Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 52: Menyambut


__ADS_3

Di perjalanan. "Soal pakaian tidur satu set tadi. Aku letakkan di lemari pakaian kami. Leonathan juga tidak akan mau, kalau mengenakannya sama sepertiku. Karena dia sangat tidak suka, dengan pakaian yang sama. Argh, kehidupan kedua ini lebih sulit, daripada sebelumnya. Dia benar benar sulit digapai. Lama lama aku bisa langsung menerkamnya." Ucap batin Luciana sedikit kesal, dan menendang bangku depan, dengan kakinya.


Rose yang melihatnya pun, kebingungan. "Apa nyonya sedang kesal, kepada seseorang?." Tanya Rose menatap Luciana dari samping.


"Iya nih, aku sangat kesal, karena suamiku itu. Sudahlah Rose, aku lagi tidak mau membahasnya." Jawab Luciana badmood.


Sesampai perusahaan, mereka berdua langsung turun dari mobil, dan masuk ke dalam Perusahaan Princess Gown.


Di dalam. "Salam bos." Sapa semua karyawan, termasuk Gita, yang berpura pura tersenyum.


"Rose, tolong kami cetakkan gambar yang ada di foto ini semua. Untuk segera di lakukannya, penjahitan." Perintah Luciana kepada Rose.


"Baik nyonya." Membungkukkan badannya, dan ke ruangan percetakan.


"Gita, kamu ke ruangan saya." Ucap Luciana langsung menuju ruang pribadinya.


"Baik bos." Jawab Gita kembali membungkukkan badannya, dan mengikuti Luciana dari belakang.


Di dalam ruangan Luciana, ia pun duduk di kursi pribadinya. Dan Gita berdiri tepat di hadapannya.


"Ada ya bos, memanggil saya?." Tanya Gita langsung.


Luciana melipat kedua tangannya, dan menatapnya. "Saya ada tugas untuk kamu. Selesai semua gaun dan pakaian untuk model. Saya mau kalau kamu yang menjaga semua pakaian yang sudah siap di pakai, karena saya mau mengetahui, bagaimana stamina pekerjaan kamu. Apa kamu bisa." Jawab Luciana sekaligus bertanya.


"Tentu saja mau bos. Semua perintah anda, akan saya laksanakan." Jawab Gita kembali tersenyum.


"Ini kesempatanku, untuk merusak pakaian hasil buatan Luciana. Dan besok aku akan berpura pura sedang sakit, dan tidak akan ada menjaganya. Dengan begitu, aku bisa merusak pakaian buatan Luciana. Hahahah." Ucap batin Gita merencanakan sesuatu.


Luciana melirik wajahnya. "Sepertinya, dia merencanakan sesuatu, untuk menjatuhkanku. Kita lihat saja, rencana apa yang mau kamu lakukan kepadaku." Ucap batin Luciana, tersenyum tipis.


"Kalau begitu, kembalilah bekerja. Oh ya, bagaimana kabar ibu dan ayah di rumah?." Tanya Luciana.


"Kabar mereka berdua sangat baik. Tapi, ayah dan ibu sangat merindukan bos. kan ayah sudah menghubungi anda. Maka sebab itu, pulanglah bos." Jawab Gita menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Keluarlah kau. Dan kembali bekerja." Perintah Luciana.


Gita pun kembali membungkukkan badannya, dan keluar dari ruang pribadi Luciana.


Di dalam ruangan Luciana. Tiba tiba ponselnya berdering, dan ia langsung mengangkatnya.


"Halo." Ucapnya.


"Halo, dengan bos Luciana. Saya dari brand Gucci. Waktu itu karyawan anda mengajak kami untuk bekerjasama dengan perusahaan anda. Dan saya lihat lihat lebih lanjut. Pakaian yang kalian produksi benar benar indah. Saya sangat kagum." Ucap yang tidak lain lagi ialah pemilik brand Gucci.


"Benar, saya Luciana. Suatu kebahagiaan, karena saya bisa mengobrol dengan anda." Sahut Luciana sambil tersenyum.


"Apa anda punya waktu. Saya ingin melihat secara langsung, beberapa model pakaian anda. Dengan begitu, saya akan menetapkan model anda, di beberapa brand kami?." Tanyanya.


"Boleh banget pak. Hari ini juga saya ada waktu. Bagaimana dengan anda?." Jawab Luciana sekaligus bertanya.


