Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 82: Tongkat Baseball


__ADS_3

Di luar ruang busana, "rasakan itu Luciana. Gaunnya ada padaku, dan sudah aku tempatkan di rumah seseorang. Habislah kamu." Tersenyum puas Gita, dan kembali ke mejanya.


Sedangkan di dalam, Luciana berusaha tenang, dan mengamati situasi. "Omong omong, kalau aku lihat Gita. Dia datang hanya mau mengatakan hal itu saja. Aku jadi curiga dengannya. Apa ini ada sangkutannya dengannya. Aku harus cari tahu soalnya juga." Ucap batin Luciana.


Tiba tiba, ada yang datang kembali, dan ia adalah Rose dan Kai. Sontak Luciana membalikkan wajahnya, dan menatap mereka berdua.


"Bagaimana dengan kameranya. Apa sudah selesai diperbaiki?" tanya Luciana, sambil menaikkan alisnya.


"Kamera sudah diperbaiki nyonya. Apa mau lihat sekarang?" Jawab Rose sekaligus bertanya.


"Tentu saja. Saya mau lihat, siapa yang berani mengambil gaun itu." Jawab Luciana langsung keluar dan menuju ruang cctv, bersama Rose dan Kai.


Sesampainya di ruang cctv, "salam bu bos," ucap penjaga cctv tersebut.


"Apa semua sudah bagus?" tanya Luciana untuk memastikannya kembali.


"Sudah bu bos, dan pelakunya itu ada dua orang. Dan dia adalah pria bu bos." Jawabnya dengan jelas.


"Putar rekamannya. Saya mau lihat sendiri," perintah Luciana, dan rekaman pun langsung diputar.


Merekapun melihat bersamaan. "ini kan Erland. Tidak salah lagi, dia Erland. Aku harus mencarinya." Ucap batin Luciana, sambil mengerutkan keningnya.


"Apa jangan jangan. Dia juga yang mengirimkan hadiah mengerikan kemarin malam itu. Aku harus menyuruh orang, untuk mencari tahu soal ini. Bisa saja dia melakukan hal lain dengan keluargaku. Aku tidak akan tinggal diam." Ucap batin Luciana mengambil ponselnya, dan keluar dari ruangan tersebut, untuk menghubungi seseorang.


Di luar ruangan, "halo, ada yang mau saya katakan kepadamu." Ucap Luciana.


"Ada apa nih bu bos. Ada yang bisa kami bantu?" tanyanya.


"Carilah orang ini, dan bawa dia ke hadapanku nanti malam, di lokasi yang aku kirimkan. Soal uangnya, gampang. Nanti akan langsung aku kirim uangnya, kalau kalian bisa mendapatkannya. Kalian paham kan." Jawab Luciana.


"Baik bu bos. Kami akan mencarinya sampai dapat," jawab mereka.


Luciana pun langsung mematikan ponselnya, dan mengirimkan foto Erland dan lokasi yang akan ia datangi. Luciana pun kembali masuk ke dalam ruang cctv, "terima kasih banyak, dan simpan rekaman tersebut. Lalu kirimkan kepada saya nanti. Mari kembali." Perintah Luciana.

__ADS_1


"Baik bu bos,"


Merekapun langsung keluar dari ruang cctv bersama, "oh ya nyonya. Apa nyonya tahu siapa dua pria itu?" tanya Rose.


"Saya kurang tahu yang satunya. Tapi kalau satunya lagi, itu saya kenal. Dan saya akan membereskannya dengan cepat. Kalian berdua kembalilah ke pekerjaan kalian masing masing. Masih ada hal yang harus saya urus." Jawab Luciana menuju ruang kerjanya.


"Bu bos benar benar pusing ya. Kita harus membantunya." Ucap Kai kepada Rose.


"Benar juga yang kau katakan itu Kai. Kita harus mencari pria satunya lagi. Yang tidak dikenal oleh nyonya. Karena ia tidak mengenakan topeng, jadi mudah untuk mengenali wajahnya." Jawab Rose.


Di ruang kerja Luciana. Ia pun duduk, dan menutup wajahnya, dengan kedua tangannya. "Kenapa hal ini harus terjadi bersamaan sih. Aku harus mengurus karyawan yang akan pergi ke London juga, untuk fashion week di sana." Mengecek laptopnya, dan membuka situs tiket bandara ke London.


Luciana pun langsung memesan tiket pesawat tersebut. Dan tiba tiba saja, ada pesan masuk dari ponselnya, dan membuat nada deringnya berbunyi.


