Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 51: Kesal


__ADS_3

"Tentu saja, namanya mami gitu lho. Oh ya, apa kamu masih akan terus di sini. Apa kalian tidak langsung pulang sayang?." Tanya Luciana.


"Tidak mi, kami harus di sini dulu. Karena mau membantu bu guru, untuk merapikan semua ini." Jawab baby Bing, kembali memeluk Luciana.


"Mari kita kembali sekarang. Karena aku masih banyak pekerjaan, yang harus aku kerjakan." Ucap Leonathan.


"Kalau begitu, mami pulang dulu ya sayang. Karena papi kamu benar benar sibuk. Jadi mami harus mengikuti kemauannya saja." Ujar Luciana menurunkan baby Bing, dan mengelus rambutnya.


"Mami dan papi hati hati ya. Dah mami sayang." Melambaikan tangannya.


Luciana pun ikut melambaikan tangannya, dan langsung pergi bersama Leonathan. Di luar gedung sekolah, merekapun masuk ke dalam mobil bersamaan dan mobil langsung berjalan menuju pulang.


Di perjalanan. Tiba tiba saja ponsel Luciana berdering, dan ia pun mengangkatnya.


"Halo." Panggilnya.


"Halo anakku Luciana. Kenapa kamu tidak pernah pulang ke rumah. Dan kenapa kamu tidak pernah memperkenalkan suami kamu. Ayah juga ingin bertemu dengan tuan Leonathan sayang. Kapan kamu pulang?." Tanya yang tidak lain lagi ialah ayahnya.


"Hal apa yang ayah inginkan. Aku tahu, semua ini karena ayah menginginkan sesuatu dari suamiku kan. Katakan." Sahut Luciana langsung mengerutkan keningnya.


Leonathan meliriknya. "Dia sedang mengobrol dengan ayahnya. Pembahasan apa yang mereka bahas. Sampai Luciana membawa namaku." Uc batin Leonathan, sambil melipat kedua tangannya.


"Marilah sayang, kamu menginap sehari saja di rumah ayah. Ayah benar benar merindukan kamu, bukan maksud yang lain. Ayah benar benar merindukan kamu, dan adikmu juga merindukan kamu." Jawab ayahnya.


"Baiklah. Akan ku bicarakan hal ini kepada suamiku. Karena aku juga sangat sibuk, dengan pekerjaan aku. Kalau begitu, itu saja, dan jangan lupa untuk teratur makan ayah. Dah." Ucap Luciana mematikan ponselnya, dan kembali memasukkannya ke dalam tas.


Luciana pun menyender ke kaca mobil yang ada di sampingnya, sambil menggigiti jarinya.

__ADS_1


"Apa yang mereka rencanakan. Apa ayah benar benar merindukan anaknya ini, atau hanya sekedar ingin menguras harta Leonathan. Aku harus waspada." Kata batin Luciana.


"Apa sebenarnya yang mereka bicarakan tadi. Apa aku harus bertanya dengannya." Ucap batin Leonathan juga.


"Tapi aku tidak ingin mengganggu Leonathan. Karena akhir akhir ini, dia juga sangat sibuk. Bagaimana ini." Kata hati Luciana kembali, dan sedikit bingung.


"Apa yang sebenernya kamu sembunyikan dariku?." Tanya Leonathan, yang memulai pertanyaan kepada Luciana.


Sontak Luciana menatapnya, dan memasang wajah serius. "Jadi begini suamiku. Tadi ayah menghubungiku, dan mengatakan, kalau ia merindukan aku dan kamu. Jadi dia mau kalau kita menginap sehari di sana. Apa kamu mau." Jawab Luciana sekaligus bertanya.


"Itu semua kehendak kamu. Kalau kamu mau, aku juga mau. Ini semua demi kontrak nikah kita, agar tidak ada yang curiga dengan kita berdua." Jawab Leonathan.


"Lagi lagi kontrak itu yang ia bahas. Padahal aku ingin melupakannya. Karena aku ingin memilikinya, tanpa kontrak apapun. Tapi dia menganggapku, benar benar hanya wanita kontrak. Apa aku tidak bisa membuatnya jatuh cinta kepadaku." Ucap batin Luciana menundukkan kepalanya, dan langsung memalingkan wajahnya, dari Leonathan.


"Terima kasih banyak." Ucap Luciana dengan nada rendah.


Sontak Leonathan kembali meliriknya. "Kenapa dia. Apa dia merasa sakit hati, atas apa yang aku katakan tadi." Kata hati Leonathan.


