
Disisi lain, "aku harus menghubungi tuan Leonathan soal ini." Ucap supir langsung menghubungi Leonathan.
Kembali ke Luciana. Luciana dan anak-anak memilih pakaian, dan Luciana memilihkan ukuran yang cocok untuk anak-anak pengamen tersebut. "Kalian pilih pakaian yang cocok untuk kalian ya anak-anak. Jangan sungkan-sungkan. Semua akan tante bayarin." Ucap Luciana kembali tersenyum.
"Baik tante," serentak anak-anak pengamen tersebut.
Setelah memilih pakaian cukup lama. Akhirnya pakaian sudah di pilih oleh anak pengamen tersebut, berupa 10 set pakaian. Dan Luciana juga memesan pakaian cowok dan cewek 100 biji, dengan ukuran yang sudah disesuaikan, karena ia adalah desainer. Jadi sudah tahu soal ukuran pakaian.
Luciana juga membeli pakaian couple untuk ia bersama baby Bing dan Leonathan. Luciana pun langsung membayar semuanya, dan setelah itu, mereka langsung keluar dari toko pakaian. Anak-anak pengamen tersebut sudah mengenakan pakaian baru, dan pakaian lama sudah di buang oleh Luciana, karena sudah tidak layak di pakai lagi. Dan pakaian yang di pesan Luciana, di perintahkan Luciana untuk mengantarnya ke depan mall, kepada pak supir.
"Kita mau ke mana lagi tante?" tanya Aron sambil menatap wajah Luciana.
"Tentu kita mau makan dulu anak-anak. Kalian pasti lapar kan. Jadi kita makan dulu, baru nanti ada hadiah yang tante berikan untuk kalian." Jawab Luciana terus tersenyum.
"baik tante"
Sesampainya di restoran yang ada di mall tersebut, Luciana dan anak-anak langsung masuk ke dalam restoran, dan duduk bersama. "Pelayan," panggil Luciana.
"Iya nona. Ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan tersebut.
"Saya mau pesan semua makanan yang ada di sini, dan jangan lupa dengan minumannya. Itu saja, jangan pakai lama. Karena kami sudah lapar." Jawab Luciana dengan jelas.
"Baik nona. Di tunggu pesanannya," langsung menundukkan kepalanya, dan menuju dapur, untuk membuatkan pesanan Luciana.
"Anak-anak. Apa kalian akan terus bekerja sebagai pengamen?" tanya Luciana dengan lembut.
"Iya tante. Karena ini demi kehidupan kami tante. Aku harus membiayai adik sekolah, dan membeli makanan kami tante." Jawab Aron dengan jelas.
__ADS_1
"Apa Aron tidak sekolah?" tanya Luciana kembali.
"Tidak tante. Aron berhenti sekolah, karena tidak ada biaya. Dan sejak ibu ayah meninggal. Aron harus menggantikan mereka untuk mencari nafkah." Jawab Aron masih bisa tersenyum, di keadaannya yang cukup sulit.
"Nanti tante ada hadiah untuk kalian. Kalian pasti suka, dan mulai sekarang, kalian boleh manggil tante mama, atau ibu juga boleh. Jangan panggil tante lagi, karena tante sudah menganggap kalian seperti anak tante sendiri. Kalian paham kan." Ujar Luciana mengelus rambut Aron dan anak-anak lainnya.
"Iya ma," serentak mereka semua.
"Benar yang dikatakan mami aku. Kalian tidak perlu segan, karena aku akan bersama kalian juga. Aku akan sering bermain dengan kalian deh. Hahahah." Tertawa bahagia baby Bing, karena memiliki teman baru.
Setelah menunggu beberapa menit. Pesanan merekapun datang, "ini pesanannya kak." Langsung meletakannya di atas meja.
"Terima kasih banyak kak," ucap Luciana tersenyum.
"Sama-sama non, semoga suka. Kalau begitu, saya permisi." Kembali menundukkan kepalanya, dan menuju dapur.
"Nah anak-anak. Kalau begitu, makanlah sekarang. Kalian pilih makanan yang kalian mau. Karena semua di sini enak. Jadi kalian ambil saja yang kalian inginkan. Kamu mau yang mana Hana?" tanya Luciana karena melihat Hana yang kebingungan.
"Okey, ini untuk kamu sayang. Dan kamu Chika, sini mama suapin kamu. Kamu kan masih kecil sayang. Sini." Panggil Luciana dan Chika langsung menghampiri Luciana. Luciana pun mendudukkan Chika di atas pangkuannya, dan baby Bing terus mencubit pipi Chika karena gemas.
"Sayang, kamu jangan cubitin pipi Chika terus. Nanti Chika nangis sayang." Ucap Luciana kepada baby Bing.
"Habisnya gemesin ma," jawab baby Bing kembali tersenyum kepada Luciana.
"Kalau begitu, mari makan anak-anak. Makanlah sampai kenyang, dan ini minumannya, kalian tinggal pilih aja." Ujar Luciana langsung menyuapi Chika dengan ayam bakar.
"Baik ma," kembali serentak anak-anak.
__ADS_1
Merekapun makan bersama dengan bahagia, sambil bercanda gurau dengan baby Bing. Setelah menghabiskan semua makanan. Anak-anak benar-benar kekenyangan. "Kenyang banget ma," ucap Aron sambil memegang perutnya.
"Bagaimana makanannya, enak kan?" tanya Luciana sambil mengelus kepala Chika yang sudah tertidur karena kekenyangan.
"Enak banget ma. Aron benar-benar suka dengan makanan dan minumannya. Baru kali ini kami makan seenak ini. Terima kasih banyak ma." Jawab Aron sambil tersenyum bahagia.
"Pelayan," panggil Luciana, dan pelayan dengan sigap menghampiri Luciana.
"Iya non, ada yang bisa saya bantu?" tanyanya.
"Saya mau bayar semua ini. Ini kartu saya," jawab Luciana langsung memberikan kartu ATM nya.
"Baik non, di tunggu sebentar," langsung menuju kasir.
Setelah semuanya beres. Luciana bersama anak-anak langsung keluar dari mall, karena semuanya sudah beres.
Di luar mall, "apa kalian bahagia?" tanya Luciana menatap wajah anak-anak pengamen.
"Kami bahagia ma. Kami bersyukur, karena di pertemukan dengan mama yang sebaik ini. Dan kami dianggap menjadi anaknya. Terima kasih banyak ma." Jawab Aron dengan bahagia, dan hampir menangis.
"Sudahlah sayang. Kamu jangan menangis. Nanti mama ikut nangis juga. Kalau begitu, mari kita masuk ke dalam mobil sekarang." Ujar Luciana menenangkan Aron.
"Silahkan masuk nyonya," ucap sang supir.
"Apa semua belanjaan sudah di masukkan ke dalam bagasi pak?" tanya Luciana kepada pak supir.
"Sudah nyonya. Aman terkendali," jawab pak supir sambil tersenyum.
__ADS_1
"Kalau begitu, mari masuk anak-anak," ucap Luciana dan anak-anak langsung masuk ke dalam mobil Luciana.
Di dalam mobil. Luciana dan anak-anak