Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 135: Tertangkap


__ADS_3

Saat Luciana hampir sampai ke kaca yang ada di dekatnya. Tiba-tiba saja kakinya tertusuk serpihan kaca yang paling kecil. Luciana pun menahan sakitnya, dengan mengerutkan keningnya dan menggigit bibirnya sendiri.


Akhirnya kaca kecil tersebut berhasil Luciana dapatkan dan ia langsung meraih kaca tersebut dengan tangannya yang masih bisa menggapai bawah kakinya. Setelah mendapatkannya, Luciana langsung membuka ikatan belakang tangannya dengan kaca kecil tersebut.


"Semoga saja ini berhasil, tolong aku Tuhan," ucap batin Luciana terus berusaha.


"Coba kau lihat wanita itu, apa dia masih pingsan" perintah ketua preman tersebut.


Mendengar hal itu, Luciana langsung berpura-pura pingsan kembali. Preman tersebut menghampiri Luciana dan sedikit menampar pelan pipi Luciana, "aman bos, dia masih belum sadar. Mungkin karena efek pukulannya begitu kuat. Hahaha," ucap preman tersebut kepada ketuanya.


"Baguslah. Kembalilah ke mari, ada hal yang mau aku katakan kepada kalian semua," sahut ketua preman tersebut.


"Ada apa bos?" tanya anak buahnya sambil menaikkan alisnya.


"Bagaimana kalau kita minum dulu, katanya ada bar di dekat gedung terbengkalai ini. Bagaimana menurut kalian," ajak ketua preman tersebut.


"Aku mau saja sih bos, tapi bagaimana dengan wanita itu?" tanya anak buahnya sambil menaikkan alisnya.


"Biarkan saja. Dia kan sudah pingsan dan dia tidak akan bangun, karena kita sudah memukul punggungnya dari belakang dengan keras. Kalau kalian tidak mau yasudah," jawab ketua preman tersebut.


"Yaudah deh bos, kebetulan aku juga mau minum-minum," ujar anak buahnya mau dan mereka semua langsung keluar dari gedung tersebut dan meninggalkan Luciana sendirian di gedung terbengkalai tersebut.


Setelah semua preman tersebut pergi, Luciana langsung membuka matanya dan melihat para preman tersebut yang sudah tidak ada, "ini kesempatan yang baik bagiku untuk keluar dari gedung ini" ucap Luciana kembali membuka ikatan tali tangannya yang hampir terbuka dengan kaca tersebut.


Disisi lain, di mana Leonathan dan pengawalnya terus mencari keberadaan Luciana, "apa kalian sudah menemukan keberadaan istri saya?" tanya Leonathan kepada pengawalnya yang mencari Luciana di beda arah.


"Belum pak, kami sama sekali belum menemukan keberadaan nyonya," jawab pengawal tersebut.

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu, kalian cari sampai dapat dan kalau sudah ada kabar, langsung hubungi saya," ucap Leonathan dengan tegas.


"Baik pak," jawab pengawalnya dan Leonathan langsung mematikan ponselnya dan kembali mencari Luciana.


"Kamu di mana sayang, semoga kamu baik-baik saja di sana," ucap Leonathan kembali mengerutkan keningnya dan terus memasang wajah cemas dan khawatir menjadi satu.


Disisi lain, di mana akhirnya Luciana berhasil membuka ikatan yang ada ditangannya dan Luciana langsung membuka ikatan kakinya juga. Luciana pun langsung berdiri dan melihat sekelilingnya.


"Aku harus mencari jalan keluar, untuk keluar dari gedung ini," melihat sekelilingnya dan terlihatlah di belakangnya sebuah pintu.


"Tapi aku penasaran dengan orang yang hendak menculikku. Aku harus bersembunyi di tempat yang tidak mereka ketahui, karena aku berada di lantai 2, ini jadi sedikit gampang bagiku untuk bersembunyi," ucap Luciana melihat sebuah gudang yang terbengkalai di dekat ia disekap.


Luciana langsung bergegas ke gudang tersebut dan ia pun masuk ke dalam gudang tersebut, "aku bersembunyi di sini saja deh. Semoga saja mereka tidak bisa menemukanku," ucap Luciana langsung menutup pintu gudang tersebut.


Disisi lain, di mana tiba-tiba ada pengawal Leonathan yang menghubungi Leonathan. Leonathan pun langsung mengangkat panggilan tersebut, "ada apa. Apa kalian menemukan istriku?" tanya Leonathan.