"Ada apa dengan nyonya tuan?." Tanya Rose, sambil menundukkan badannya, terlebih dahulu.


"Entahlah, aku juga tidak tahu. Aku akan memeriksanya." Jawab Leonathan meletakkan kedua tangannya, dikantung celananya. Dan langsung masuk ke dalam kamar, yang di dalamnya, ada Luciana.


Di dalam kamar, Luciana sudah berbaring dan menutupi wajahnya dengan bantal. "Kamu kenapa?." Tanya Leonathan duduk di kursi belajar.


Luciana pun melihatnya. "Tidak apa apa. Aku hanya lelah saja." Jawab Luciana kembali jutek, dan kembali memalingkan wajahnya.


"Dia pasti marah, dengan apa yang aku ucapkan tadi. Mungkin menyinggung perasaannya." Ucap batin Leonathan.

__ADS_1


"maafkan aku, kalau ada kata kata yang salah dariku. Dan telah menyakiti hatimu. Aku minta maaf." Ucap dari bibir Leonathan.


"Baiklah, aku maafkan." Jawab Luciana tidak menatapnya, dan mengatakannya, saat ia menutup wajahnya dengan bantal.


Leonathan pun menariknya. Sontak Luciana kaget, dan Luciana berada tepat di hadapan Leonathan. Merekapun saling bertatapan. "Jika ada orang yang bicara. Tatap wajahnya, jangan seperti tadi. Aku tidak suka. Dan sekali lagi, aku minta maaf." Ucap Leonathan langsung melepaskannya.


"Iya, aku maafkan kamu. Iya, iya." Pasrah Luciana, sambil menganggukkan kepalanya.


Leonathan pun hendak keluar. Dan Luciana menundukkan kepalanya. "Apa setelah kontrak nikah kita berakhir. Kita tidak bisa bersama lagi?." Tanya Luciana.


Sontak Leonathan terhenti, dan berbalik badan. "Tentu saja. Dan kamu bebas menikahi pria manapun, yang kamu cintai." Jawab Leonathan.


"Tapi aku hanya mencintaimu. Aku tidak bisa hidup tanpamu Leonathan. Aku benar benar mencintaimu." Ucap Luciana sambil berteriak.


Sontak Leonathan sedikit kebingungan. "Jangan terlalu mencintaiku. Karena ini hanya nikah kontrak saja. Aku duluan." Ujar Leonathan, langsung keluar dari kamarnya.


Luciana pun menggenggam selimut tersebut. "Apa kamu tidak ada perasaan sedikitpun terhadapku Leonathan. Apa karena kamu sudah memiliki wanita cadangan, untuk jaga jaga, saat kontrak nikah kita habis. Hahahah, sungguh lucu ya. Padahal aku kembali terlahir di dunia, agar aku bisa membalaskan dendamku, dan membuat Leonathan jatuh cinta kepadaku."


"Tapi kenapa kali ini sangatlah sulit bagiku. Bagaimana ini tuhan." Ucap Luciana mengepalkan kedua tangannya, dan menahan amarahnya.


"Sudahlah. Lagian, aku di lahirkan kembali, untuk membalaskan dendamku dulu. Soal Leonathan belakangan. Mungkin saja, seiring berjalannya waktu, dia akan mencintaiku. Semoga saja deh. Ya walaupun tidak akan pernah terjadi." Tersenyum Luciana, untuk menahan amarahnya.


"Lebih baik aku siap siap, untuk langsung ke Perusahaan Princess Gown. Karena kemarin aku tidak sempat ke sana." Ujar Luciana merias sedikit wajahnya, dan langsung keluar dari kamar, lalu duduk di ruang tamu.


"Salam nyonya. Apa hari ini kita akan keluar?." Tanya Rose sambil tersenyum.


"Tentu saja. Mari kita pergi sekarang Rose." Jawab Luciana, dan mereka langsung keluar rumah, dan menuju lokasi tersebut.

__ADS_1


Di perjalanan. "Soal pakaian tidur satu set tadi. Aku letakkan di lemari pakaian kami. Leonathan juga tidak akan mau, kalau mengenakannya sama sepertiku. Karena dia sangat tidak suka, dengan pakaian yang sama. Argh, kehidupan kedua ini lebih sulit, daripada sebelumnya. Dia benar benar sulit digapai. Lama lama aku bisa langsung menerkamnya." Ucap batin Luciana sedikit kesal, dan menendang bangku depan, dengan kakinya.


Rose yang melihatnya pun, kebingungan. "Apa nyonya sedang kesal, kepada seseorang?." Tanya Rose menatap Luciana dari samping.


__ADS_2