Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 118: Menggoda


__ADS_3

Tengah malam pun tiba. Di mana Luciana bangun. "Aduh, jam berapa ini." Mengambil ponselnya, dan melihat jam.


"Hah, tengah malam. Aku haus banget. Aku minum dulu deh." Ucap Luciana langsung keluar dari kamarnya.


Saat ia keluar dari kamarnya. Ternyata Leonathan belum tidur juga, dan melamun. Luciana pun mengabaikan Leonathan, dan menuju dapur. Luciana membuka kulkas, dan mengambil minuman dingin untuk ia minum.


Disisi lain, Leonathan mendengar ada suara yang membuka kulkas. "Siapa itu?" tanya Leonathan dari ruang tamu.


Namun Luciana tidak menjawabnya, dan sedang meminum air putih dingin. Leonathan pun langsung menuju dapur, dan melihat kalau ada Luciana yang sedang minum air putih. "Luciana, kenapa kamu bangun tengah malam?" tanya Leonathan langsung menghampiri Luciana.


"Aku haus, jadi aku minum. Dan kau, kenapa tidak tidur. Apa kau sedang teleponan dengan mantan kau itu?" jawab Luciana sekaligus bertanya, dan memasang ekspresi datar.


"Tidak. Aku sama sekali tidak ada menghubunginya. Tolong, kamu jangan marah seperti ini. Baiklah, aku akan menjelaskan semuanya kepadamu, soal foto yang viral di sosial media, yang menunjukkan kami sedang di restoran bersama. Aku akan menjelaskan semuanya." Ujar Leonathan memegang kedua tangan Luciana.


Luciana melepaskan tangan Leonathan, dan menuju ruang tamu. Leonathan mengikuti Luciana dari belakang, dan mereka berdua duduk di sofa bersama. "Katakanlah. Jangan ada yang di tutupi. Aku tidak suka kalau kau menutupi semuanya dariku." Ucap Luciana kembali meminum air putihnya.


"Jadi begini, sebenarnya foto yang ada di sosial media itu tidak benar. Saat aku sedang sarapan dengannya. Tidak sengaja ada nasi menempel di bibirku. Dan Karina mau membersihkannya. Aku langsung menjauhkan tangannya, dan aku sama sekali tidak menerimanya. Bahkan aku mengatakan kepadanya, kalau dia harus menjauhiku." Jawab Leonathan.


"Apa itu alasan kamu tidak sarapan di rumah. Kamu malah memilih sarapan dengannya. Apa kamu tidak bisa menolaknya?" tanya Luciana melipat kedua tangannya, setelah meletakkan cangkirnya di atas meja.


"Aku sempat menolaknya. Namun dia mengancamku, kalau aku tidak datang, dia akan mencelakaimu. Aku tidak mau, kalau sampai kamu jadi korban, hanya karena masalah ini. Jadi aku terpaksa menerimanya. Dan di restoran, aku sama sekali tidak tersenyum. Dan tidak ada yang terjadi di restoran itu. Kamu tolong percaya denganku." Jawab Leonathan dengan jelas.


"Apa kamu masih mencintainya?" tanya Luciana kembali, sambil menatap Leonathan dengan tajam.

__ADS_1


"Aku sama sekali tidak mencintainya. Sejak ada kamu, kamulah satu satunya wanita yang aku cintai." Jawab Leonathan dengan jelas.


"Tapi, bagaimana kalau Karina terus mendekatimu, dan bisa membuatmu jatuh cinta kepadanya. Aku takut banget, kalau hal itu sampai terjadi. Karena Karina sangat terobsesi dengan kamu. Aku gak tahu ke depannya dia akan gimana. Mungkin saja dia akan melakukan hal lainnya, yang akan membuat kita terus berada dalam pertengkaran. Dan Karina juga mengejekku."


"Dia mengatakan, kalau kamu sama sekali tidak mencintaiku, karena kita tidak memiliki foto selain foto pernikahan. Aku juga jadi kepikiran dengan apa yang di katakan. Mungkin saja kita memang tidak di takdirkan bersama Leonathan." Ucap Luciana menundukkan kepalanya.


