
Luciana pun langsung duduk dan mengambil ponselnya. Namun, saat mengambil ponselnya, tiba-tiba saja ada sebuah panggilan yang masuk dan itu adalah panggilan dari rose. Sontak Luciana langsung mengangkat panggilan dari Rose.
"Halo Rose, ada apa menghubungiku?" tanya Luciana.
"Apa nyonya berada di rumah?" tanya balik Rose.
"Saya sudah di rumah. Kenapa memangnya Rose, apa ada masalah di perusahaan?" jawab Luciana sekaligus bertanya.
"Tidak ada masalah apapun di perusahaan nyonya. Saya hanya mau mengetahui keadaan nyonya saja, karena baru saja banyak reporter yang datang ke perusahaan dan hendak bertemu dengan anda. Saya kira nyonya sedang susah karena banyak reporter. Apa di rumah nyonya ada reporter?" jawab Rose kembali bertanya juga.
"Di sini tidak ada reporter. Padahal saya sudah mengatakan tadi kepada mereka, kalau bukti akan saya tunjukkan nanti malam, tapi mereka malah gak percaya juga. Sudahlah, itu saja yang mau kau katakan kan. Omong-omong, di mana Gita?" ucap Luciana.
"Direktur Gita tidak ada di perusahaan nyonya. Tadi katanya direktur Gita ada urusan di luar dan sampai sekarang tidak kembali. Apa mungkin ia menemui pacarnya nyonya" jawab Rose.
"Mungkin saja. Kalau begitu, sudah dulu, karena aku masih harus mengurus pekerjaan lainnya" langsung mematikan telepon tersebut dan meletakkan ponselnya di atas meja.
"Ke mana dia. Apa dia sudah tahu soal berita yang viral di sosial media tentangnya. Aku harus mencari tahu, ke mana dia pergi. Tapi, Leonathan pasti masih ada di ruang tamu, karena tadi dia sedikit marah, melihatku membuka perban kaki dan tanganku. Lebih baik aku suruh orang saja deh, untuk mencari tahu ke mana Gita pergi" kembali mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang yang bisa ia perintahkan.
Setelah memerintahkan seseorang, Luciana pun kembali meletakkan ponselnya di atas meja dan kembali berbaring, "rasanya lelah banget di dunia ini. Tapi aku juga merasa bahagia, karena aku dikelilingi oleh orang yang begitu sayang kepadaku. Aku bersyukur dilahirkan kembali, aku jadi bisa memperbaiki susunan keluargaku yang belum aku susun dengan rapi" ucap batin Luciana tersenyum tipis dan ia menutup kedua matanya.
Malam pun tiba. Di mana Luciana terbangun dan ternyata ia ketiduran, "astaga, ini sudah jam berapa" mengambil ponselnya, untuk melihat jam dan ternyata sudah waktu sudah menunjukkan pukul 19.00.
__ADS_1
"Wah, ini waktu yang tepat untuk aku memberitahukan video ini kepada publik. Sebentar lagi kalian akan merasakan, apa yang pernah kalian buat kepadaku" mengerutkan keningnya dan membuka ponselnya.
Saat Luciana sedang fokus dengan ponselnya. Tiba-tiba saja ada yang masuk ke kamar dan ia adalah Leonathan bersama baby Bing. Sontak Luciana menatap ke arah mereka berdua.
"Eh, kalian berdua. Kenapa datang ke mari berdua?" tanya Luciana langsung meletakkan ponselnya di belakangnya dan tersenyum tipis.
Leonathan dan baby Bing pun menghampiri Luciana, lalu duduk disampingnya, "apa kamu sudah membaik?" tanya Leonathan dengan lembut.
"Aku sudah membaik kok. Memangnya kenapa?" jawab Luciana sekaligus bertanya.
"Tadi kan kamu menangis dan aku kira kamu kenapa-napa. Apa ada yang kamu sembunyikan dari kami?" tanya Leonathan kembali.
"Gak kok. Aku sama sekali tidak menyembunyikan apapun dari kamu dan kamu sayang, ada apa datang ke mari?" jawab Luciana dan bertanya kepada baby Bing.
