Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 109: Celana Dalam


__ADS_3

Luciana pun melihat berkas pengeluaran tersebut, dan pengeluaran tersebut hanya sedikit. "Pengeluaran juga sangat sedikit. Kalau bisa, gunakan bahan yang berkualitas. Agar brand yang percaya kepada kita, tidak kecewa, dan terus berada di pihak kita. Kamu paham kan. Dan omong-omong, di mana direktur?" tanya Luciana kembali, dan mengembalikan berkas tersebut kepada Delisa.


"Pak direktur ada di ruangannya bu bos. Apa mau saya panggilkan." Jawab Delisa.


"Tidak perlu. Kamu sampaikan saja kepadanya, tolong kirimkan melalui pesan, busana apa saja yang sudah selesai. Karena saya masih ada pekerjaan lagi. Bisa kan." Jawab Luciana.


"Bisa bu bos. Apa ada yang lain bu bos?" tanya Delisa kembali.


"Tidak. Kamu lanjutkan saja pekerjaan kamu, dan bawalah berkas ini kembali." Perintah Luciana.


"Baik bu bos. Kalau begitu, saya permisi dulu." Menundukkan badannya, dan langsung keluar dari ruangan Luciana.


Setelah Delisa keluar. Tiba tiba saja masuk sebuah pesan. Luciana pun langsung melihatnya.


Pesan tersebut adalah pesan dari nomor tidak di kenal, dan di pesan tersebut, menunjukkan satu foto. "Nomor siapa ini, dan ini kan foto mantan Leonathan. Eh, bukannya ini yang di belakang itu Leonathan. Kenapa mereka berdua mengenakan pakaian terbuka. Apa dulu mereka begitu dekat?" bertanya tanya Luciana, dan mengezoom foto tersebut.


"Tidak salah lagi. Ini pasti nomor mantan Leonathan yang bernama Kirani itu. Apa dia mau membuatku cemburu. Astaga, dia menggunakan trik bodoh seperti ini. Dia pikir aku tidak bisa mencari tahu soal foto ini. Aku harus memerintah seseorang, untuk mencari tahu soal foto ini. Apa foto ini asli atau tidak, karena sekarang banyak foto hasil editan. Aku tidak boleh cemburu dulu." Ucap Luciana berusaha tidak cemburu, dan menghela nafas panjang.


"Dari mana dia mendapatkan nomorku. Apa dia mencari tahu soal diriku juga. Dia mau bermain-main denganku. Kita lihat saja nanti. Aku akan mengikuti permainanmu sayang." Tersenyum tipis, dan menyimpan foto tersebut.


Malam pun tiba. Di mana Luciana baru pulang, dan langsung masuk ke dalam rumah. "Aku pulang," ujar Luciana menuju ruang tamu, dan duduk di sofa.


"Mami. Akhirnya mami pulang juga, Bing benar-benar merindukan mami. Kenapa mami lama banget pulang?" tanya baby Bing langsung duduk di samping Luciana, dan memegang kedua tangan Luciana.


"Mami banyak urusan di perusahaan sayang. Omong-omong, papi kamu di mana?" jawab Luciana sekaligus bertanya.

__ADS_1


"Papi belum pulang ma. Paling sebentar lagi," jawab baby Bing kembali tersenyum.


"Mami mau membuat makan malam dulu, untuk kalian." Ucap Luciana ikut tersenyum.


"Tidak perlu nyonya. Bibi sudah membuatkan makan malam yang enak. Jadi, nyonya dan tuan tinggal makan saja." Jawab bibi yang muncul dari dapur.


"Terima kasih banyak bi. Bibi memang pengertian. Dan kamu sayang, apa kamu sudah mandi?" tanya Luciana kepada baby Bing.


"Sudah dong mami. Oh ya mami, tadi kata temen aku, dia dan kedua orangtuanya mengenakan pakaian couple tahu ma. Pakaian couple itu apa ya ma?" jawab baby Bing sekaligus bertanya.


"Ouh, pakaian couple itu pakaian yang sama sayang. Bentuk, warna, semua sama sayang. Kenapa memangnya sayang." Jawab Luciana dengan jelas dan kembali bertanya kepada baby Bing.


"Bing jadi kepengen pakai baju couple dengan mami papi. Apa kita belum mempunyai pakaian seperti itu ma." Jawab baby Bing.


