Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 22: Selembar Kertas


__ADS_3

Sontak Leonathan kaget. "Wanita ini benar benar mesumnya secara terang terangan." Ucap batin Leonathan sedikit kesal.


Leonathan langsung menjatuhkan Luciana ke tempat tidur, dan Leonathan membalikkan badan Luciana, dan sontak Leonathan menimpahinya.


Sontak pipi Luciana langsung memerah. "Ugh." Ucapnya sedikit merasakan ada barang yang mengganjal dirinya.


"Apakah kamu tidak diajarkan oleh kedua orang tuamu, tentang sopan santun. Langsung memegang Batang milik pria." Ucap Leonathan menatapnya dengan tajam.


Luciana langsung berbalik badan, dan memegang leher Leonathan dengan manja. "Kenapa emangnya kalau aku melakukan hal itu. Lagian kamu juga sudah menjadi suamiku sayang. Apa tidak boleh?." Tanyanya mendekat ke wajah Leonathan.


Leonathan langsung duduk, dan memberikan selembar kertas kepada Luciana. "Padahal sedikit lagi aku menciumnya lagi." Ucap batin Luciana langsung memasang wajah kesal.


"Lihat surat itu dulu, itu adalah surat dimana perjanjian kontrak nikah kita ini. Anggap saja ini adalah pernikahan palsu saja, agar baby Bing tidak sedih." Ucap Leonathan langsung melipat kedua tangannya.

__ADS_1


"Dimasa lalu, Leonathan juga memberikan kertas ini. Tapi, semakin lama, dia mulai memperpanjang kontrak nikah ini. 3 tahun menjadi 4 tahun, 5 tahun menjadi 7 tahun, dan seterusnya dia melupakan surat ini, dan membuatku menjadi miliknya seutuhnya."


"Jadi aku sudah tahu soal ini, dan dia juga meletakkan diatas kertas ini, bahwa aku tidak boleh memanggil sayang di dalam rumah, dan hanya digunakan di luar rumah. Mau bagaimana lagi, dia benar benar kulkas 100 pintu." Ucap batin Luciana tersenyum tipis.


Luciana langsung mendekatinya kembali. "Sebelum aku menanda tanganinya, kau kerjakan dulu kewajibanmu sebagai suami." Ucap Luciana menarik lengan pakaian Leonathan.


Dan Leonathan kembali kaget dengan tingkah Luciana yang langsung bertindak dengan cepat, tanpa pikir panjang.


"Aku bisa menjalankan kewajibanku sebagai suami, asalkan kau bisa melewati kejutan yang aku buat." Ucap Leonathan kembali menjauh darinya.


"Kejutan itu adalah nenek, karena nenek tidak mudah bergaul dengan wanita yang tidak dekat dengannya, apalagi yang hanya mau hartaku saja. Kita lihat saja besok, dan aku akan membuat Luciana susah menjadi istri yang baik bagiku." Ucap batin Leonathan.


Keesokan paginya. Dimana Luciana baru bangun, dan melihat disampingnya sudah tidak Leonathan. "Kemarin malam kami tidak melakukan adegan hot itu. Dia malah membuat pembatas, agar aku tidak macam macam dengannya. Sungguh menyebalkan Leonathan itu." Ucap kesal Luciana langsung menuju kamar mandi.

__ADS_1


Setelah mandi, Luciana mengenakan pakaian mini dress saja karena ia di rumah, dan Luciana langsung turun ke bawah untuk sarapan.


Di bawah, Leonathan sedang menikmati sarapannya. "Pagi sayang." Sapa Luciana langsung duduk disamping Leonathan, dengan senyum yang indah, dan terus tersenyum.


"Jangan tersenyum seperti itu, karena itu aneh." Ucap Leonathan kembali datar, sambil mengunyah makanannya.


Luciana menggodanya kembali, dengan mengelus kaki Leonathan, dengan kaki kanan Luciana. Sontak Leonathan kaget, dan langsung menghindar dari Luciana, dan Luciana tidak marah, dan malah tersenyum mesum dengannya.


"Wanita ini benar benar ya." Sedikit kesal Leonathan, karena ia terus digoda oleh Luciana.


"Ini makanan anda nyonya." Untuk Rose meletakkan sarapan Luciana.


"Eh, kenapa tiba tiba kamu memanggilku nyonya, padahal kemarin masih non deh?." Tanyanya sedikit bingung.

__ADS_1


"Ini semua atas perintah tuan Leonathan. Kan nyonya sudah menjadi istri tuan Leonathan, tentu kami yang berada di rumah ini, akan memanggil anda nyonya." Jawab Rose sambil tersenyum salting, karena melihat


__ADS_2