
Sontak Gita kaget. "Eh, kakak. Bukan kak, aku hanya mau menyaksikan hari pernikahan kakakku tersayang." Jawab Gita kembali berakting.
"Kamu sungguh menggemaskan." Ucap Dayton langsung memeluk pinggang Gita dengan erat.
"Malas banget dekat si kotoran ini. Tapi, ini semua demi menjatuhkan Luciana. Agar dia berada dibawah kakiku." Ucap Gita tersenyum licik.
Disisi lain. "Ternyata mami lebih menyayangi papi. Apa aku masih ada ruang dihati mami." Ucap baby Bing menangis, karena tidak bisa menikahi Luciana.
"Aku masih tidak rela, karena mami dinikahi. Bisa bisa, papi nanti menggoda mami, dan mereka saling menyayangi. Aku bisa apa nanti." Ucap baby Bing terus tekanan batin, sambil memegang bunga pengantin.
"Dimana pengantin pria, kenapa belum datang?." Tanya pendeta kembali.
Tiba tiba saja ada sebuah helikopter yang datang dan terbang diatas mereka. Sontak semuanya langsung menatapnya.
Dan ada penampakan Leonathan dari luar pintu, dengan menggunakan kacamata hitam.
__ADS_1
Dan tangga dari helikopter tersebut, langsung diturunkan. Dan Leonathan langsung turun dari helikopter tersebut, dan Leonathan langsung berdiri dihadapan Luciana.
"Maaf membuat kalian menunggu lama." Ucap Leonathan.
"Baiklah, karena kedua mempelai sudah datang. Kalau begitu, langsung saja kita laksanakan pernikahannya." Ucap pak pendeta langsung mengeluarkan kitab pernikahan.
Setelah membaca doa-doa menurut agama mereka, dan sekarang dibacakannya janji sesama pengantin.
Merekapun berpegangan tangan dan saling bertatapan. "Tuan Leonathan, apakah anda bersedia menikahi nona Luciana dan bersama selamanya. Baik dalam duka maupun senang, baik di kala sakit maupun sehat?." Ucap pendeta tersebut sambil menaruh kitab diatas kepala mereka berdua.
"Aku bersedia." Jawab Leonathan sambil menatap wajah Luciana.
"Aku bersedia."Jawab Luciana dengan bahagia.
"Dengan begitu, kalian sudah resmi menjadi sepasang suami istri. Kalau begitu, kalian boleh berciuman sekarang." Ucap pak pendeta, dan semua tamu langsung bertepuk tangan dengan meriah.
__ADS_1
Luciana langsung mendekat ketubuh Leonathan. "Aku mau lihat, seberapa jago kamu berciuman." Ucap Luciana menggodanya.
"Anggaplah ini sebagai kecupan saja, agar tamu bisa percaya, kalau kita saling bahagia." Ucap Leonathan berbisik, dan mereka langsung berciuman, dan bunga bunga langsung bertebaran di atas mereka.
Disisi lain. "Kelihatannya mami sangat puas dengan papi. Mamiku, maafkan baby Bing, yang tidak bisa menikahkan mami." Ucap baby Bing kembali menangis kembali.
"Sabarlah nak. Mami kamu memang sangat romantis dengan papi kamu, tapi bisa saja wanita itu hanya mengincar harta papi kamu. Karena selama ini, papi kamu tidak pernah menyukai wanita, dan bahkan menyentuhnya saja belum pernah." Ucap sahabat dekat Leonathan memanasi baby Bing.
"Jangan menjelekkan nama mamiku. Atau paman akan mendapatkan hukuman dari pengawalku." Ucap baby Bing langsung marah, karena Luciana dihina.
"Eh, iya iya. Ampun bos." Jawab sahabat dekat Leonathan yang bernama Jean.
Disisi lain. "Mereka sangat bahagia, aku tidak bisa melihat mereka bahagia begini. Aku benci kau Luciana." Ucap batin Gita mengepalkan kedua tangannya, dan langsung pergi dari pernikahan tersebut.
"Sekarang, pelemparan bucket bunga. Dipersilahkan baby Bing, untuk memberikan bucket tersebut, kepada pengantin wanita." Ucap mc.
__ADS_1
Baby Bing pun langsung berjalan di karpet merah, sambil membawa sekuntum bunga mawar.
Baby pun langsung menghampiri mereka berdua. Dan Luciana langsung jongkok. "Sayang