Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 128: Kucing


__ADS_3

Kenapa dengan istri saya, dan kenapa kau panik begitu?" tanya Leonathan langsung panik.


"Sebenarnya nyonya Luciana mengalami kecelakaan barusan tuan, dan nyonya sudah di bawa ke rumah sakit. Sekarang nyonya berada di rumah sakit tuan." Jawab pak Stefan dengan jelas.


Sontak Leonathan kaget, dan mengerutkan keningnya kembali. "Apa, kenapa itu bisa terjadi. Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Leonathan langsung mendekat ke Stefan.


"Katanya nyonya hendak menghindar dari seekor kucing yang lewat, dan saat nyonya lihat ke depan kembali, ternyata di depannya ada mobil truk besar. Mobil itu langsung menghantam mobil nyonya." Jawab pak Stefan kembali dengan jelas.


"Gak, itu gak mungkin. Aku harus datang ke rumah sakit sekarang." Ucap Leonathan dengan begitu cemas, dan bergegas keluar rumah, dan berangkat menuju rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit. Leonathan langsung turun dari mobil bersama pak Stefan. Dan di dalam rumah sakit, ada dokter yang langsung menghampiri Leonathan.


"Apa anda keluarga dari nyonya Luciana?" tanya dokter tersebut, dengan ekspresi tidak baik.


"Iya dok. Bagaimana dengan kondisi istri saya sekarang. Dia baik-baik saja kan dok, katakan?" tanya Leonathan dengan cemas.


"Maaf banget pak, kami sudah berusaha sebaik mungkin untuk menyelamatkannya. Tapi istri anda tidak bisa diselamatkan, karena kecelakaan yang begitu hebat. Maafkan saya pak." Jawab dokter tersebut dengan jelas, sambil menundukkan kepalanya.


"Gak, itu gak mungkin. Di mana istri saya sekarang dok. Di mana dia?" tanya Leonathan dengan nada keras.


"Istri anda di ruangan ini. Silahkan," jawab dokter tersebut, dan mempersilahkan Leonathan masuk.

__ADS_1


Leonathan langsung masuk ke dalam ruangan pasien, dan saat di dalam, seluruh tubuh Luciana sudah ditutupi oleh kain putih. "Gak, ini gak mungkin. Sayang, sayang." Panggil Leonathan langsung membuka kain putih yang menutupi wajah Luciana.


Terlihat wajah Luciana yang sudah putih pucat, dengan bibir yang sudah dingin, lalu diiringi dengan tubuhnya yang ikut dingin. "Sayang, kenapa kamu ninggalin aku. Gak, ini gak mungkin. Gak mungkin kamu ninggalin aku secepat ini, gak mungkin. Sayang, bangun, bangunlah sayang." Menggoyangkan badan Luciana, dan air mata mulai menetes dipipinya.


"Bangun sayang. Aku janji, aku akan pulang cepat, dan akan sering meluangkan waktu untuk kamu dan Bing. Aku juga akan manggil kamu dengan sebutan yang kamu inginkan. Apa itu, sayang, mama, atau istriku. Semua akan aku lakukan untuk kamu. Tapi kamu bangun sayang, aku gak bisa hidup tanpa kamu. Sayang!" teriak keras Leonathan, sambil memeluk Luciana dengan erat.


"Sayang, bangunnnn" teriak Leonathan dan tiba-tiba saja ia terbangun, lalu terduduk di atas tempat tidur.


"Hei, kamu kenapa. Apa kamu bermimpi buruk?" tanya yang tidak lain lagi ialah Luciana.


Sontak Leonathan langsung menatap wajah Luciana, dengan air mata yang masih basah dipipinya. "Luciana. Kamu masih hidup, apa ini benar-benar kamu?." Tanya Leonathan langsung memegang wajah Luciana.


"Aku memang masih hidup. Siapa yang bilang mati sih. Apa kamu bermimpi buruk?" jawab Luciana sekaligus bertanya, dan memasang ekspresi bingung dengan tingkah Leonathan.


Luciana melepaskan pelukan tersebut, dan memeriksa dahi Leonathan. "Badan kamu sangat panas. Kamu demam sayang, makanya kamu jadi bermimpi buruk seperti ini. Lagian, siapa yang akan meninggalkan kamu. Aku akan selalu berada disisi kamu, dan kita akan bersama-sama, sampai maut memisahkan kita sayang." Jawab Luciana memegang pipi Leonathan, dengan kedua tangannya, dan terlihat wajah Leonathan yang masih sedih, dan seperti anak kecil.