Luciana pun mengeceknya. Dan saat ia bukan pesan tersebut. Ternyata pesan tersebut dari nomor tidak dikenal, dan berisikan.


"Bagaimana dengan hadiahnya sayang. Apa bagus?" tanya pria tersebut.


"Siapa pria ini sebenarnya. Apa dia Erland, atau pria lainnnya. Sial." Sedikit marah Luciana, sambil mengerutkan keningnya.


Luciana mengeblok nomor tidak dikenal tersebut, dan kembali meletakannya di atas meja.


"Aku akan mencari keberadaan pria ini. Siapa dia sebenarnya, dan apa dia ada sangkutannya dengan peristiwa gaun yang hilang ini." Ucapnya kembali mengerjakan berkas yang ada.


"Syukurlah karyawan masih baik baik semua. Dan aku sudah memindahkan Delisa ke Perusahaan Queen Dress. Jadinya semua aman dan pas. Untunglah." Menghela nafas panjang.


"Ouh ya, aku lagi kepengen ngantar makan siang untuk Leonathan. Dia kan suamiku, dan sudah seharusnya aku membuatkan makan siang untuknya. Iya deh, mana tahu sekalian bisa makan bersama. Heheheh." Tersebut tipis, dan langsung menyandangkan tasnya, lalu keluar dari ruang kerjanya.


"Bu bos," panggil Kai menghampiri Luciana, dan berdiri dihadapannya.


"Eh Kai. Ada apa?" tanya Luciana, sambil tersenyum tipis.


"Bu bos mau ke mana?" tanya balik Kai, ikut tersenyum.

__ADS_1


"Aku kurang nyaman dengan sebutan itu, karena kita ini kan sahabatan. Tapi kalau di dalam perusahaan boleh saja sih. Dan kalau di luar, baru jangan mengatakan seperti itu. Kau paham kan." Ucap Luciana kembali tersenyum.


"Aman bu bos. Jawablah pertanyaan saya tadi." Ujar Kai.


"Ouh, soal itu. Aku mau membuatkan makan siang untuk suamiku. Makanya mau pulang sekarang." Jawab Luciana dengan ekspresi bahagia.


"Baiklah. Kalau begitu, hati hatilah. Dan lihat kanan kiri, kalau mau menyebrang." Perhatian dengan Luciana.


"Terima kasih banyak. Kalau begitu, aku duluan." Melambaikan tangannya, dan langsung pergi.


Setelah Luciana pergi. Devian tersenyum melihatnya dari kejauhan. "Dia sangat bahagia. Syukurlah." Ikut tersenyum, dan kembali ke pekerjaannya.


Disisi lain. Luciana pun menuju rumah, dan setelah beberapa menit. Ia pun sampai, dan langsung masuk ke dalam, lalu menuju dapur.


"Salam nyonya. Kenapa nyonya cepat banget pulang?" tanya bibinya.


"Saya mau membuatkan makan siang untuk Leonathan bi. Kalau begitu, bibi boleh kerjakan yang lain dulu. Biar saya yang mengurus ini." Jawab Luciana sambil mengenakan celemek dapurnya, dan mulai mengambil bahan bahan yang ada.


"Baik nyonya. Bibi mau mengerjakan pekerjaan yang lainnya dulu." Langsung pergi dari dapur.


Luciana akan membuat makanan semur ayam, dan sayur tumis.


Setelah Luciana menyiapkan semuanya. Ia pun menulis sesuatu dikertas kecil, untuk dia berikan kepada Leonathan.


Luciana pun langsung memasukkan makanan yang sudah ia buat ke dalam bekal, dan menempelkan kertas yang ia tulis sesuatu, diatas bekal tersebut.


Sampailah Luciana di perusahaan Leonathan, dan ia langsung turun dari mobilnya. Dan saat ia turun dari mobilnya. Kebetulan ada Leonathan yang juga keluar dari mobilnya juga.


Sontak Leonathan melihat ada Luciana dari kejauhan, dan Luciana pun melambaikan tangannya kepada Leonathan.


"Sayang," panggil Luciana dengan bahagia, dan hendak menghampirinya.


Saat Luciana hendak menghampirinya. Tiba tiba ia melihat ada seorang pria yang mengenakan pakaian serba hitam, dan menutup wajahnya dengan topeng. Pria misterius tersebut, membawa semua tongkat baseball.

__ADS_1


Luciana yang menyadarinya, langsung


__ADS_2