"Boleh banget sayang. Ini Mami peluk kamu" langsung memeluk baby Bing dan merekapun berpelukan.
"Apa kamu sudah makan, Sayang?" tanya Luciana sambil mengelus rambut baby Bing dengan lembut.
"Sudah kok Mami. Tadi Papi yang memberikan makan malam untuk Bing, jadi Bing langsung makan aja deh, karena kebetulan Bing lapar banget. Kalau Mami, apa Mami sudah makan?" jawab baby Bing sekaligus bertanya juga.
"Belum sayang, nanti Mami akan makan. Kalau begitu, kamu cepatlah tidur, karena besok kamu sudah harus sekolah. Apa kamu mau Mami antar sampai kamar?" ucap Luciana kembali tersenyum dan mencubit pipi baby Bing.
__ADS_1
"Mau banget Ma. Yuk, antarkan Bing ke kamar. Tapi, sebelumnya, apa Mami baik-baik saja?" tanya baby Bing sambil menaikkan alisnya dan menatap wajah Luciana.
"Mami baik-baik saja kok, Sayang. Kalau begitu, mari kita langsung ke kamar kamu" jawab Luciana ikut tersenyum dan mereka berdua langsung keluar dari kamar tersebut.
"Aku tahu apa yang kamu sembunyikan Luciana. Aku sudah membereskan semuanya dan kamu tidak akan diliputi oleh masalah lagi" ucap batin Leonathan menyusul mereka berdua dari belakang.
Sesampainya di kamar baby Bing, Luciana pun langsung mencium kening baby Bing dan tersenyum bahagia, "kamu tidurlah dengan tenang sayang. Lain waktu, Mami akan mengajak kamu untuk jalan-jalan lagi, kamu mau kan?" tanya Luciana sambil menaikkan alisnya kembali.
"Tentu saja mau Mami. Kalau begitu, Bing tidur dulu ya Mami dan selamat malam mami, Sayang" melambaikan tangannya dan begitu juga dengan Luciana, lalu baby Bing pun masuk ke dalam kamarnya dengan menutup pintu kamarnya juga.
Setelah itu, Luciana pun bergegas naik ke lantai 2, untuk masuk ke dalam kamarnya. Saat ia masuk ke dalam kamar, Luciana melihat Leonathan yang sudah tidur di atas tempat tidur.
"Tumben banget dia cepat tidur. Dia pasti kelelahan" ucap batin Luciana, sambil menghampiri Leonathan yang tidur.
"Selamat malam suamiku tercinta. Kamu pasti lelah banget ya hari ini, makanya sampai tidur lebih awal. Tidurlah dengan nyenyak dan mimpilah yang indah. Aku mencintaimu" ucap Luciana mengecup kening Leonathan dan langsung duduk dikursi dekat jendela.
Luciana pun mengambil ponselnya, lalu keluar dari kamar dan ia bergegas ke ruang tamu, untuk menunjukkan video yang sudah ia janjikan kepada publik.
Setelah Luciana di ruang tamu, ia pun langsung duduk disofa dan membuka ponselnya, lalu menyalakan televisi.
"Sudah saatnya aku memposting video ini. Lihat saja, kalian akan dipermalukan dihadapan publik. Dengan begini, balas dendamku akan berakhir dan aku bisa hidup tenang dengan keluargaku" ucap Luciana tersenyum tipis dan ia mulai mengupload video yang ia miliki begitu banyak, karena semua video yang ada diponselnya, semua disalurkan dari kamera mini yang ia miliki.
__ADS_1
Disisi lain, di kamar, Leonathan bangun dan langsung duduk, "aku harus berpura-pura tidur, agar Luciana tidak curiga denganku. Dengan begini, aku bisa melihat, video apa yang hendak ia tunjukkan kepada publik. Sebelum itu, kenapa dia tidak mau memberitahukan masalah ini kepadaku. Apa dia masih tidak percaya dengan suaminya ini. Seharusnya, dia mengatakan semuanya, dan aku bisa membantunya. Kenapa dia terus menyembunyikan semua masalahnya ini" ucap batin Leonathan, sambil mengerutkan keningnya.
Kembali ke Luciana, di mana Luciana menghitung mundur, untuk mengupload video tersebut.