Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 130: Cemburu


__ADS_3

Luciana langsung mengambil gambar dari mereka berdua, dan Luciana kembali mengajak berfoto bersama. Setelah berfoto, baby Bing dan Leonathan langsung meminum air putih karena lelah.


"Sayang, apa kamu mau jalan-jalan dengan mami nanti?" tanya Luciana kepada baby Bing, dan mengelus rambut baby Bing.


"Tentu saja mau mami. Kasihan papi gak ikut, kan papi akan bekerja kan." Mengejek Leonathan, dengan mengeluarkan lidahnya.


"Bing, jangan seperti itu kepada papi kamu. Nanti mami cubit kamu." Ujar Luciana kepadanya.


"Iya mami. Maaf," langsung meminta maaf kepada Luciana.


"Kalau begitu, kamu siap-siap dulu sana sayang. Kan sudah mau waktunya kamu bekerja." Perintah Luciana.


"Terlambat juga tidak apa-apa, kan saya pemilik perusahaannya. Jadi tidak perlu dipikirkan sayang." Jawab Leonathan mengelus rambut Luciana, dengan raut wajah tersenyum.


Tiba-tiba saja ponsel Luciana berdering. Luciana langsung mengangkatnya, dan itu adalah telepon dari adiknya Alvino.


"Adik, ada apa menghubungi kakak?" tanya Luciana kembali tersenyum.

__ADS_1


"Apa kakak di rumah?" tanya balik Alvino.


"Iya, kenapa memangnya?" jawab Luciana sekaligus bertanya.


"Tidak ada apa-apa kak. Aku hanya ingin berkunjung saja. Sudah lama aku tidak pernah melihat kakak, karena akhir-akhir ini aku sangat sibuk, untuk mengurus kelulusan kuliah, dan ada yang mau aku katakan juga kepada kakak. Apa kita bisa bertemu kak." Jawab Alvino dengan jelas.


"Boleh saja. Lebih baik kita bertemu di sebuah restoran saja. Karena kakak mau mengajak Bing untuk jalan-jalan, kan hari ini minggu. Jadi mumpung Bing lagi libur, makanya mau kakak ajak jalan-jalan." Ucap Luciana memberitahukannya.


"Wah, aku ikutan juga dong kak. Pasti seru kalau ada Bing. Sudah lama aku tidak bermain dengan Bing. Kalau begitu, sampai jumpa nanti kak. Aku mencintaimu kak." Bahagia Alvino, dan langsung mematikan telepon tersebut.


"Siapa itu. Alvino?" tanya Leonathan memastikannya.


"Iya, katanya dia merindukanku. Dan nanti aku akan bertemu dengannya. Boleh kan sayang." Jawab Luciana dengan jelas, dan meminta izin kepada Leonathan.


"Boleh. Mana mungkin aku melarang istriku untuk menemui adiknya. Kalau begitu, saya mau siap-siap dulu, karena mau ke perusahaan segera." Jawab Leonathan, dan ia langsung masuk ke dalam rumah.


Disisi lain, "ma, sepertinya ada yang aneh dari papi." Ucap baby Bing.

__ADS_1


"Aneh bagaimana sayang?" tanya Luciana yang bingung dengan ucapan baby Bing.


"Ketika mami berteleponan dengan om Alvino. Papi terus menatap ke arah mami. Sepertinya papi cemburu deh ma." Jawab baby Bing dengan jelas.


"Hah, cemburu. Astaga, kan kamu tahu sendiri sayang, om Alvino kan adik mami. Mana mungkin mami menyukainya. Walaupun mami menyukainya, itu kan tanda kasih sayang sebagai adik dan kakak. Papi kamu benar-benar cemburuan orangnya." Ucap Luciana sambil menghela napas panjang.


"Kalau begitu, mending kita masuk ke dalam, dan kamu siap-siap. Karena kita akan pergi ke luar sayang." Kembali mengelus rambut baby Bing dengan lembut, dan mereka berdua pun masuk ke dalam rumah.


Setelah di dalam rumah. Luciana pun menyiapkan sarapan, dan setelah menyiapkan sarapan simple. Luciana langsung duduk dikursi, dan disisi lain, baby Bing dan Leonathan sama-sama sudah selesai mandi, dengan sudah mengenakan pakaian yang begitu rapi.


Leonathan dan baby Bing saling bertatapan, dan mereka langsung menuju meja makan bersamaan. Sontak Luciana langsung menatap wajah Leonathan dan baby Bing. "Kalian sudah selesai?" tanya Luciana, sambil menaikkan alisnya.


"Sudah," jawab serentak baby Bing dan Leonathan.


"Kalau begitu, mari kita sarapan sekarang. Karena perut hari diisi dengan makanan yang enak." Ucap Luciana dengan bahagia, dan masing-masing mereka sudah mengambil makanan yang sudah dimasakkan oleh Luciana.


"Ouh ya mami. Kapan mami ulang tahun, baby Bing tidak tahu kapan mami ulang tahun?" tanya baby Bing, sambil mengunyah makanannya.

__ADS_1


__ADS_2