Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 147: Sarapan Bersama


__ADS_3

"Baiklah pak, terima kasih banyak atas informasinya pak" langsung mematikan telepon tersebut.


"Ada apa, Sayang?" tanya Luciana.


Leonathan pun menghampiri Luciana dan jongkok di hadapannya, "ini, pihak kepolisian menghubungiku, katanya Gita sudah di kantor polisi dan hendak menanyakan motifnya melakukan pembunuhan tersebut. Namun, dia malah tertawa terus dan polisi bertanya, apakah Gita sakit jiwa, ya aku jawab gak. Karena dia kan gak sakit jiwa, tapi Gita terus tertawa, layaknya orang sakit jiwa. Sampai-sampai, pihak kepolisian harus menyuntik obat bius kepadanya, agar dia tidak terus tertawa dan memberontak" jawab Leonathan dengan jelas.


"Astaga, sepertinya dia benar-benar gila deh. Karena Ayah dan Ibunya sedang masuk rumah sakit, sedangkan dia masuk penjara. Mungkin saja karena itu, jadinya dia stress" ucap Luciana.


"Mungkin saja, yang terpenting dia sudah berada di kantor polisi. Sekarang, yang kita pikirin, adalah kondisi Ayah kamu sayang" ujar Leonathan mengelus pipi Luciana.


"Syukurlah kalau dia sudah berada di kantor polisi" ucap Alvino yang ikut bahagia dengan informasi tersebut.


Saat mereka sedang berbicara bersama. Tiba-tiba saja ada dokter wanita yang menghampiri mereka, "permisi Pak dan Bu" ucap dokter tersebut dan mereka bertiga langsung menatap ke arah dokter tersebut.


"Iya dok, ada apa ya dok?" tanya Leonathan.


"Apa di sini ada wali dari wanita yang bernama Abilene?" tanya dokter tersebut.


"Kami dok, kami anaknya. Ada apa ya dok dengan Ibu kami?" jawab Luciana sekaligus bertanya.


"Saya mau memberitahukan soal Ibu anda. Kami sudah berusaha sebaik mungkin, namun benturan yang begitu keras, membuat pendarahan dibagian otaknya dan kami tidak bisa menyelamatkannya. Maaf sekali, kami audah berusaha semaksimal mungkin, namun Ibu anda sudah tidak dapat tertolong. Ibu anda sudah meninggal dunia" jawab dokter tersebut dengan jelas.


"Astaga," ucap bersamaan Luciana dan Alvino saling bertatapan dan kembali menatap wajah dokter tersebut.


"Omong-omong, apa kami bisa bertemu dengan Ibu kami dok?" tanya Luciana.


"Boleh banget. Mari, saya akan tunjukkan ruangannya" jawab dokter tersebut langsung menunjukkan ruangan tersebut, dan merekapun mengikuti dokter tersebut.

__ADS_1


Sesampainya di ruang tersebut. Merekapun langsung masuk ke dalam ruangan tersebut bersama-sama. Di dalam ruangan tersebut, kain putih sudah menutupi seluruh tubuh Abilene. Luciana pun membuka kain yang menutupi wajah tersebut dan terlihatlah wajah Abilene yang sedikit pucat dan matanya sudah tertutup.


"Sungguh tragis hidupmu Abilene. Padahal kau belum mendapatkan seutuhnya hartamu, tapi kau sudah dipanggil duluan oleh Tuhan. Kasihan banget" ucap batin Luciana mengelus pipi Abilene.


"Oh ya Bu, sebelum Abilene meninggal, ia menitipkan sebuah surat untuk anda. Ini suratnya" ujar dokter tersebut langsung memberikan sebuah kertas kecil dan Alvino yang mengambil kertas tersebut.


Luciana pun melihat kertas tersebut bersama Alvino dan isi kertas tersebut ialah, "tolong kuburkan saya tepat disamping kuburan almarhum suami saya di Pemakaman Garden" isi dari surat tersebut.


"Dia sudah tahu, kalau dia akan meninggal, makanya dia menuliskan surat ini. Kalau begitu, nanti akan langsung kita makamkan di Pemakaman Garden kalau begitu" ucap Alvino langsung menutup kembali kertas tersebut.