Leonathan pun ikut menundukkan kepalanya, "maafkan aku, karena selama ini aku terus membuatmu kesusahan. Maafkan aku, karena aku selalu membuat kamu masuk ke dalam masalahku. Aku hanya tidak ingin kamu merasakan apa yang aku rasakan. Aku hanya ingin kamu bahagia, tanpa penderitaan. Aku hanya ingin melihat senyuman kamu, bukan tangisan kamu. Maafkan aku, gara-gara aku tidak jujur, semuanya jadi masalah besar. Maafkan aku." Terus meminta maaf kepada Luciana, sampai menggenggam kedua tangan Luciana.


Luciana pun menaikkan kepala Leonathan, dan terlihat Leonathan menangis deras. "Hah, dia menangis hanya karena masalah ini. Dia benar-benar merasa bersalah. Aku jadi tidak tega kepadanya." Ucap batin Luciana.


"Seharusnya kamu jujur sama aku. Kita ini kan sudah menikah, dan sudah seharusnya sepasang suami istri saling cerita. Kamu jangan memendam masalah kamu sendiri. Ceritain sama aku. Kan kalau ada masalah yang gak bisa kamu selesain, aku bisa membantu kamu untuk nyelesain semua masalah kamu. Dengan begitu, masalah itu akan selesai. Kalau kamu pendem sendiri, itu akan membuat hati kamu sakit. Jadi, kalau ada masalah, ceritakan dengan aku. Jangan pendam sendiri. Aku gak suka itu." Ucap Luciana kepada Leonathan.


"Iya, mulai sekarang, aku akan menceritakan semuanya kepada kamu. Aku janji." Kembali menangis, dan air matanya jatuh di atas tangan Luciana.


"Maafkan aku sayang. Maafkan aku. Maafkan aku yang bodoh ini." Terus meminta maaf kepada Luciana.


"Sudahlah, jangan menangis. Aku sudah memaafkanmu." Ucap Luciana ikut menangis.


Luciana mengusap air mata Leonathan, "sudahlah, kalau kamu terus menangis, kamu terlihat jelek tahu. Jangan menangis ya sayang." Ujar Luciana.


Leonathan kembali memeluk Luciana, "aku masih bersalah dengan kamu sayang. Sebagai permintaan maaf, apa yang kamu inginkan. Aku akan menuruti semua yang kamu inginkan sayang." Tanya Leonathan manja dengan Luciana.


"Hm, kesempatan nih untuk menggodanya," ucap batin Luciana memiliki rencana.

__ADS_1


"Baik. Aku ada satu permintaan," jawab Luciana kepada Leonathan.


"Apa itu. Katakan saja apa yang kamu inginkan?" tanya Leonathan langsung menatap wajah Luciana.


"Aku pengen itu," jawab Luciana tersenyum misterius.


"Mau apa. Katakan sayang?" tanya Leonathan yang belum menyadarinya.


"Itu. Di bawah kamu," memberikan isyarat matanya.


Leonathan baru sadar, kalau yang di inginkan Luciana adalah burung yang tidak bersayap nya. "Argh, jangan yang aneh-aneh deh. Apakah tidak ada yang lain. Aku malu." Jawab Leonathan langsung menutupi wajahnya yang sangat memerah.


"Hayolah, aku hanya menginginkan itu. Apa aku tidak boleh merasakannya." Menggoda Leonathan, dan Luciana mendekat ke Leonathan.


Tangan Luciana mulai memasuki dalam pakaian Leonathan. Leonathan yang melihatnya langsung menjatuhkan Luciana, dan Luciana pun berbaring di atas sofa, dengan Leonathan di atasnya.


Leonathan menahan tangan Luciana di atas kepala Luciana. "Jangan melakukan yang aneh-aneh. Kamu membuatku gila." Ucap Leonathan, masih dengan pipinya yang memerah, dan bahkan lebih memerah.


"Apa kamu tidak ingin melihat tubuhku tanpa pakaian. Apa kamu berakting sok suci di depanku. Kalau kamu tidak mau yaudah. Aku kan tidak memaksanya." Ucap Luciana langsung memalingkan wajahnya.


Tiba-tiba saja Leonathan menciumnya. Sontak Luciana kaget, dan langsung menatap wajah Leonathan. Leonathan pun melepaskan ciuman tersebut. "Jangan memalingkan wajahmu seperti itu. Aku ingin melihat wajah kamu yang cantik ini. Jadi, jangan menghindar." Ucap Leonathan dengan ekspresi salting.


Luciana yang melihatnya pun ikut salting, dan pipinya ikut memerah. "Kamu

__ADS_1


__ADS_2