Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 131: Dasi


__ADS_3

"Ouh ya mami. Kapan mami ulang tahun, baby Bing tidak tahu kapan mami ulang tahun?" tanya baby Bing, sambil mengunyah makanannya.


"Eh, kenapa kamu tiba-tiba menanyakan hal itu. Apa kamu mau memberikan surprise untuk mami?" tanya balik Luciana sambil menaikkan alisnya.


"Hehehe, bukan begitu mami. Bing ini kan anak mami, masa Bing tidak tahu kelahiran mami sih. Gitu banget si mami." Jawab baby Bing langsung murung, karena Luciana tidak mau menjawab pertanyaannya.


"Hahaha, iya deh anak mami. Mami ulang tahun itu tanggal 1 Oktober sayang," sahut Luciana kembali tersenyum.


"Wah, baiklah mami. Mami memang baik banget, kalau begitu mari kita lanjut sarapannya," kembali bahagia baby Bing, karena jawabannya terjawab.


"Berarti ulang tahun istriku sebentar lagi, karena ini tanggal 30 September. Aku harus menyiapkan hadiah yang terbaik untuknya," ucap batin Leonathan sambil mengunyah makanannya.


Selesai sarapan bersama. Luciana langsung membersihkan piring yang kotor, dan setelah itu Luciana ke ruang tamu. Saat di ruang tamu, terlihat Leonathan dan baby Bing yang sama-sama memegang dasi ditangan mereka.

__ADS_1


"Ada apa dengan kalian. Kenapa memegang dasi seperti itu, kenapa gak dipasang?" tanya Luciana langsung menghampiri mereka berdua.


"Ma, tolong pasangkan baby Bing dasi," jawab baby Bing mendekat ke Luciana.


"Saya juga, tolong pasangkan dasi saya," jawab Leonathan juga dan ia langsung berdiri disamping baby Bing.


"Baiklah, tapi jangan berebut begini. Kamu mengalah dulu ya sayang, anak dulu yang harus diutamakan. Sini sayang, biar mami pasangin dasi kamu," ujar Luciana langsung jongkok dan mulai memasangkan dasi Bing.


Setelah memasangkan dasi milik baby Bing. Luciana langsung menghampiri Leonathan dan mulai memasangkan dasi miliknya, "kamu ini, sudah besar tidak bisa memasang dasi sendiri. Manja banget" ucap Luciana kepadanya.


"Kan ada istri, kenapa harus masang sendiri," jawab Leonathan sambil tersenyum tipis dan merangkul pinggang Luciana.


"Gatal banget ya tangannya, ada anaknya tahu di sini. Jadi jangan manja-manja gitu deh," ucap Luciana sambil memasang dasi tersebut dengan fokus.

__ADS_1


"Gapapa, kan sudah suami istri, kecuali belum, baru deh," jawab Leonathan terus menjawab perkataan Luciana.


"Okey, sudah siap suamiku yang paling tampan. Kalau begitu, kamu cepat pergi ke perusahaan, nanti ada client yang nunggu kamu lagi. Cepat sana sayang," usir Luciana.


"Kamu kayak ngusir saya ya. Yaudah deh, saya pergi dulu ya sayang. Jangan rindu, karena rindu itu berat. Jadi, biar aku aja yang rindu sama kamu. Dah sayang," ujar Leonathan mengecup kening Luciana dan ia langsung keluar dari rumah untuk berangkat ke perusahaannya.


Disisi lain, "kalau begitu, mari kita jalan-jalan sayang," bahagia Luciana kepada baby Bing.


"Mari. Sekalian aja ajak om Alvino ma, pasti seru. Mami kan mau bertemu dengan om Alvino, jadi sekalian ajak aja ma," jawab baby Bing ikut bahagia.


"Benar juga yang kamu katakan sayang. Nanti akan mami hubungi om Alvino lagi, untuk mengajaknya pergi bermain dengan kita. Kalau begitu, mari kita keluar sekarang," ucap Luciana dan mereka berdua langsung keluar dari rumah.


Saat Luciana dan baby Bing keluar rumah, ternyata

__ADS_1


__ADS_2