"Baiklah. Kalau begitu, sore nanti saya dan sekretaris saya, akan datang ke Perusahaan Princess Gown, untuk membicarakan kerjasama kita. Kalau begitu, saya tutup dulu." Ujar pemilik brand Gucci, langsung mematikan ponselnya.


"Permisi nyonya, apa saya boleh masuk?." Tanya dari luar, yaitu Rose.


"Masuklah." Jawab Luciana kembali duduk dengan rapi.


Rose pun masuk ke dalam ruangan Luciana, dan berdiri di hadapannya.


"Ini foto foto hasil model pakaian nyonya. Semua sudah di cetak dengan baik." Ucap Rose memberikannya kepada Luciana.


Luciana mengambilnya, dan melihatnya. "Sangat bagus. Bagus juga kamu. Kalau begitu, berikan kepada penata jahit di bagian lantai 3. Katakan kepada mereka, harus selesai minggu ini. Dan jangan sampai ada kesalahan, lalu katakan kepada penata pakaian, untuk mengeluarkan semua pakaian yang sudah di jahit dan jadi."


"Karena sore ini pemilik brand Gucci akan datang. Kamu mengerti kan." Perintah Luciana dengan jelas.


"Saya sangat mengerti nyonya. Kalau begitu, saya permisi, untuk menyampaikan informasi anda, kepada mereka." Membungkukkan badannya, dan keluar dari ruangan Luciana.


"Aku harus mengurus yang lainnya. Seperti penyambutan dan lainnya." Ucap Luciana membuka laptopnya, dan memulai mengerjakan pekerjaannya, sebagai desainer.

__ADS_1


Sore pun tiba. Dimana Luciana sudah berdiri di depan ruang masuk perusahaan. "Kalian harus menyambutnya dengan sopan. Jangan sampai ada kesalahan. Kalian mengerti." Tegas Luciana kepada semua karyawannya.


"Kami mengerti bos." Menundukkan badannya.


"Kalau begitu, bersikaplah dengan baik. Mereka akan datang sebentar lagi." Ucap Luciana tersenyum, untuk menyambut pemilik brand Gucci tersebut.


"Pemilik brand Gucci datang." Ucap pengawal tersebut, dan semua langsung merapikan semua pakaiannya.


Saat pemilik brand Gucci masuk, semua langsung menundukkan kepalanya. "Salam tuan." Sapa semua karyawan yang ada.


Tersenyum. "Halo tuan, maaf kalau ada kekurangan di perusahaan kami tuan. Tapi kamu sudah berusaha mungkin, untuk membuat anda betah." Tersenyum dengan elegan Luciana.


"Ini sudah sangat bagus. Saya seperti masuk di sebuah istana megah. Kalau begitu, saya mau langsung melihat semua model pakaian kalian." Ucap pemilik brand Gucci.


"Sebelum itu, perkenalkan nama saya Luciana tuan. Kalau boleh tahu, siapakah nama anda?." Tanya Luciana dengan sopan.


"Nama saya tuan Adelio. Salam." Jawab tuan Adelio ikut tersenyum.


"Kalau begitu, mari saya tunjukkan ruangan model kami." Ucap Luciana menuntun jalan kepada tuan Adelio.


Sesampai ruang pakaian tersebut. Gita dan Rose yang ditugaskan, untuk memperkenalkan pakaian hasil desain Luciana.


Gita dan Rose pun, membukakan pintu tersebut. Dan betapa terkejutnya tuan Adelio, melihat ruangan yang begitu indah. Dengan lampu kristal di atasnya.


"Ini begitu indah. Saya sampai terpukau melihatnya." Puji tuan Adelio, langsung masuk ke dalam ruangan tersebut, dan melihat sekitarnya.


"Terima kasih banyak tuan. Saya sangat senang melihat anda senang. Kalau begitu, tunjukkan pakaiannya." Perintah Luciana kepada Rose dan Gita.


Pakaian pun langsung di tarik dari raknya. Dan terlihat pakaian yang dipenuhi dengan permata, mutiara dan emas, di setiap pakaiannya.


"Astaga, ini sangat indah. Ini pasti akan cocok kami letakkan sebagai brand kami. Di mana model model nya, saya ingin melihatnya di pakai?." Tanya tuan Adelio kepada Luciana.


Luciana pun memberi kode tepuk tangan, dan keluarlah

__ADS_1


__ADS_2