
"Di masa lalu, aku tidak mudah membujuk nyonya Elena untuk bekerja sama. Karena Perusahaan Queen Dress ini adalah perusahaan yang cukup besar dan tentunya sudah terkenal dimana mana. Maka sebab itu, aku harus mengambil hatinya, dengan mengenakan pakaian yang membuatnya kagum kepadaku." Tersenyum tipis Luciana.
Di ruang pribadi nyonya Elesa, Luciana langsung duduk dihadapan nyonya Elesa. "Kenapa kamu mencariku?." Tanya nyonya Elesa.
"Tentunya ada hal yang penting yang mau saya katakan pada anda nyonya. Disini saja mau bekerjasama dengan anda nyonya. Dan saya juga mau membeli beberapa perusahaan milik anda. Apa tersedia nyonya." Jawabnya sekaligus bertanya.
"Tentu tidak mudah untuk mendapatkan perusahaan lainnya, yang merupakan milik saya. Apa yang akan kau kembangkan di perusahaan saya?." Tanya nyonya Elesa dengan elegan.
Luciana pun langsung melipat kedua tangannya. "Tentu kita akan bekerjasama sama dan saya sudah menyiapkan model yang cukup bagus, yang akan membuat nyonya bahagia. Tentu tidak sampai disitu saja, saya juga akan mengajak brand mahal untuk bekerjasama dengan saya juga." Jawab Luciana dengan jelas, sambil tersenyum tipis.
"Bicaramu cukup bagus juga. Perusahaan mana yang mau kamu beli. Pilihlah." Langsung menunjukkan foto foto perusahaannya yang berjumlah 20 perusahaan.
"Siap nyonya, saya akan melihatnya dengan jelas, dan sampai tidak ada kesalahan." Langsung melihat foto perusahaan milik nyonya Elesa, yang sudah disusun rapi disebuah buku.
"Ehm, lokasinya aku harus pilih tempat yang bagus, karena semua brand mahal, mau bekerjasama denganku." Ucap batin Luciana terpanah dengan satu perusahaan yang sangat bagus dan indah, dengan tampilan di dalam perusahaannya, di penuhi dengan fasilitas yang bagus.
"Berapa harga perusahaan gown ini?." Tanya Luciana sambil menunjukan foto perusahaan tersebut.
Nyonya Elesa langsung melihatnya. "Ini hanya diharga 800M, bagaimana?." Jawab nyonya Elesa.
"Wah, cukup murah. Saya ambil perusahaan ini." Ucap Luciana langsung mengeluarkan cek yang diberikan oleh Leonathan.
"Wah, gak ada penawaran nih. Sebenarnya saya akan terus memantau perusahaan yang engkau beli. Karena gaun gaun yang saya buat, akan saya salurkan ke perusahaan yang kamu beli." Ucap nyonya Elesa sambil melipat kedua tangannya.
"Baik nyonya, saya akan mengikuti semua peraturan anda. Tapi jika anda tidak mau menyalurkan gaun anda juga tidak apa apa. Karena saya akan membuat gaun yang indah, dan akan membuat anda kagum nyonya Elesa." Ujar Luciana tersenyum.
"Baguslah, jika ada kesalahan yang terjadi. Saya tidak akan segan segan untuk mencabut pembelian perusahaan ini. Kamu paham kan." Sambil menaikkan alisnya.
__ADS_1
"Kalau begitu, ini sertifikat perusahaannya, dan semoga kita bisa bekerjasama Dengan baik." Langsung memberikannya kepada Luciana.
"Baik nyonya, saya akan mengurus semuanya dengan baik. Dan lagian perusahaannya, sudah menjadi milik saya nyonya. Saya akan mengatur semuanya dengan baik. Oh ya nyonya, saya mau tanya, apa ada lelangan barang atau lelangan gaun yang indah?." Tanya Luciana langsung mengingat soal Rose.
"Tentu saja, besok akan ada lelangan gaun terbagus. Karena gaun tersebut, dipenuhi dengan permata asli, dan mutiara dari laut." Jawab nyonya Elesa.
"Semua brand akan hadir disana, termasuk kamu. Karena kamu sudah menjadi tim saya juga, besok jangan lupa untuk datang ke acara lelangan tersebut. Tepatnya berlokasi di jalan Second Gold."
"Baik nyonya, sekali lagi saya berterima kasih kepada anda. Semoga kita bisa bekerjasama dengan baik." Merekapun langsung berjabat tangan, dan Luciana langsung keluar dari ruang pribadi nyonya Elesa.
