
Selesai membayar uang administrasi. Leonathan pun langsung kembali ke ruang IGD dan saat Leonathan masuk ke dalam ruang IGD, Leonathan melihat Luciana yang hendak turun dari tempat tidur tersebut.
Sontak Leonathan langsung menghampiri Luciana dan membantu Lusiana turun dari tempat tidur, "kamu mau ngapain Sayang. Kan udah aku bilang jangan bergerak terus?" tanya Leonathan jadi cemas kembali dengan Luciana.
"Aku pengen pulang," jawab Luciana menatap wajah Leonathan.
"Iya Sayang, ini kita pulang. Kamu duduk aja, aku ambilin kursi roda dulu. Kamu kan belum pulih seutuhnya sayang, jadi gak boleh banyak bergerak dulu. Aku ambilin kursi roda dulu ya Sayang," ucap Leonathan langsung mendudukkan Luciana kembali di atas tempat tidur dan Leonathan pun mengambil kursi roda yang ada di dekat meja disampingnya.
Leonathan pun menggendong Luciana, lalu meletakkannya di atas kursi roda tersebut, "kita pulang ya Sayang," ujar Leonathan langsung keluar dan mendorong kursi roda Luciana.
Di luar rumah sakit, Leonathan pun kembali menggendong Luciana dan memasukkannya ke dalam mobil. Setelah itu, Leonathan pun memasukkan kursi roda tersebut ke bagasi belakang mobil, "kamu tunggu di sini dulu ya Sayang. Aku mau ambil obat untuk kamu," ucap Leonathan kembali mengelus rambut Luciana.
Luciana pun menganggukkan kepalanya dan Leonathan langsung mengambil obat ke suster yang sudah diperintahkan oleh dokter yang bertemu dengannya tadi. Setelah mengambil obat untuk Luciana, Leonathan pun langsung masuk ke dalam mobil dan langsung pergi dari rumah sakit.
Di perjalanan, "kita pulang ya Sayang" ucap Leonathan.
"Iya Sayangku. Aku mau di rumah aja, lagi kepengen tidur di rumah. Oh ya Sayang, apa kita bisa ke klinik hewan. Kemarin itu kan aku taruh Miko disitu, jadi sekalian kita jemput dia juga. Mau ya sayang" sahut Luciana sambil tersenyum dan memandang Leonathan dari belakang.
"Iya Sayang, kita ke klinik hewan sekarang," jawab Leonathan.
Sesampainya di klinik hewan, Leonathan pun langsung mengambil kursi roda yang ada dibagasi belakang mobil dan ia langsung menggendong Luciana dari dalam mobil, lalu ia letakkan di atas kursi roda. Leonathan pun mendorong kursi roda tersebut masuk ke dalam klinik tersebut.
Di dalam klinik hewan, Luciana dan Leonathan melihat begitu banyak hewan yang berada di dalam kandangnya, "halo dok" sapa Luciana dengan sopan.
__ADS_1
Dokter hewan tersebut langsung membalikkan badannya dan menatap wajah Luciana juga Leonathan, "eh, nona Luciana. Pagi" sapa dokter wanita tersebut sambil tersenyum dan membuka sarung tangannya.
"Pagi juga dok. Oh ya dok, apa kucing saya sudah diobati dan dirawat?" tanya Luciana kembali tersenyum.
"Tentu saja. Kucing anda sudah membaik dan dia sedang tidur di kandangnya sekarang. Omong-omong, kenapa dengan tangan dan kaki anda. Apa anda baru terjatuh?" jawab dokter tersebut sekaligus bertanya.
"Tidak apa-apa kok dok, hanya luka kecil saja. Apa saya boleh melihat kucing saya?" jawab Luciana dan meminta izin kepada dokter tersebut.
"Tentu saja. Bentar ya, saya ambilkan Mikonya dulu," jawab dokter tersebut ikut tersenyum dan mengambil Miko yang sedang tidur.
Dokter hewan tersebut langsung menggendong Miko dan menghampiri Luciana, "ini kucing anda. Gemesin kan, saya sudah memandikan dan merawatnya dengan baik. Jadi kucing ini aman dan sangat bersih," jelas dokter tersebut dan memberikan kucing tersebut untuk digendong oleh Luciana.
