Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 143: Hal Yang Tidak Diketahui


__ADS_3

Ayahnya pun mengikutinya dari belakang dan duduk disampingnya, "ada hal yang mau Ayah tanyakan kepadamu Nak, ini soal berita yang viral di sosial media" jawab Ayahnya memasang ekspresi menyesal.


"Kenapa memangnya dengan berita itu. Apa Ayah mau memarahi saya lagi, silahkan, pukul saja sekalian. Saya tidak apa-apa" ucap Luciana menatap wajah Ayahnya dengan penuh kebencian.


Ayahnya langsung berlutut kepada Luciana dan memegang kakinya, "apaan sih Ayah ini. Kenapa berlutut seperti ini?" tanya Luciana langsung berdiri dan menjauh dari Ayahnya.


"Sebenarnya Ayah hanya mau minta maaf kepada kamu, karena Ayah baru tahu, kalau selama ini kamu disiksa bahkan dipukul habis-habisan oleh mereka. Ayah benar-benar minta maaf, karena Ayah tidak bisa menjadi Ayah sekaligus Ibu bagi kamu Nak. Maafkan Ayah," jawab Ayahnya sambil terus menundukkan kepalanya dan benar-benar menyesal.


"Kenapa Ayah baru sadar sekarang. Kenapa Ayah gak tanya dari dulu, dari Luciana dipukul dan disiksa. Ayah sudah terpengaruh oleh mereka, makanya Ayah berubah dan bukan lagi Ayah yang Luciana kenal penyayang dan tidak gila uang. Sejak kematian Ibu, Ayah benar-benar berubah. Kembalikan Ayahku yang dulu, Saya tidak mau mempunyai Ayah yang gila harta dan bahkan mau menjual anaknya. Apa itu yang disebut dengan Ayah dan kenapa Ayah baru sadar sekarang. Kenapa!!" tegas Luciana sambil melotot dan menahan air matanya.


Ayahnya pun berdiri dan menghampiri Luciana, namun Luciana menjauh dan kembali menatap wajah Ayahnya dengan penuh kebencian, "maafkan Ayah, Ayah benar-benar minta maaf. Kamu boleh pukul Ayah, kamu boleh habisi Ayah, asalkan kamu tidak membenci Ayah. Maafkan Ayah kalau Ayah berubah, ini semua karena ada sebuah hal yang gak boleh kamu ketahui. Hanya mau menikmati hidup ini dengan menghasilkan uang dan Ayah tidak mau kamu kepikiran karena Ayah" ucap Ayahnya dengan jelas dan meneteskan air matanya.


"Ayah jangan menangis, itu semua air mata palsu. Apa yang Ayah sembunyikan sih, apa, harta, selingkuhan baru lagi. Ayah benar-benar jahat, Ayah itu bukan pria yang bisa aku sebut dengan Ayah. Saya muak dengan semua ini. Saya harap kita tidak pernah bertemu, dan jangan anggap Saya sebagai anak kamu, karena aku tidak akan menganggap kamu sebagai Ayah kandungku," ucap Luciana juga meneteskan air matanya, sambil menatap wajah Ayahnya.


Luciana pun langsung keluar dari rumah tersebut dan langsung pergi dari tempat tersebut. Ayahnya hanya bisa melihat Luciana yang pergi sambil melambaikan tangannya dengan ragu-ragu, "Ayah tidak ingin kamu terlibat dengan penyakit Ayah ini. Maafkan Ayah Nak" ucap batin Ayahnya sambil mengusap air matanya dan langsung masuk kembali ke dalam rumah tersebut.


Disisi lain, pulanglah Abilene, setelah melakukan arisan bersama teman-temannya, "aku pulang sayang" ucapnya dengan bahagia dan belum tahu soal berita yang viral disosial media.

__ADS_1


Sontak Madison langsung berbalik badan dan menatap wajah istrinya, "eh, kamu kenapa seperti habis menangis. Apa terjadi sesuatu dengan kamu?" tanya istrinya langsung menghampiri Madison dan memegang wajahnya.


"Saya tidak apa-apa, saya hanya kelelahan saja. Saya mau istirahat dulu" jawab Madison dengan dingin dan langsung masuk ke dalam kamarnya.


