Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 96: Tumpangan


__ADS_3

"Ehm, aku punya ide"


"Bagaimana kalau kita pergi ke luar negeri sayang. Kan kita tidak pernah pergi. Bagaimana, sekalian bulan madu kita sayang." Jawab Luciana memiliki ide, dan menatap wajah Leonathan.


"Wah, itu menyenangkan mami. Tapi, bulan madu kan, khusus pasangan suami istri, tanpa ada siapapun. Mending Bing tidak perlu ikut deh ma. Nanti mengganggu mami dan papi lagi." Ujar baby Bing yang peka kepada Leonathan.


"Ikutlah. Sekalian kita jalan jalan," jawab Leonathan, sambil melipat kedua tangannya.


"Hah, apa boleh papi. Papi gak marah?" tanya baby Bing dengan nada bahagia.


"Tidak. Lagian, ini mami kamu yang minta. Jadi papi harus menurutinya." Jawab Leonathan tanpa ekspresi, padahal dalam hati jedag jedug.


"Dia pria yang benar benar peka. Hahahah, menggemaskan." Ucap batin Luciana, sambil tertawa tipis.


"Yeah, kita akan berlibur bersama. Bahagia banget Bing." Langsung memeluk Luciana dengan bahagia, dan Luciana ikut bahagia.


Sesampai sekolah. Baby Bing langsung mencium pipi Luciana dan Leonathan. "Dah mami, papi." Melambaikan tangannya, dan keluar dari mobil.


Luciana pun ikut melambaikan tangannya, "belajarlah dengan baik sayang. Mami menyayangimu." Memberikan kiss terbang, dan mobil langsung berjalan.


Di perjalanan. Tiba tiba saja ponsel Luciana berdering. Luciana pun mengambilnya dari tas, dan melihatnya. "Kai, ada apa dia menghubungiku." Langsung mengangkat teleponnya.


"Halo Kai. Ada apa menghubungiku?" tanya Luciana.


"Pria itu lagi. Lagi lagi dia yang selalu terdengar ditelingaku." Ucap batin Leonathan yang cemburu.


"Ouh, ok. Aku sudah mau sampai kok ke perusahaan. Kamu siapkan saja yang kurangnya. Nanti aku akan langsung ke ruangan rapat." Ucap Luciana, dan mematikan ponselnya, lalu kembali menaruhnya di dalam tasnya.


"Ada apa?" tanya Leonathan.


"Ini Kai. Katanya ada clien datang, mau melihat busana pernikahan." Jawab Luciana sambil tersenyum.


"Ouh," ucap Leonathan singkat.


"Ada apa dengannya. Aneh," kebingungan Luciana, dan membiarkannya.

__ADS_1


Sesampai di Perusahaan Princess Gown. Luciana pun langsung turun dari mobil tersebut. Dan tersenyum bahagia kepada Leonathan. "Hati hati sayang. Aku mencintaimu." Melambaikan tangannya, sambil mengedipkan matanya.


Sontak pipi Leonathan kembali memerah, dan jantungnya berdetak dengan kencang. "Jalan pak," ucap Leonathan kepada pak supir, dan mobil langsung pergi dari perusahaan Luciana.


Luciana pun langsung masuk ke dalam perusahaan, dan sepeda biasanya. Ia disambut hangat, oleh semua karyawannya.


"Apa kemarin kalian tidur nyenyak?" tanya Luciana kepada semua karyawan yang ada.


"Kami tidur nyenyak bu bos," jawab mereka bersamaan, sambil tersenyum.


"Baguslah. Kalau begitu, saya mau ke ruang rapat dulu. Ada hal yang harus saya selesaikan. Kalian urus yang lainnya." Perintah Luciana, dan menuju ruang rapat.


Saat hendak menuju ruangannya. Luciana berpapasan dengan Rose dan Kai. "Nyonya, salam." Bersamaan menundukkan kepalanya, dan kembali tegap.


"Salam juga. Kalian dari mana?" tanya Luciana.


"Kami dari ruangan direktur Gita nyonya," jawab Rose.


"Mari ke ruangan saya. Ada hal yang mau saya katakan." Perintah Luciana dan mereka langsung menuju ruang kerja Luciana.


"Jadi begini. Apa yang dikatakan Gita kepada kalian?" tanya Luciana.


"Jadi begini nyonya. Direktur Gita mengatakan, kalau direktur Gita mau mengubah beberapa gaun dan perkembangannya. Katanya, dia yang akan berkuasa, dan mengatur semuanya." Jawab Rose dengan jelas.


