Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 62: Cari Perhatian


__ADS_3

"Kalau aku berbaring seperti ini, di kamar ini. Aku jadi teringat ibu. Saat ibu memelukku, dan menceritakan dongeng lucu untukku."Kembali mengingat masa kecilnya.


"Dan waktu aku kecil juga. Aku memiliki sahabat pria, dan aku tidak tahu dia di mana sekarang. Karena kami berpisah saat dia dan orang tuanya memutuskan untuk tidak tinggal di kota ini. Bagaimana kabarnya sekarang ya." Ucap Luciana.


"Mata yang indah, rambut yang berwarna kecoklatan. Dan sikapnya yang begitu lembut. Dulu kami sangat dekat, sampai kami berjanji, kami akan menikah saat kami dewasa nanti. Hahahah, begitu menggemaskan masa kecil itu ya. Aku jadi rindu dengannya. Aku ingin sekali memeluknya, karena dialah yang membantuku dari kecil, hingga aku masuk di jenjang SMA. Dialah sahabatku yang paling mengerti diriku. Di mana kamu sekarang." Kembali mengingat masa masa dulu.


Malam pun tiba. Dimana Luciana sudah mandi, dan mengenakan pakaian lamanya. Saat ia turun ke bawah, untuk makan malam. Tiba tiba ada mobil yang datang.


"Itu pasti Leonathan." Ucap Luciana bergegas menghampiri.


Saat Luciana mau menuju pintu utama, untuk membukakan pintu tersebut. Tapi ternyata sudah ada Gita yang mencari perhatian dan langsung membukakan pintu tersebut.


Leonathan pun langsung masuk ke dalam. "Salam." Ucap Leonathan kepada keluarga Luciana yang sudah berkumpul.


"Halo kakak ipar. Kakak pasti kelelahan kan kak, sini biar aku yang menaruh jas kakak." Cari perhatian Gita kepada Leonathan.


"Jauhkan tanganmu dari pakaian saya. Saya tidak mau siapapun memegang pakaian saya, selain istri saya." Ucap Leonathan langsung menghampiri Luciana dan memeluk pinggangnya.


Sontak Luciana sedikit kaget. "Eh. Kamu mengejutkan aku saja. Sini biar aku yang taruh jas kamu sayang." Jawab Luciana memamerkan keromantisan mereka berdua di depan Gita.


"Sudahlah, kalian jangan seperti itu. Kalau begitu, mari kita makan malam bersama. Yuk, yuk." Ajak ayahnya menyuruh makan malam, dan semuanya mengikut ke meja makan.


Merekapun langsung duduk di kursi mereka masing masing. Dengan Luciana duduk disamping Leonathan, agar tidak ada yang curiga, kalau mereka hanya pasangan kontrak.


Gita yang melihatnya pun merasa kesal. "Aku harus merebut Leonathan dari Luciana itu. Padahal aku yang lebih cantik darinya. Bisa bisanya Leonathan lebih mencintai wanita gila itu. Menjijikkan." Ucap batin Gita kesal, sampai menggenggam erat erat sendok tersebut.


"Makanlah yang banyak, biar kamu sehat." Ucap Leonathan memainkan aktingnya, dan meletakkan daging ke piring Luciana.


"Terima kasih banyak sayang." Bahagia Luciana walau hanya akting saja.

__ADS_1


"Kalian benar benar pasangan yang sangat romantis ya. Ayah sampai iri melihatnya. Hahahah." Memulai topik, dan tertawa tipis.


"Tentu saja sayang, kan mereka sama sama pekerja keras, dan mereka saling menyayangi. Seperti kita." Ucap ibu tirinya mengatakan hal seperti itu.


Luciana yang mendengarnya hampir muntah. "Jijik banget dengarnya. Pelakor aja bangga, apa gak makin besar tuh goa nya. Astaga." Kata hati Luciana sambil menahan tawanya.


"Ouh ya adikku. Bagaimana dengan hubungan kamu bersama Dayton?." Tanya Luciana langsung menatapnya.


"Eh, kenapa kakak tiba tiba menanyakan hal itu. Tentu saja hubungan kami sangat dekat kak. Dan tentunya saling menyayangi." Jawab Gita tersenyum paksa.


"Wah, kalau sudah cocok, kenapa tidak langsung menikah saja. Yakan sayang." Ucap Luciana kepada Leonathan juga.