"Belum sayang. Kalau kamu mau, kita akan membelinya lain waktu. Dengan warna yang indah tentunya. Kamu mau kan." Ucap Luciana sambil mengelus rambut baby Bing.


Tiba tiba ada yang masuk, dan ia adalah Leonathan, "aku pulang," ucap Leonathan membuka sepatunya, dan menghampiri Luciana dan baby Bing.


"Sayang, akhirnya kamu pulang juga. Kenapa lama banget pulangnya?" tanya Luciana langsung berdiri, dan memeluk Leonathan.


"Aku tidak boleh mengatakan kepada Luciana. Kalau tadi aku sedang bertemu dengan Kirani. Bisa-bisa Luciana jadi kepikiran, dan aku tidak ingin membuatnya banyak pikiran." Ucap batin Leonathan.


"Hei sayang, kenapa kamu diam saja?" tanya Luciana menatap wajah Leonathan.


"Eh, tidak ada sayang. Hanya ada pekerjaan tambahan saja, dan ada clien. Jadinya terlambat pulang. Maafkan aku." Mencium kening Luciana, dan mereka langsung duduk di sofa bersama.

__ADS_1


"Syukurlah kamu pulang tidak terlalu lama lagi. Kalau begitu, kita makan malam yuk sayang." Ajak Luciana dan mereka langsung makan malam di meja makan.


Di meja makan. Bibi menyiapkan semua makan malam di atas meja, dan Luciana terus tersenyum kepada Leonathan, dan pipi Leonathan memerah, karena melihat kecantikan Luciana.


Selesai makan malam. Luciana mengantarkan baby Bing ke kamar dulu, dan Leonathan masuk ke kamar untuk membersihkan badannya.


"Sayang, apa kamu mau mami bacakan cerita dongeng?" tanya Luciana yang berbaring di samping baby Bing.


"Mau banget mami. Biar tidur Bing nyenyak ma. Bacakan ya mami." Jawab baby Bing dengan bahagia.


Luciana pun mengambil cerita dongeng yang berjudul Sang Pangeran menjemput jodohnya. 1 Jam pun berlalu, di mana baby Bing sudah tidur, dan Luciana turun dari tempat tidur dengan hati-hati.


Luciana pun mencium kening baby Bing, "selamat malam anak mami yang paling tampan." Ujar Luciana tersenyum, dan ia langsung keluar dari kamar baby Bing, lalu masuk ke kamar pribadinya bersama Leonathan.


Saat masuk ke dalam, ternyata Leonathan sedang mengenakan ****** ********. Sontak Luciana yang melihatnya pun kaget. "Arghhhhh," teriak Luciana dengan kencang, dan Leonathan membalikkan badannya, lalu menutup badannya dengan handuk.


Luciana pun menutup wajahnya, dengan pipi yang memerah. "Sayang, kenapa kamu tidak mengenakan pakaian di kamar mandi saja. Mataku ternodai." Ucap Luciana.


Leonathan pun menghampiri Luciana, dan melepaskan tangan Luciana yang menutupi wajahnya. "Jangan seperti itu. Aku ini kan suami kamu, dan sudah semestinya kita saling melihat satu sama lain. Apa tidak boleh?" tanya Leonathan menatap kedua mata Luciana, dan pipi Leonathan juga sedikit memerah.


Mereka berdua saling bertatapan, dan Luciana tidak sanggup menatap mata Leonathan. Ia pun langsung memeluk badan Leonathan, "jangan menatapku seperti itu. Aku tidak kuat menahan ketampanan kamu sayang." Ucap Luciana di dalam pelukan Leonathan.


Leonathan pun memeluk Luciana dengan erat juga, dan mencium kening Luciana kembali. "Sudah waktunya kita melakukan hal itu. Kita kan belum sempat melakukan malam pertama. Apa kita bisa melakukannya malam ini?" meminta izin kepada Luciana, sambil mengedipkan kedua matanya.


Luciana pun melepaskan pelukan Leonathan, dan langsung berbaring di atas tempat tidur. "Tidak mauuuu, aku belum siap."

__ADS_1


Leonathan menghampiri Luciana kembali, dan berdiri di atas Luciana. Sontak Luciana dan Leonathan kembali bertatapan. Saat Leonathan hendak mencium Luciana. Tiba-tiba saja


__ADS_2