
Setelah beberapa jam. Luciana pun sudah mengenakan gaun berwarna pink soft, dan sudah di rias menjadi lebih cantik, dan menyatu dengan warna gaun tersebut.
"Baik bu bos. Bu bos bisa berdiri di depan kamera." Ucap si fotografer, dan Luciana langsung berdiri di depan kamera, dan di belakangnya ada latar belakang berwarna soft juga.
Fotografer pun mulai mengambil beberapa foto, dan Luciana membuat gayanya sendiri. beberapa karyawan, dan pak Gilang yang melihatnya pun, merasa tercengang dengan gaya Luciana yang begitu indah.
Setelah 1 jam mengambil foto Luciana. Semua langsung bertepuk tangan. "Ada apa dengan kalian. Sampai bertepuk tangan seperti itu?." Tanya Luciana menghampiri mereka.
"Bu bos begitu cantik. Sudah seperti model yang profesional." Puji pak Gilang kepadanya.
"Ouh, terima kasih banyak atas pujiannya," kembali tersenyum Luciana.
"Benar itu bu bos. Bahkan saya model yang sudah lama di sini, kalah dengan bu bos. Benar benar indah, dan cantik tentunya. Hahahah." Tertawa tipis model tersebut.
Luciana pun ke ruang ganti, untuk mengganti pakaian semulanya. Setelah mengganti ke pakaian semula. Luciana pun menghampiri fotografer tersebut.
"Bagaimana hasilnya?" tanya Luciana, sambil menaikkan alisnya.
"sangat bagus bu bos. Padahal gaunnya tidak terlalu mewah. Tapi saat anda kenakan. Ini benar benar indah. Saya sampai terus menatapnya." Jawab si fotografer sambil tersenyum kepadanya.
"Dengan begini. Pelanggan akan tertarik, dan mau membeli busana mahal yang saya kenakan. Kalau begitu, kamu panggilkan Delisa, karena ada yang mau saya bicarakan dengannya." Perintah Luciana kepada pak Gilang.
"Baik bu bos," langsung keluar dari ruang pemotretan, dan memanggil Delisa.
Luciana pun duduk, dan meminum kopi yang disediakan oleh karyawan lainnya. Dan Luciana meminumnya langsung. "Dan kamu, lanjutkan lagi pemotretan, dengan busana lainnya." Ucap Luciana.
"Baik bu bos. Mari, mari, kami ganti busana lainnya." Ucap karyawan yang mengatur busana dan riasan wajah.
Masuklah Delisa bersama pak Gilang. "Salam bu bos. Ada yang bisa saya bantu bu bos?." Tanya Delisa yang sudah datang.
"Akhirnya kau datang juga Delisa. Ada yang mau saya sampaikan kepadamu. Jadi begini, saya mau, kalau hasil pemotretan hari ini. Itu langsung di upload di sosial media, agar semua orang yang melihatnya pun jadi terpesona. Karena saya dapat kabar, kalau followers Instagram kita melonjak. Benarkah?." Jawab Luciana sekaligus bertanya.
__ADS_1
"Benar bu bos. Karena hasil desain terbaru bu bos. Jadinya semua kagum, dan jadi terus melihat postingan yang kita masukkan ke Instagram tersebut." Jawab Delisa sambil tersenyum.
"Baguslah kalau mereka penasaran dan suka. Dengan begitu, mereka akan tertarik dan memesan busana kita. Dan saya memanggil dirimu bukan karena hal itu. Tapi saya mau, kalau hasil foto saya, yang diambil dari fotografer itu. Langsung kamu upload di Instagram, dan gunakan caption yang sopan. Kamu paham maksud saya kan, dan di caption itu kita memasang marketing, agar siapa yang melihatnya tertarik."
"Kamu paham kan maksud saya." Jelas Luciana secara detail.
"Bu bos jadi model tadi. Iya kah bu bos?." Tanya balik Delisa.
Luciana menganggukkan kepalanya," wah, itu benar benar hebat bu bos. Dengan hal ini, semua orang akan tertarik dengan bu bos. Baiklah bu bos, saya akan mengatur semuanya dengan bagus. Dan tidak akan ada kesalahan." Jawab Delisa kembali tersenyum, dan bahagia.