Di luar ruang pribadi nyonya Elesa. Luciana pun menghampiri Rose yang sudah menunggunya. "Bagaimana nyonya, apa semua sudah berjalan dengan baik?." Tanya Rose.
"Semua sudah aman, dan aku sudah membeli salah satu perusahaan yang ia sediakan. Tapi aku masih bingung, kenapa aku semudah itu mendapatkan perusahaan tersebut?." Bertanya tanya Luciana sambil memegang dagunya.
"Mungkin saja karena nyonya menikah dengan tuan Leonathan, yang dikenal kaya dan pemarah, kalau ada orang yang menyakitinya." Jawab Rose sambil tersenyum tipis.
Merekapun langsung berangkat menuju universitas Alvino, menggunakan mobil lamborgini milik Leonathan.
Sesampainya, merekapun langsung turun dari mobilnya dan masuk ke dalam universitas tersebut.
Sontak semua menatap ke arahnya. "Lihat, dia begitu cantik dan seksi. Aku suka." Ucap wanita wanita tersebut, kagum dengan tubuh Luciana.
Disisi lain, di kelas Alvino. "Hei, kau mau kemana pria yang tidak punya keluarga." Ucap salah satu pria, yang sangat membenci Alvino.
"Jangan mengatakan hal itu, atau aku akan membunuhmu sekarang." Ucap Alvino menatapnya dengan tatapan tajam.
"Apa karena memang yang aku katakan ini benar ya. Oh ya, katanya kamu memiliki kakak yang sangat cantik ya. Apa aku boleh meminta nomor ponselnya, aku ingin menyewanya." Tanya pria tersebut, yang bernama Geno.
__ADS_1
"Jangan coba coba kau menyebut kakakku. Atau aku akan benar benar membunuhmu." Ucap Alvino langsung menatapnya dengan tatapan tajam.
"Siapa yang memanggilku terus. Apa dia penggemarku." Ucap Luciana langsung masuk, sambil menyandang tas merek Gucci.
Sontak semua murid langsung menatapnya. "Wow, dia cantik banget." Terpesona siswa yang ada di kelas tersebut.
"Kakak, kenapa kakak cepat sekali datang?." Tanya Alvino langsung menghampirinya.
"Tadi kakak sekalian, dari Perusahaan Queen Dress, dan sekalian kakak mampir deh." Jawab Luciana tersenyum tipis.
"Wah, baru saja aku membahas kamu, tapi kamu sudah datang. Apa kamu mempunyai nomor ponsel, aku ingin memintanya, dan aku ingin menghabiskan malam panas denganmu?." Tanya Geno menggodanya.
Luciana pun langsung menghampiri Geno dengan tatapan membunuh. "Apa yang kamu katakan barusan. Apa mulutmu mau hilang sekarang juga, atau perlu aku mencabik cabiknya dulu?." Tanya Young Soon langsung mendekat ke wajahnya.
Sontak Geno langsung kaku, dan mulai ketakutan. "Kenapa aura wanita ini sangat menakutkan. Baru saja ia mengatakan hal itu, tapi aku sudah merasa dibunuh oleh jiwanya." Ucap batin Geno langsung ketakutan.
"Kamu jangan mendekat seperti itu dong sayang. Apa kamu sudah tidak sabar?." Tanyanya.
Luciana langsung menampar Geno, dan menendang perutnya, dan Geno langsung terjatuh ke lantai.
"Beraninya kamu menendangku, dan menamparku. Apa kamu tidak tahu aku siapa, ayahku adalah seorang manager di sebuah perusahaan terbesar milik tuan Leonathan. Apa kamu mau aku adukan dengan ayahku." Ucapnya dengan tegas.
Luciana pun jongkok, dan memegang pipi Geno dengan keras. "Kamu tahu tidak soal pernikahan tuan Leonathan itu. Dan kamu tahu tidak siapa yang ia nikahi itu, wanita yang ia nikahi itu adalah nyonya Luciana. Dan kamu tahu siapa namaku."
"Namaku adalah Luciana. Jadi kamu tahu siapa aku sekarang kan." Ucapnya berbisik ditelinga Geno.
Sontak Geno langsung membeku, dan wajahnya langsung ketakutan. Geno pun gemetaran dengan ucapan yang dikatakan Luciana.
__ADS_1
Luciana kembali berdiri, dan ia langsung