
"Siapa sayang, kelihatannya kamu kebingungan gitu?." Tanya Luciana kepada Leonathan.
"Ini, ada yang mau bekerjasama dengan perusahaan kami, dan katanya mereka akan datang pada saat bulan madu juga nanti. Bagaimana ini." Jawab Leonathan sekaligus bertanya kepada Luciana.
"Ehm, soal itu. Kamu undur saja bulan madu kita. Karena kerjasama itu lebih penting. Kalau soal bulan madu, itu gampang sayang. Kamu undur saja, dan nanti kita tentuin bareng, tanggal yang tepat untuk bulan madu kita." Jawab Luciana sambil tersenyum.
"Baiklah." Ucap Leonathan, mengikuti perintah Luciana.
"Kalau begitu, katakan pada mereka, kalau aku menerima kerjasamanya. Dan urus semuanya." Jawab Leonathan kepada Stefan.
"Baik tuan, akan saya kabari soal ini. Kalau begitu, saya tutup telponnya, dan maaf kalau saya mengganggu anda." Langsung mematikan ponselnya.
"Apa mami dan papi mau bulan madu?." Tanya baby Bing langsung menatap wajah Leonathan dan Luciana.
"Sepertinya begitu sayang. Tapi karena papi kamu sibuk, ya mau bagaimana lagi. Kita harus memberitahukan soal ini kepada ibu sayang. Biar ibu tidak menunggu kita bulan madu." Jawab Luciana kepada baby Bing dan Leonathan.
"Nanti akan aku hubungi ibu, dan memberitahukan soal ini." Ucap Leonathan.
Selesai makan, Luciana pun mengecup kening baby Bing, untuk ucapan tidur.
"Selamat malam sayang," ucap Luciana melambaikan tangannya.
"Selamat malam juga mami," ikut melambaikan tangannya, dan langsung masuk ke dalam kamarnya.
Luciana pun juga ikut masuk ke dalam kamar pribadinya. Ia tidak bersama Leonathan, karena Leonathan langsung ke ruang kerja pribadinya, karena ada hal yang harus ia kerjakan.
Di kamar," padahal aku sudah bahagia, karena mau bulan madu bersama Leonathan. Tapi malah berantakan deh. Suamiku benar benar orang yang sangat sibuk. Sama sih seperti aku. Sudahlah, lebih baik aku membuat desain baru dulu, karena sebentar lagi akan ada fashion week di kota ini." Ucap Luciana langsung duduk di kursinya, dan membuka ipadnya.
__ADS_1
Luciana pun mulai mendesain hal baru, yang tidak pernah di buat siapapun.
"La, la la la," nyanyi Luciana, sambil menggambar.
Disisi lain, di ruang kerja Leonathan. Leonathan sedang menyusun berkas berkas untuk rapat kedepannya. Dan setelah itu, Leonathan pun langsung menghubungi ibunya.
Tersambung," halo sayang ibu. Tumben banget menghubungi ibu jam segini. Ada apa?." Tanya ibunya dengan bahagia.
"Maaf mendadak menghubungi ibu. Begini bu, soal tiket bulan madu, yang ibu belikan khusus untuk kami berdua. Kan bulan madunya akan di laksanakan 5 hari lagi. Tapi bu, aku undur bulan madu ini." Jawab Leonathan menjelaskannya.
"Apa, kenapa di undur. Kan kalian sama sekali belum bulan madu. Ada apa dengan kalian berdua?." Tanya ibunya langsung.
"Beberapa hari lagi, aku ada rapat yang sangat penting bu, dan saat aku mau membatalkannya. Luciana malah bilang tidak perlu dibatalkan, dan katanya, lebih baik di undur saja. Tentu aku akan mengikuti apa yang ia katakan bu. Maafkan aku bu." Jawab Leonathan kembali.
"Astaga, padahal ini adalah kesempatan baik untuk kalian berdua. Tapi, yaudah lah. Kalau memang Luciana yang mengatakan hal itu. Ibu bisa apa. Oh ya, bagaimana hubungan kalian sekarang?." Tanya ibunya kembali.
"Ya begitulah lah bu. Kalau begitu, sudah dulu deh bu. Masih banyak hal yang mau aku kerjakan." Langsung mematikan ponselnya.