"Baiklah kalau semuanya sudah beres. Kau bisa kembali ke pekerjaan mu sekarang, dan jangan lupa apa yang saya katakan." Perintah Luciana.
"Siap bu bos," langsung pergi dari ruangan pemotretan.
"Kalau begitu, saya mau kembali ke ruang kerja saya dulu. Ada hal yang harus saya kerjakan, dan tuan fotografer. Jangan sampai ada kesalahan. Kamu mengerti." Menaikkan alisnya.
"Saya mengerti bu bos," ikut tersenyum.
"Baik bu bos," kembali tersenyum pak Gilang, dan pergi dari depan pintu ruang kerja Luciana.
Siang pun tiba. Dimana Luciana fokus mengerjakan berkas berkas di Perusahaan Queen Dress.
Di dalam ruangannya. Luciana pun duduk di sofa, sambil menghela nafas panjang, karena ia sudah menyelesaikan semua berkas yang membutuhkan tanda tangan kontrak. "Wow, sungguh hari yang menyenangkan. Karena baru kali ini aku melakukan sesi pemotretan, dengan busana hasil desainku sendiri. Benar benar indah, dan bagus. Aku suka itu." Tersenyum Luciana, sambil mengayunkan kakinya.
Tiba tiba saja perut Luciana berbunyi, "eh, perutku bunyi. Sial, aku belum makan siang lagi. Karena aku hanya memikirkan soal perusahaan saja." Ucap batin Luciana, sambil memegang perutnya.
Tiba tiba saja ada yang mengetuk pintunya," masuk." Jawab Luciana.
Dan yang masuk adalah pak Gilang, "ada apa?" tanya Luciana langsung.
"Ini bu bos. Tadi ada pengantar makanan, katanya ini untuk anda. Dari tuan Leonathan katanya." Jawab pak Gilang, langsung meletakannya di atas meja.
__ADS_1
"Terima kasih banyak. Kalau begitu, kau bisa kembali ke pekerjaanmu." Ucap Luciana sambil tersenyum.
"Sama sama bu bos," keluar dari ruang kerja Luciana.
Luciana pun tersenyum bahagia, dan mendekatkan makanan tersebut kepada dirinya. "Kesambet apa dia, sampai tiba riba seromantis ini padaku. Aku harus menghubunginya." Ucap Luciana mengambil ponselnya, dan langsung menghubungi Leonathan.
Tersambung, "halo ada apa?." Tanya Leonathan.
"Apa kamu sibuk tuan Leon?" tanya balik Luciana, sambil menaikkan alisnya, dan terus tersenyum.
"Tidak terlalu. Ada apa memangnya." Jawabnya sekaligus bertanya.
"Terima kasih banyak antar makanan yang kamu pesan tuan Leon yang paling tampan. Kamu tahu saja kalau aku sedang lapar." Jawab Luciana.
"Makanlah sampai habis. Kalau begitu, aku masih mau bekerja lagi. Sampai bertemu di rumah nanti." Ucap Leonathan langsung mematikan ponselnya.
"Kan, dia benar benar aneh hari ini. Benar benar menggemaskan. Pengen makan dia aja deh. Hahahah." Tertawa Luciana, langsung memakan makanan tersebut, yang berisikan ayam goreng dan minuman dingin.
Sore pun tiba. Dimana Luciana sudah pulang dari perusahaan, dan sedang istirahat di kamar pribadinya, dan belum pindah ke kamar pribadinya bersama Leonathan.
"Aku sangat lelah hari ini. Tapi aku sangat bahagia melihatnya." Bahagia Luciana, dan kembali tersenyum.
Luciana pun mengambil ponselnya, dan membuka sosial media. Tiba tiba saja, masuk nada dering yang begitu banyak, sampai memberisikkan telinganya.
"Notifikasi apa ini, sampai seramai ini. Akhirnya harus melihatnya." Langsung membuka Instragram.
Saat ia buka Instagram, ternyata yang viral adalah foto dimana dia melakukan sesi pemotretan di perusahaannya tadi.
"Wah, sudah di posting oleh Delisa rupanya. Cepat juga dia. Foto ini benar benar bagus. Aku jadi penasaran dengan komentar netizen." Melihat komentar tersebut.
Dan saat Luciana buka bagian komentar. Ternyata
__ADS_1