
Preman tersebut langsung berhenti dan turun dari motornya masing-masing. Preman tersebut berjumlah 5 orang dan mereka langsung menghampiri Alvino, "serahkan wanita yang bernama Luciana itu. Kami membutuhkannya!" tegas bos preman tersebut, sambil mendorong Alvino.
Disisi lain, di mana Leonathan sudah pulang dari pekerjaannya dan sedang santai di ruang tamu, "kenapa perasaanku gak enak gini ya," ucap Leonathan sambil mengerutkan keningnya.
Kembali ke Luciana, di mana para preman tersebut masih ingin mengambil Luciana, "siapa kalian, kenapa kalian mencari Kakakku. Ada masalah apa mencari Kakak saya?" tanya Alvino dengan tatapan tajam.
"Sudahlah, kau minggirlah Adik kecil. Kami hanya disuruh oleh bos kami saja, untuk menculik kakakmu itu. Serahkan saja dia kepada kami, atau kami akan memakai kekerasan kepada kau!" jawab preman tersebut dengan tegas dan menggertaknya.
"Ada apa kalian mencari saya?" tanya yang tidak lain lagi ialah Luciana yang keluar dari mobil dan menatap para preman tersebut dengan tatapan mengerikan.
Preman dan Alvino langsung menatap wajah Luciana, "akhirnya kau keluar juga cantik. Kami mencarimu, mari" jawan preman tersebut dengan tersenyum.
"Katakan, kenapa kalian mencari saya. Siapa yang menyuruh kalian?" tanya Luciana kembali.
"Kami hanya disuruh oleh bos kami, untuk menculikmu. Banyak tanya, cepat tangkap dia," jawab bos preman tersebut kepada anak buahnya dan anak buahnya langsung menangkap Luciana.
"Lepasin, lepasin. Beraninya kalian menculik saya," tegas Luciana kepada preman yang memegang kedua tangannya ke belakang dengan erat.
Alvino pun mulai berkelahi dengan anak buah dari preman tersebut. Karena jumlahnya cukup banyak, akhirnya Alvino kalah dan Laura langsung di bawa pergi oleh preman tersebut menggunakan mobil yang baru saja sampai dengan di dalamnya ada preman lainnya.
"Sial, aku harus memberitahu suami kakak sekarang," ujar Alvino kesakitan dan ia langsung masuk ke dalam mobilnya.
"Om, kenapa Mami pergi. Ada apa dengan Mami om?" tanya baby Bing yang mulai cemas dengan perginya Luciana.
"Mami kamu diculik nak, maka sebab itu, Om mau menghubungi Papi kamu," jawab Alvino langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Leonathan.
__ADS_1
Tersambung, "halo Kakak ipar," panggil Alvino dengan napas yang sudah berantakan karena kelelahan.
"Ada apa, kenapa kau seperti itu. Apa terjadi sesuatu dengan kalian?" tanya Leonathan langsung berdiri dari sofanya, sambil mengerutkan keningnya.
"Kak Luciana diculik," jawab Alvino dengan jelas dan sedikit tegas.
"Apa! diculik. Kenapa bisa itu terjadi. Jadi sekarang dia di bawa ke mana?" tanya Leonathan kembali, dan langsung cemas.
"Gak tahu, mobil kami sedang mogok sekarang. Maka sebab itu aku tidak bisa mengejar mobil mereka," jawab Alvino.
"Kalau begitu, kirim lokasi kalian sekarang dan saya bersama pengawal pribadi saya, akan langsung ke lokasi," ujar Leonathan langsung mematikan ponselnya dan bergegas memanggil pengawalnya dan satpam yang ada di perusahaannya.
"Kenapa masalah terus datang kepada kami. Aku harus menolong istriku, sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan," ucap Leonathan sambil mengerutkan keningnya.
Merekapun membawa Luciana ke dalam gedung terbengkalai tersebut. Di dalam gedung tersebut, Luciana diletakkan dikursi, lalu tangan dan kakinya diikat oleh sebuah tali yang begitu kuat dan tebal, "setelah ini kita mau apain dia bos?" tanya anak buahnya.