Di kamar. Luciana sangat fokus membuat desainnya dengan bagus. "Nah, tinggal tambahin gradiasi, dan beras deh semuanya." Bahagia Luciana.
"Akhirnya selesai juga. Tinggal kirim ke penjahit profesional milikku, dan semua siap di pamerkan. Oh ya, soal kembali ke rumah lama, aku jadi lupa ke sana. Karena aku sangat sibuk sekarang. Besok aja deh aku ke sana, soalnya malas juga ketemu sama orang orang gila." Ucap Luciana memiringkan bibirnya, karena merasa jijik, jika membayangkannya.
Luciana pun langsung berbaring di tempat tidur, sambil membuka ponselnya. Tiba tiba saja ponselnya berdering, dan itu adalah panggilan dari nomor tidak dikenal.
"Nomor siapa ini, tidak dikenal. Angkat aja deh." Ucapnya langsung mengangkat ponsel tersebut.
"Halo, siapa ya?." Tanyanya langsung.
__ADS_1
"Halo sayang, bagaimana kabar mu sekarang?." Tanya balik seorang pria.
"Siapa kamu?." Tanya kembali Luciana, langsung terduduk.
"Masa kamu melupakan aku sih Luciana. Aku ini Dayton, mantan kamu. Bagaimana kabar mu sekarang. Kau pasti sangat bahagia dengan pria itu kan, dan aku malah sengsara begini. Ini semua karena mu wanita bodoh." Marah yang tidak lain lagi, pria itu adalah Dayton.
Luciana menghela nafas panjang. "Dayton, Dayton. Makanya, kamu jangan berselingkuh. Sudahlah wajah mu mirip pantat panci. Tetap aja milih selingkuh. Apa di rumah mu tidak ada kaca, atau perlu aku belikan untuk mu, yang paling besar." Ucap Luciana tersenyum tipis, dan berjalan menuju jendela kamar tersebut, yang sangat besar.
"Beraninya kau mengatakan hal seperti itu kepadaku. Aku menghubungimu, karena aku benar benar ingin mendengar suara terakhirmu. Aku akan membunuh mu, kau tahu itu Luciana. Dan yang pertama, aku akan membunuh suamimu itu dulu, karena dialah yang membuat dirimu jatuh cinta dengannya, dan kau menikah, lalu meninggalkan aku. Aku tidak akan diam!." Tegas Dayton.
"Dayton!" tegas Luciana juga.
"Jangan berani kau mencoba melukai suamiku, atau kau akan tahu akibatnya. Segera, aku akan memasukkan mu ke dalam sel penjara, dan kau hidup di sana selamanya. Lihat saja kau. Aku tidak akan diam, kalau keluargaku disakiti seperti ini." Tegas Luciana sampai mengepalkan tangan kirinya.
"Hahahah, coba saja kau masukkan aku ke dalam sel penjara. Kau tidak akan bisa sayang. Apa kau mau ayah mu aku bunuh terlebih dahulu." Tanya Dayton, dengan nada mengejek.
"Biarpun ayah menyakitiku sekarang. Tetap saja dia ayah kandungku. Aku tidak ingin melihatnya tersakiti." Ucap batin Luciana menundukkan kepalanya.
"Hai sayang, kenapa diam saja. Kau mulai takut ya?." Tanya Dayton kembali.
"Dayton, Dayton. Karena kamu sudah di bawah sekarang. Bagaimana kalau besok kita bertemu, ada yang mau aku mainkan bersamamu. Tentunya di tempat yang hangat dan damai. Maukah kamu." Ucap Luciana merencanakan sesuatu.
"Apa dia mulai memiliki rasa lagi kepadaku. Ini kesempatanku, untuk membuatnya jatuh ke dalam perangkapku." Kata hati Dayton.
"Baiklah. Omong omong, di mana kita akan bertemu?." Tanya Dayton kembali.
"Tentunya di bar, dan lokasinya akan aku kirim kepadamu sekarang. Kalau begitu, sampai jumpa besok say." Jawab Luciana, langsung mematikan ponselnya, dan tersenyum miring.
__ADS_1
Di sisi lain. "Aku harus merencanakan sesuatu, untuk menjebak Luciana. Dia pasti akan masuk ke dalam jebakanku." Ucap batin yang tidak lain lagi ialah Dayton.
Di sisi lain. Luciana pun kembali duduk dan memegang dagunya, dengan tangan kanannya.