"Benar itu. Saling mencintai dan menikah, lalu bahagia bersama. Jangan sampai pasanganmu itu berselingkuh dengan wanita lain." Ujar Leonathan membantu Luciana berbicara.


"Benar juga yang kamu katakan itu nak. Mending kalian langsung menikah saja, daripada Dayton nanti terpikat dengan wanita lain, kan kamu bisa gawat itu." Ucap Abilene masuk dalam ucapan Luciana.


"Terserah ibu dan ayah deh. Aku ikut saja, asalkan aku dan Dayton bahagia bersama." Jawab Gita kembali tersenyum, dan memandang wajah Leonathan.


"Padahal aku hanya memanfaatkan Dayton saja, untuk menjatuhkan Luciana, karena Dayton orang kaya juga. Sebenarnya, tujuan utamaku kan, untuk menikahi Leonathan. Tapi malah di hancurkan oleh Luciana ini. Maka sebab itu, aku akan merebutkan Leonathan kembali. Dan Leonathan akan menjadi milikku seutuhnya." Ucap batin Gita tersenyum tipis kepada Leonathan yang tidak memandanginya.


Luciana meliriknya. "Dasar mata ******. Beraninya dia melihat suamiku terus. Awas saja kamu. Akan aku beri pelajaran kamu." Kata hati Luciana sambil tersenyum miring, dan kembali melahap makanannya.


Leonathan yang cuek dan tidak menanggapi siapapun, kalau tidak dengan hal yang penting.


Selesai makan malam, mereka semua berkumpul di ruang tamu, dan semuanya duduk di sofa bersama.


"Nak Leonathan, ada yang mau ayah katakan pada kamu nak." Ucap ayah Luciana sambil tersenyum senyum.


"Apa itu ayah?." Tanya Leonathan.

__ADS_1


"Jadi begini nak. Kan kita sudah menjadi keluarga. Bagaimana kalau ayah meminjam uangmu nak, untuk membangun perusahaan ayah yang sekarang di tingkat bawah. Ayah sangat membutuhkannya." Jawab ayah mertuanya langsung memasang wajah sedih.


"Berapa yang ayah inginkan?." Tanya Leonathan kembali.


"Tidak banyak kok nak, hanya 150 juta saja." Jawab ayahnya mertuanya kembali.


"Kirimkan saja nomor rekening ayah, biar aku transfer nanti." Tanpa basa basi, Leonathan langsung menyetujuinya.


"Terima kasih banyak nak Leonathan. Kalau ayah sudah ada uang nanti, ayah akan membayarnya langsung." Ujar ayahnya sambil memberikan nomor rekening tersebut kepada Leonathan.


"Tidak perlu dikembalikan. Itu hanya uang kecil saja. Anggap saja itu hadiah dari kami untuk kalian." Ucap Leonathan.


"Baiklah, terima kasih banyak nak Leonathan. Semoga kalian hidup bahagianya selamanya." Bahagia Madison, karena mendapatkan uang gratis dan sangat gampang dari Leonathan.


"Ternyata mudah juga menipu menantuku seperti ini. Lain kali aku akan meminjam uangnya lagi deh. Kan lumayan untuk diriku sendiri." Ucap batin Madison bahagia.


"Kenapa Leonathan mau memberikannya sih. Jelas jelas dia dibodohi oleh ayah. Dasar Leonathan goblok." Ucap batin Luciana kesal, karena Leonathan seenaknya memberikan uangnya kepada ayah mertuanya.


"Kalian mengobrol lah dulu, aku mau masuk kamar dulu." Ucap Luciana yang kesal, langsung masuk ke dalam kamarnya.


"Dia kenapa, kelihatannya wajahnya sedang kesal." Bertanya tanya ayahnya.


"Sudahlah ayah. Tidak perlu dipikirkan, paling kakak hanya kelelahan saja, karena ia sangat sibuk di perusahaannya." Jawab Gita sambil tersenyum kepada Leonathan, tapi Leonathan tidak menganggap senyumannya itu.


Setelah itu, semuanya langsung masuk ke dalam kamarnya masing masing. Dan hanya tinggal Leonathan dan Gita yang berdua di ruang tamu.


"Kenapa tidak masuk ke kamar?." Tanya Leonathan tidak menatapnya, dengan wajah yang sangat dingin.


"Begini kak, ada yang mau saya katakan pada kakak." Jawab Gita berkata dengan kata kata manja.

__ADS_1


__ADS_2