tidak di takdirkan untuk bersama. Kenapa masalah demi masalah selalu datang ke kehidupan kami." Ucap Luciana menahan air matanya, dan termenung.


Tengah malam pun tiba. Di mana Luciana bangun. "Aduh, jam berapa ini." Mengambil ponselnya, dan melihat jam.

__ADS_1


"Hah, tengah malam. Aku haus banget. Aku minum dulu deh." Ucap Luciana langsung keluar dari kamarnya.


Saat ia keluar dari kamarnya. Ternyata


__ADS_2