"Benar yang kamu katakan itu Alvino. Kalau begitu, nanti akan kita urus pemakaman. Sebelum itu, aku harus mengatakan hal ini kepada Gita, karena dialah anak kandung Abilene" ujar Luciana.


"Biar aku saja yang datang untuk menemui Gita. Lebih baik kamu di sini saja bersama Alvino, untuk menjaga keadaan Ayah. Kamu tidak perlu khawatir, aku bisa mengatasinya" sahut Leonathan.


"Baiklah. Kalau begitu, besok pagi saja kamu pergi ke sana, karena ini sudah malam. Lebih baik kita istirahat dulu" ucap Luciana.


"Bing, bisakah kamu ambilkan piring untuk Ayah" ucap Leonathan yang sedang membuat sarapan di dapur bersama baby Bing.


"Siap Pa" mengambil piring yang diminta Leonathan dan ia langsung memberikannya kepada Leonathan.


"Ini Pa, piring yang Papi minta" ucap baby Bing.


Leonathan pun langsung mengambilnya, lalu meletakkan sayuran matang ke piring tersebut, "kalau begitu, mending kamu manggil Mami kamu sana. Katakan, kalau sarapan sudah selesai" perintah Leonathan dan baby Bing pun langsung memanggil Luciana yang ada di kamarnya.


Disisi lain, Luciana pun sudah selesai mandi dan sudah mengenakan pakaian rapi, dan ia sedang memakai riasan, "Mami, apa Mami sudah bangun" panggil baby Bing sambil mengetuk pintu kamar tersebut.


"Sudah sayang. Kalau begitu, kamu masuk saja" jawab Luciana dan baby Bing pun langsung masuk ke dalam kamar tersebut.

__ADS_1


"Mami sedang apa?" tanya baby Bing berdiri di dekat Luciana.


"Mami sedang mengenakan riasan, Sayang" jawab Luciana sambil tersenyum.


"Mami tidak perlu mengenakan riasan saja sudah cantik kok Ma. Kenapa harus mengenakan riasan?" tanya baby Bing kembali.


"Agar Papi kamu tidak melirik wanita lain. Hahahah" jawab Luciana sambil tertawa tipis dan sudah selesai mengenakan riasan tersebut.


"Mami sudah selesai. Kalau begitu, mari kita sarapan sekarang" ucap Luciana dan mereka berdua langsung keluar dari kamar dan menuju meja makan bersama.


Sesampainya di meja makan, mereka berdua langsung duduk saat Leonathan sedang merapikan alat masak tersebut, "selamat pagi sayang" ucap Luciana.


"Eh, kamu sudah bangun ternyata. Aku sudah membuat sarapan untuk kita semua" ucap Leonathan langsung membuka celemeknya dan duduk disamping Luciana.


"Kalau begitu, mari kita sarapan sekarang" ujar baby Bing sudah tidak sabar untuk sarapan.


"Ini Mami ambilkan untuk kamu sayang" ucap Luciana langsung meletakkan makanan di atas piring baby Bing.


"Oh ya Mami, kenapa kemarin malam Mami dan Papi tidak ada di rumah. Apa terjadi sesuatu?" tanya baby Bing kepada Luciana dan Leonathan.


Leonathan dan Luciana saling bertatapan, "hm, jadi begini sayang. Kemarin malam, Kakek kamu masuk rumah sakit" jawab Luciana.


"Kakek masuk rumah sakit. Kenapa itu bisa terjadi Ma. Apa ada orang yang jahat kepada Kakek. Tapi kan Kakek jahat?" tanya baby Bing kembali, sambil menaikkan alisnya.


"Sudahlah Bing, Mami kamu itu lelah dan kamu jangan terus bertanya kepada Mami kamu. Kamu gak kasihan sama Mami kamu" sahut Leonathan yang peka kepada Luciana, kalau Luciana bingung menjawab pertanyaan dari anaknya.


"Ya deh Pi, maafin Bing ya Mi, karena sudah menanyakan hal yang terlalu tidak penting. Habisnya Bing kepo. Maafin ya Mi" ucap baby Bing jadi merasa bersalah.

__ADS_1


"Gapapa sayang. Kalau begitu, mari kita sarapan" jawab Luciana kembali tersenyum dan mereka sarapan bersama.


__ADS_2