"Kita lakukan sesuai perintah bos. Tunggu bos datang," jawab ketua preman tersebut.
"Baiklah bos. Kalau begitu, aku mau merokok dulu, karena aku sedikit lelah setelah berkelahi dengan anak gila itu tadi," jawab anak buah tersebut dan ia langsung duduk, lalu mengisap rokok yang ia ambil dari kantungnya.
Kembali ke Leonathan, di mana Leonathan sudah sampai di lokasi yang dikirimkan oleh Alvino. Sontak Leonathan langsung turun dari mobilnya dan menghampiri Alvino bersama baby Bing, "kalian baik-baik saja?" tanya Leonathan sambil memasang raut wajah cemas.
"Papi, Bing takut banget Pi," jawab baby Bing langsung memeluk Leonathan.
"Papi di sini nak, omong-omong, kau baik-baik saja Alvino?" tanya Leonathan kepada Alvino.
__ADS_1
"Hm, aku gapapa. Mending kamu langsung cari kakakku saja dan jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan. Cepatlah cari dia dan soal baby Bing, biar aku saja yang menanganinya. Kamu hanya perlu meminjamkan mobil kepadaku, agar aku bisa mengantar baby Bing pulang," jawab Alvino dengan jelas, sambil memegang bibirnya yang sedikit luka.
"Ambillah kunci mobil ini. Saya bersama pengawal saya akan menaiki mobil yang lainnya. Cepatlah pulang," ujar Leonathan langsung memberikan kunci mobil tersebut kepada Alvino dan Leonathan bergegas masuk ke dalam mobil.
"Papi, Papi kamu ke mana?" tanya baby Bing yang menahan Leonathan masuk ke dalam mobil.
Sontak Leonathan berbalik badan dan menatap wajah baby Bing, "Papi mau mencari Mami kamu sayang. Papi akan membawa Mami kamu pulang. Kamu hanya perlu berdoa, agar Mami kamu baik-baik saja di sana," jawab Leonathan tersenyum tipis dan Leonathan pun langsung masuk ke dalam mobil yang sudah ada pengawal di dalamnya.
Disisi lain, di mana Luciana akhirnya sadar dari pingsannya dan ia membuka matanya perlahan-lahan, "argh, sakit banget punggungku," ucapnya dengan pelan, sambil mengerutkan keningnya.
Luciana pun melihat di sekitarnya dan ia asing dengan tempat tersebut, "di mana ini, kenapa aku bisa di sini" ucap Luciana sambil melihat di sekitarnya dan ia melihat segerombolan preman yang sedang bermain kartu.
"Mereka pasti sudah membawaku ke sebuah gedung. Tidak salah lagi, ini pasti sebuah gedung, karena tempat ini begitu besar dan terbengkalai," ucap batin Luciana.
Tiba-tiba saja salah satu preman hendak menatap ke arah Luciana. Luciana yang sadar, langsung berpura-pura pingsan dan langsung menutup kedua matanya, "dia masih pingsan," ucap preman tersebut.
"Biarkan saja. Itu malah baik bagi kita, dengan begitu, kita tidak perlu bersusah payah untuk menjaganya," jawab ketua preman tersebut sambil meletakkan kartu yang ia mainkan dan kembali memainkan kartu selanjutnya.
Luciana pun kembali membukanya untuk mengintip para preman tersebut, "aku harus bisa keluar dari gedung ini, sebelum bos mereka datang" ucap batin Luciana melihat di bawahnya, barangkali ada benda-benda tajam yang bisa membuka ikatan talinya.
"Nah, itu dia, ada sebuah serpihan kaca, itu pasti bisa membuka ikatan ini," dalam hatinya dan ia mengambil serpihan kaca yang sedikit besar tersebut menggunakan kakinya.
"Sial, mereka membuka heels ku. Aku harus mengambil kaca tersebut dengan kakiku," ucap batin Luciana mengambil kaca tersebut dengan kakinya dan kaca tersebut sedikit jauh dari tempat ia duduk.
Saat Luciana hampir sampai ke kaca yang ada di dekatnya. Tiba-tiba saja
__ADS_1