Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 8: Tidur Bersama Anak


__ADS_3

"Benar juga yang dikatakan mami. Aku harus mengalahkan papi, agar aku bisa menikahi mami, dan papi tidak bisa mengalahkan ku." Ucap batin baby Bing tersenyum licik.


"Dia sangat mirip dengan Leonathan, kelakukannya sama sama cemburuan. Sungguh menggemaskan." Ucap batin Luciana sambil menyuapi baby Bing kembali.


"Apa mami mau menemaniku tidur disini mi. Soalnya aku butuh pelukan mami?." Tanyanya dengan manja.


"Boleh banget sayang. Tapi, kamu harus siapkan tugas sekolah kamu, baru mami mau tidur dengan kamu." Jawab Luciana.


"Siap mami. Aku akan langsung menyiapkan tugas sekolah ini, dan dengan begitu, aku bisa tidur dengan mami yang paling cantik sedunia." Bahagia baby Bing, langsung fokus mengerjakan tugas sekolahnya.


Setelah selesai makan, dan baby Bing sudah selesai mengerjakan tugasnya. Luciana Langsung merapikan buku buku tugas baby Bing. Baby Bing sudah tidur saat ia baru selesai mengerjakan tugasnya.


"Baby Bing memang anak yang sangat baik dan pekerja keras. Didikan Leonathan tidak pernah salah. Tapi, baby Bing masih kecil, dia juga butuh kasih sayang. Kasihan banget sih kamu sayang." Menggendong baby Bing, untuk diletakkan di tempat tidur.


Setelah itu, Luciana pun langsung berbaring disampingnya, dan mengelus rambut baby Bing. "Tidur dengan nyenyak ya, anak mami. Semoga kamu mimpi yang indah." Mengecup pipi baby Bing, dan ikut tertidur.

__ADS_1


Tengah malam pun tiba. Dimana Luciana sudah tidur, dan disisi lain Leonathan belum tidur, dan baru selesai mengerjakan berkas berkas perusahaannya.


Ia pun langsung keluar dari ruang kerjanya. "Apa si Luciana itu sudah tidur. Aku harus mengeceknya." Ucapnya menuju kamar Luciana.


Sesampainya. Ia langsung membuka kamar tersebut, dan didalam, tidak ada orang. "Kemana dia, kenapa tidak ada disini. Apa dia kabur?." Bertanya tanya, dan langsung keluar dari kamar Luciana.


"Pelayan." Panggilnya dengan keras.


Dan pelayan pun langsung datang menghampirinya. "Iya tuan. Ada yang bisa saya bantu?." Tanya pelayan tersebut, sambil menundukkan badannya terlebih dulu.


"Mungkin saja masih di kamar baby Bing tuan. Tadi, non Luciana mengantarkan makan malam untuk baby Bing. Belum kembali juga ya tuan." Jawabnya sekaligus bertanya.


"Belum, kalau begitu, kau bisa kembali lagi istirahat. Saya akan mengeceknya sendiri." Ucapnya langsung menuju kamar baby Bing.


Sesampai kamar baby Bing. Ia pun langsung masuk kedalam, dan melihat Luciana dan baby Bing sudah tertidur dengan nyenyak, sambil berpelukan.

__ADS_1


Leonathan langsung menghampiri mereka berdua. "Dia bisa semudah itu meluluhkan hati baby Bing. Padahal, baby Bing sangat agresif dengan seorang wanita. Tapi kenapa, sejak ada wanita ini, baby Bing jadi dekat dengannya." Ucap batin Leonathan bingung sendiri, dengan Luciana.


"Kenapa dengan segampang itu, aku mau menikahinya. Padahal, aku belum tahu tentangnya seutuhnya." Ucapnya kembali, sambil memegang rambut Luciana dengan lembut.


"Eh, kenapa tiba tiba aku memegang rambutnya. Aku tidak boleh jatuh cinta dengannya." Langsung keluar dari kamar baby Bing, dan kembali ke kamarnya.


Keesokan paginya pun tiba. Dimana Luciana baru bangun, dan langsung membuka matanya dengan perlahan lahan.


"Apa ini sudah pagi?." Tanyanya langsung duduk, sambil meregangkan tubuhnya.


"Pagi mami sayang." Ucap baby Bing, langsung memeluk Luciana dari samping.


"Eh, sayang. Apa kamu sudah bangun daritadi?." Tanya Luciana dengan bahagia.


"Iya ma. Aku mau menunggu mama bangun dulu, biar langsung memeluk mami." Jawab baby Bing dengan bahagia.

__ADS_1


"Kenapa kalian masih di atas tempat tidur. Cepat kalian bersiap siap." Ucap tidak lain lagi ialah


__ADS_2