"Kenapa suamiku begitu aneh. Apa terjadi sesuatu dengannya. Aneh, sudahlah, mending aku memesan barang mahal dulu, untuk pamer kepada teman arisanku" langsung duduk di sofa dan tidak mempedulikan suaminya.


Disisi lain, di mana Luciana dalam perjalanan menuju rumah Leonathan, "kenapa dia baru sadar sekarang. Apa dia tidak melihat luka yang ada diseluruh badanku ini. Berarti dia cuek dan tidak mau mempedulikanku. Dia hanya pandai berakting saja untuk mendapatkan uangku. Aku benar-benar benci dengannya" ucap batin Luciana sambil mengusap air matanya yang terus menetes, karena merasa sakit hati.


Sesampainya di rumah, Luciana pun langsung turun dari mobilnya dan masuk ke dalam rumah. Saat di dalam rumah, ternyata sudah ada Leonathan yang sedang duduk di sofa ruang tamu. Sontak Luciana dan Leonathan saling bertatapan.


"Habis dari mana kamu, dan kenapa perbannya dibuka?" tanya Leonathan langsung berdiri dan menaikkan alisnya.


Sesampainya di kamar, Leonathan pun langsung masuk ke dalam dan melihat Luciana yang sedang duduk di lantai sambil merungkup menutupi wajahnya. Leonathan pun menghampiri Luciana dan duduk disampingnya.


"Sayang, apa ada masalah denganmu?" tanya Leonathan dengan lembut.


Luciana pun langsung menatap wajah Leonathan dengan ekspresi wajah sedih dan air matanya yang menetes, "kenapa kamu menangis. Apa ada masalah yang terjadi. Atau ada yang menyakiti kamu, ceritakan kepadaku?" tanya Leonathan kembali sambil mengusap air mata Luciana.

__ADS_1


"Apa aku tidak boleh menangis?" tanya Luciana sambil menatap wajah Leonathan.


"Tentu saja boleh. Apa kamu ingin menangis?" jawab Leonathan sekaligus bertanya.


Luciana pun mengangguk, "kalau begitu, keluarkan semua tangisan kamu. Setelah itu, barulah kamu cerita, apa yang terjadi dengan kamu. Bagaimana?" ucap Leonathan tersenyum tipis dan mengelus pipi Luciana.


Luciana kembali menganggukkan kepalanya dan ia mulai menangis dengan keras, lalu Leonathan meletakkan kepala Luciana di dalam pelukannya dan mereka saling berpelukan.


1 Jam pun berlalu, di mana Luciana selesai menangis dan Leonathan tidak mendengar tangisan Luciana lagi. Saat Leonathan melihat Luciana, ternyata Luciana tertidur setelah menangis cukup deras, "dia tertidur. Pasti dia kelelahan dengan hari ini. Kasihan banget istriku ini" mencium kening Luciana dan langsung menggendongnya untuk meletakkannya di atas tempat tidur.


Setelah meletakkan Luciana di atas tempat tidur, Leonathan pun menyelimuti Luciana" tidurlah dengan nyenyak, Sayang" ucap Leonathan kembali mencium kening Luciana dan ia langsung keluar dari kamar tersebut.


Luciana pun mengambil ponselnya lalu menghubungi pengawalnya, "cari penyebab istri saya menangis. Hubungi kalau sudah mendapatkan informasi" ucap Leonathan dengan wajah serius dan ia langsung mematikan ponselnya.


"Tidak akan aku biarkan, siapapun menyakiti istriku, apalagi membuatnya menangis. Aku tidak akan diam saja melihatnya seperti itu" ucap Leonathan mengepalkan kedua tangannya, sambil mengerutkan keningnya.


Kembali di kamar, di mana Luciana terbangun dan ternyata ia hanya pura-pura tidur saja, "syukurlah Leonathan sudah pergi. Maafkan aku Leonathan, karena aku harus bohong sama kamu. Aku tidak mau melibatkan kamu dalam masalahku, karena selama ini, kamu sudah banyak membantuku. Kali ini, aku tidak akan meminta bantuan kamu lagi, biar aku yang menyelesaikan semua masalahku ini" ucap batin Luciana sambil menatap ke atas.

__ADS_1


Luciana pun langsung duduk dan mengambil ponselnya. Namun, saat mengambil ponselnya, tiba-tiba saja ada sebuah panggilan yang masuk dan itu adalah panggilan dari


__ADS_2