"Imut banget sih anak mami ini. Terima kasih banyak dok, karena sudah merawat Miko dengan sebaik mungkin. Kalau begitu, kami permisi dulu ya dok," ujar Luciana dengan ekspresi bahagia.
"Sama-sama nona dan ini kandang nya tuan, silahkan dibawa pulang, biar Mikonya gak nakal saat di dalam rumah nanti. Hati-hati di jalan," langsung memberikan kandang tersebut kepada Leonathan dan mereka berdua langsung keluar dari klinik tersebut.
Merekapun langsung masuk ke dalam mobil dan di dalam mobil, Luciana terus memeluk kucing tersebut, sambil tersenyum.
Sesampainya di rumah, Leonathan pun kembali mengambil kursi roda yang ada dibagasi mobil dan kembali menggendong Luciana untuk duduk di atas kursi roda. Setelah itu, merekapun langsung masuk ke dalam rumah bersama-sama.
Di dalam rumah, ternyata bibi sedang membersihkan ruang tamu. Bibi yang melihat Luciana di atas kursi roda, langsung kaget dan menghampiri Luciana, "nyonya, ada apa dengan nyonya. Kenapa nyonya seperti ini?" tanya bibi yang khawatir.
"Tidak apa-apa kok Bi, hanya sedikit luka saja karena habis diculik" jawab Luciana sambil tersenyum.
__ADS_1
"Kenapa nyonya bisa diculik. Siapa yang menculik nyonya?" tanya bibi kembali.
"Bi, Luciana mau istirahat dulu ya Bi, karena habis keluar dari rumah sakit. Mending bibi lanjut mengerjakan pekerjaannya aja Bi. Bisa kan Bi," ucap Leonathan.
"Bisa tuan. Kalau begitu, bibi lanjut pekerjaan dulu," ujar bibi tersebut dan pergi menuju dapur.
Disisi lain, "kamu ini, jahat banget sama bibi. Kan bibi hanya bertanya, kenapa kamu suruh mengerjakan pekerjaan rumah. Kamu nih," ucap Luciana.
"Kamu juga bingung nanti jawabnya dari mana. Mending kamu istirahat aja dulu," jawab Leonathan menggendong Luciana ke lantai 2 dan mereka berdua langsung masuk ke dalam kamar.
Saat di dalam kamar, Leonathan pun membaringkan Luciana ke atas tempat tidur dan Luciana kembali menatap wajah Leonathan, "kenapa kamu terus menatap wajah aku?" tanya Leonathan sambil menaikkan alisnya dan duduk disampingnya.
"Gapapa. Kalau begitu, mending kamu kerja aja sana, aku mau istirahat dulu," jawab Luciana kembali tersenyum.
"Saya gak akan kerja hari ini. Saya mau urus kamu di sini, sampai kamu sembuh," ucap Leonathan.
"Astaga, dia malah menjagaku. Bagaimana ini, aku tidak bisa melakukan kegiatanku, kalau dia terus di sini," ucap batin Luciana.
"Nanti kamu ada client lagi sayang. Aku di sini kan ada bibi, bibi bisa menjagaku dengan baik. Jadi kamu kerja aja sayang, nanti aku marah nih," berakting ngambek.
"Yaudah deh, saya kerja. Tapi secepatnya aku akan pulang nanti, untuk melihat kondisi kamu. Kalau begitu, aku pergi kerja dulu ya, Sayang," mengecup kening Luciana.
Saat Leonathan mencium kening Luciana dan hendak berdiri. Luciana menarik wajah Leonathan dan mencium bibirnya, "kamu nih, orang istrinya mau dicium dibibir, malah cium kening terus. Sebel deh," kesel kembali Luciana.
__ADS_1
Sontak Leonathan tersenyum tipis dan mencium bibir Luciana, "tunggu waktu yang tepat, baru saya mencium semua bagian tubuh kamu. Aku pergi kerja dulu," kembali mengecup kening Luciana dan Leonathan pun langsung keluar dari kamar tersebut.
Setelah Leonathan pergi. Pipi Luciana langsung memerah, "apa yang Leonathan katakan barusan. Itu tidak mimpi kan, arghhh," teriak bahagia Luciana dan ia menutupi wajahnya yang memerah.