"Wah, dia sudah mengeluarkan kesombongannya menjadi direktur. Cepat juga dia masuk ke dalam jebakanku." Ucap batin Luciana, sambil tersenyum tipis.


"Ada apa memangnya nyonya. Dan direktur Gita mengatakan, kalau anda membuat direktur Gita menjadi direktur, karena anda mau pergi ke luar negeri. Apa itu benar nyonya?" tanya Rose.


"Tidak. Saya hanya mau membuat jebakan untuknya. Kalian harus ikuti, apa yang saya perintahkan." Jawab Luciana, sambil melipat kedua tangannya.


"Jebakan. Maksudnya apa itu bu bos?" tanya Kai, sambil menaikkan alisnya.


"Jadi begini. Saya mau mengungkapkan kejahatannya, kalau dialah yang mengambil gaun berlian tersebut. Selama ini kan, kita belum mempunyai bukti. Dan saya mau mengungkapkan kejahatan lainnya. Maka sebab itu, aku membutuhkan kalian berdua. Rencananya adalah." Jawab Luciana langsung menjelaskan rencana yang ia buat.


Setelah menjelaskan rencana tersebut, Luciana pun tersenyum miring. "Kalian paham kan rencanaku. Jadi, kalian harus menjalankannya dengan baik. Dan letakkan kamera mini ini, di sekitar meja yang ada, dan di tempat yang tersembunyi. Letakkan pada malam hari saja, saat semua sudah pulang. Kalian paham kan." Langsung memberikan kamera mini tersebut, kepada Kai dan Rose.

__ADS_1


"Baik nyonya. Kami akan melakukannya dengan baik," ujar Rose, dan Kai, langsung mengambil kamera mini yang diberikan Luciana.


"Kalau begitu, kalian bisa pergi sekarang. Karena masih ada hal yang harus saya selesaikan. Dan bagaimana dengan clien itu?" tanya Luciana kembali.


"Semua sudah aman kok nyonya. Tadi memang, kami membutuhkan anda. Tapi, direktur Gita langsung mengambil alih." Jawab Rose kembali.


"Baguslah. Kalau begitu, kembalilah ke pekerjaan kalian masing masing." Perintah Luciana.


"Baik nyonya"


"Baik bu bos," langsung menundukkan kepalanya kembali, dan langsung keluar dari ruang kerja Luciana.


Di dalam ruang kerja Luciana. Luciana tersenyum miring, sambil memainkan bulpennya. "Dia begitu cepat mengambil alih diriku. Dia benar benar pintar. Sayangnya, dirinya itu bodoh bagiku. Karena dia terlalu gegabah mengambil keputusan." Ucap Luciana.


Sore pun tiba. Dimana Luciana sudah bergegas untuk pulang, dan ia sedang merapikan tasnya.


Tiba tiba saja ada yang mengetuk pintunya, "masuk," ucap Luciana.


Dan yang masuk adalah Kai. Sontak Luciana menatapnya, "Kai. Ada apa kemari?" tanya Luciana, sambil menyandangkan tasnya.


"Mau pulang?" tanya balik Kai.


"Iya nih. Karena semua sudah beres. Kenapa memangnya." Jawabnya sekaligus bertanya.


"Mau mengajak pulang bareng. Kebetulan pekerjaanku juga sudah selesai. Memang nanti malam, aku akan menaruh kamera, sesuai yang kamu katakan. Tapi, aku mau mengantarkanmu pulang. Apa boleh?" jawab Kai, sambil tersenyum.


"Oh ya. Kan aku tadi di antar Leonathan. Jadi, aku kan gak bawa mobil. Yaudah deh, terima aja." Ucap batin Luciana.


"Yaudah deh. Yuk, kau duluan saja," jawab Luciana, dan Kai langsung keluar duluan, dan Luciana berjalan di belakangnya.


Di luar perusahaan. Kai membukakan pintu mobil untuk Luciana, dan Luciana tersenyum. Ia pun masuk ke dalam mobil, dan Kai juga ikut masuk ke dalam mobilnya.


Merekapun langsung pergi dari perusahaan tersebut. Disisi lain, Luciana dan Kai tidak tahu, kalau ada mobil di belakang mereka, dan mobil tersebut, adalah milik Leonathan.


"Mau kemana mereka itu. Padahal aku ingin menjemput Luciana. Tapi Kai sudah duluan mengajak Luciana." Ucap Leonathan.

__ADS_1


Kebetulan Leonathan membawa mobilnya sendiri, "mending aku


__ADS_2