"Dia benar-benar menggemaskan ketika menangis. Rasanya aku ingin melahapnya sekarang. Tapi aku harus tahan, karena dia sedang demam sekarang. Tahan Luciana, tahan." Ucap batin Luciana menahan gairahnya untuk melahap Leonathan.


"Kenapa kamu diam. Apa aku ada membuat kesalahan?" tanya Leonathan, dan tiba-tiba saja ia bersin.


"Kan sudah aku katakan, kalau kamu demam. Lebih baik kamu kembali berbaring, dan aku akan mengobati kamu dengan air dingin ini. Biar kamu cepat sembuh sayang. Menurutlah." Perintah Luciana, dan Leonathan langsung berbaring, sesuai yang diperintahkan Luciana.

__ADS_1


Leonathan terus menatap wajah Luciana, saat Luciana sedang memeras kain dari air dingin. "Syukurlah mimpi itu bukan kenyataan. Tapi kenapa perasaanku itu begitu nyata. Aku harus menjaga Luciana dengan baik, dan jangan sampai ia terkena masalah karenaku." Ucap batin Leonathan masih sedikit cemas dengan Luciana.


Luciana langsung menaruh kain tersebut ke dahi Leonathan, "mimpi buruk apa yang kamu mimpikan tentang aku. Sampai kamu berkata seperti itu tadi. Coba ceritakan?" tanya Luciana sambil menaikkan alisnya.


"Tadi aku bermimpi kamu kecelakaan, dan kamu dikatakan oleh dokter meninggal dunia. Itulah mimpi yang benar-benar buruk. Aku hampir mau mati saat mendengar kabar itu. Syukurlah itu hanya mimpi buruk saja. Jangan sampai itu terjadi. Mungkin aku tidak akan bahagia di dunia ini, karena tidak ada kamu." Menjelaskannya secara detail.


"Mungkin ini semua karena kamu demam tinggi, makanya kamu bermimpi yang aneh-aneh. Karena aku sudah di sini, jadi kamu akan baik-baik saja. Katakan kalau ada yang sakit. Jangan dipendam-pendam sendiri." Ucap Luciana mengelus pipi Leonathan, dengan raut wajah tersenyum.


"Omong-omong, kamu kenapa lama banget membeli obatnya?" tanya Leonathan sambil memegang tangan kanan Luciana dengan erat.


"Tadi ada kucing mau nyebrang, jadi aku turun sebentar, lalu membantunya untuk lewat, dan tiba-tiba saja saat aku mau masuk ke mobil, dia malah ikut masuk mobil. Jadi aku bawa deh kucingnya. Kucingnya gemes tahu sayang, dan dia masih kecil juga. Kamu pasti suka sama dia." Jawab Luciana, dan tersenyum bahagia.


"Kenapa mimpinya hampir sama dengan kenyataannya. Dimimpi itu menggambarkan kalau Luciana meninggal karena menghindar dari kucing yang lewat, dan dikenyataan, Luciana menolong kucing itu. Apa kucingnya akan sama dengan yang dimimpi itu." Ucap batin Leonathan jadi diam, dan melamun.


"Hei, kamu kenapa sih, dari tadi aneh banget. Apa yang kamu pikirkan sayang." Mengelus tangan Leonathan.


Sontak Leonathan tersadar dari melamunnya, dan kembali menatap wajah Luciana. "Tidak apa-apa sayang. Omong-omong, ini sudah malam. Lebih baik kamu tidur juga, biar kamu tidak kesiangan besok." Jawab Leonathan sambil tersenyum tipis.


"Iya. Tapi kamu minum obat dulu ya sayang, biar demam kamu reda. Nih, minum obat dulu, kamu duduk dulu sayang." Ujar Luciana langsung mengambil obat yang sudah ia beli, dan memberikan air putih kepada Leonathan.


Leonathan pun langsung meminum air putih tersebut, bersama obat yang diberikan Luciana. Setelah meminum obat, Leonathan kembali berbaring. "Kamu tidurlah di sini. Aku ingin dipeluk sama kamu." Manja Leonathan.

__ADS_1


"Hm, bagaimana ya. Terima atau gak ya, permintaan suamiku."


__ADS_2