"Tentu saja. Kalian periksalah dengan hati-hati dan kirimkan lokasinya kepada saya. Saya akan menyusul ke sana. Jangan sampai ada yang tahu kalau ada kalian di sana, atau mungkin saja preman itu akan melakukan hal yang celaka kepada istri saya," perintah Leonathan dan pengawalnya langsung menurut. Leonathan pun mematikan ponselnya dan pengawal tersebut melakukan hal sesuai perintah Leonathan.


Disisi lain, di mana para preman tersebut pulang dari minum-minum dan bos mereka akhirnya datang juga, "kalian dari mana saja. Ke mana wanita itu?" tanya bos mereka.


"Hah, bos sudah datang rupanya. Wanita yang bos suruh kami untuk menculiknya ada di sana bos," tunjuk ketua preman tersebut dan ia menatap ke arah kursi kosong tersebut.


"Eh, ke mana wanita itu. Tadi di situ bos, beneran," jawab ketua preman tersebut dengan jelas.


Bos mereka langsung menampar ketua preman tersebut dengan keras, "aku sudah membayarmu dan kau melakukan hal mudah begini saja tidak mampu. Kau cari dia di sekeliling ini, mungkin saja dia ada di sini. Cepat!" tegas bos yang menyuruh mereka.


"Baik bos Kirani," serentak semua anak buahnya dan mereka langsung mencari Luciana di sekitar gedung terbengkalai tersebut.

__ADS_1


Disisi lain, Leonathan mengintip di sebuah lubang yang ada di pintu tersebut dan Luciana sudah mengetahui orang yang menyuruh para preman tersebut untuk menculiknya, "Kirani, dia kan wanita yang suka dengan Leonathan, bahkan dia terobsesi dengan suamiku. Apa dia mau menyingkirkan. Astaga, dia benar-benar sudah gila," ucap batin Luciana sambil mengerutkan keningnya.


Tiba-tiba saja ada sebuah tikus yang menjalar ke kaki Luciana. Luciana yang kaget langsung berteriak, "argh" ucap Luciana kaget dan ia langsung menutup mulutnya kembali.


Namun semua itu hanya sia-sia saja, karena Kirani mendengar suara Luciana dari arah gudang. Kirani pun menatap ke arah gudang tersebut, "jelas sekali itu suara wanita. Dia pasti bersembunyi di gudang itu. Hei kau, coba buka gudang itu, dia pasti bersembunyi di sana," perintah Kirani dan anak buahnya langsung menghampiri gudang tersebut dan hendak membukanya.


Tapi preman tersebut tidak sempat membukanya, karena tiba-tiba saja ada sekelompok polisi yang sudah mengepung area gedung terbengkalai tersebut, "jangan bergerak, atau kalian kami tembak!" tegas komandon polisi tersebut.


Sontak Kirani dan anak buahnya langsung menatap ke arah sekelompok polisi yang sudah mengepung mereka dan muncul secara tiba-tiba, "eh, kenapa tiba-tiba ada polisi di sini. Siapa yang memanggil polisi di sini. Siapa!" tegas Karina sampai matanya melotot ke arah anak buahnya dan para polisi tersebut.


"Kami juga tidak tahu bos. Mungkin saja ada yang melaporkannya," jawab ketua preman tersebut.


"Aku yang memanggilnya," jawab yang tidak lain lagi ialah Leonathan dan ia langsung berdiri di hadapan Kirani.


Sontak Kirani kaget dan langsung menatap wajah Leonathan, "Leonathan, kenapa kau juga bisa ada di sini. Apa yang sebenarnya kau cari di sini?" tanya Kirani yang masih bisa tersenyum kepadanya.


"Cepat tangkap mereka pak, karena mereka sudah menculik istri saya," perintah Leonathan kepada polisi tersebut.


Polisi tersebut langsung menangkap para preman tersebut. Para preman tersebut tidak bisa melakukan apapun, karena mereka sudah di kelilingi oleh banyak polisi dan mereka tidak bisa kabur dari gedung tersebut.


"Tidak, aku tidak mau di penjara. Aku harus kabur dari sini," ucap batin Kirani langsung kabur dari pintu belakang lantai 2"


"Hei, kau pergi ke mana, jangan kabur. Kejar dia pak!" tegas Leonathan kepada polisi lainnya dan polisi tersebut langsung mengejar Kirani yang hendak kabur.


Disisi lain, Luciana langsung keluar dari gudang tersebut dan berlari menuju Leonathan, "sayang" teriak Luciana dengan berlari pincang, karena kakinya tertusuk kaca dan begitu banyak darah yang keluar dari kakinya.


Sontak Leonathan langsung melihat Luciana, begitu ia mendengar suara Luciana yang begitu familiar ditelinganya.

__ADS_1


__ADS_2