Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 79: Menonton Drama


__ADS_3

Saat ia buka Instagram, ternyata yang viral adalah foto dimana dia melakukan sesi pemotretan di perusahaannya tadi.


"Wah, sudah di posting oleh Delisa rupanya. Cepat juga dia. Foto ini benar benar bagus. Aku jadi penasaran dengan komentar netizen." Melihat komentar tersebut.


Dan saat Luciana buka bagian komentar. Ternyata semua komentar memuji body Luciana dan kecantikannya. Dan bahkan, yang paling banyak mengomentarinya, adalah pria.


Isi komentar tersebut:


"Cantik banget nyonya tuan Leonathan ini. Benar benar indah. Sudah cantik, pintar bisnis lagi. Good." Puji netizen.


"Benar banget itu. Sekarang perusahannya, sudah menjadi yang paling terkenal. Aku jadi ingin memesan busana yang ada di perusahaannya." Komentar wanita.


Luciana yang membacanya pun tersenyum tipis. "Terima kasih banyak, karena kalian semua memuji saya. Tapi, kadang saya kurang percaya dengan ucapan kalian. Karena kebanyakan, mulut hanya manis di depan saja. Tapi di belakang, ups deh." Ucap Luciana.


Disisi lain. Di perusahaan Leonathan, "permisi tuan. Anda sudah lihat sosial media sekarang. Katanya lagi viral foto nyonya Luciana sedang melakukan pemotretan yang begitu indah dan cukup seksi. Dan banyak yang berkomentar, diantaranya pria tuan." Memberitahu Stefan.


Leonathan mengambil ponselnya, dan melihat sosial media. Benar saja yang dikatakan Stefan. Sudah lebih dari 100 juta like dan komen dalam waktu 2 menit saja. Leonathan pun melihat komentar tersebut, dan ia sedikit kesal. Karena kebanyakan pria yang mengomentarinya, dan memuji body Luciana.


"Wanita itu. Dia menunjukkan body nya tanpa malu. Tapi mau bagaimana lagi, dia juga seorang desainer. Tapi kalau dilihat lihat, dia benar benar cantik." Ucap batin Leonathan, sambil tersenyum tipis.


Stefan yang melihatnya pun sedikit bingung, "apa tuan bahagia, karena melihat kecantikan nyonya. Memang benar sih, nyonya Luciana benar benar cantik." Ucap batin Stefan juga, ikut tersenyum melihat Leonathan tersenyum.


Malam pun tiba. Dimana mereka semua sedang makan malam bersama. "Makan yang banyak ya sayang mami. Biar cepat sembuh." Ucap Luciana sambil tersenyum, dan meletakkan bakso di mangkuk baby Bing.


"Terima kasih banyak mami. Bing pasti menghabiskan makanan dari mami." Ikut tersenyum baby Bing, dan langsung melahapnya.


"Bagaimana dengan pekerjaan mu hari ini?" tanya Leonathan kepada Luciana, dan tidak menatap wajah Luciana.

__ADS_1


"Tumben banget nanyain gitu. Kenapa memangnya. Ya seperti biasa ya, aman dan tentram." Jawab Luciana kembali tersenyum.


"Oh ya sayang mami. Kamu tahu gak, kalau om Kai bekerja di perusahaan mami tahu." Memberitahukannya kepada baby Bing, dan tidak memberitahukannya terlebih dahulu kepada Leonathan.


Baby Bing pun langsung menatap wajah Luciana. "Benarkah mami. Berarti mami dan om Kai sering bertemu gitu. Wah, sungguh hebat mami." Mau membuat Leonathan cemburu.


"Habislah kamu papi. Sepertinya cinta lama bersemi kembali." Ucap batin baby Bing, sambil tersenyum misterius kepada Leonathan.


"Jangan banyak bicara, dan cepat habiskan makanan mu itu. Atau kau tidak akan bisa menghabiskan makanan itu. Jangan biasakan untuk berbicara disaat makan." Dingin Leonathan.


"Kelihatannya dia cemburu. Tapi, untuk apa dia cemburu. Kan ini hanya nikah kontrak saja. Sudahlah, aku masih sedikit kesal dengan ucapannya itu." Ucap batin Luciana mengabaikannya, dan fokus kepada baby Bing.


Leonathan melirik Luciana, "apa Luciana masih marah denganku. Apa sebenarnya salahku dengannya. Biasanya dia terus berbicara denganku. Tapi hari ini, dia tidak terlalu banyak bicara denganku." Dalam hati Leonathan, sambil mengunyah makanannya.


Selesai makan. Luciana mengantarkan baby Bing ke kamarnya. Di dalam kamar baby Bing. Luciana pun mengelus rambut Bing. "Kamu tidur yang nyenyak ya sayang. Biar kamu cepat sembuh, dan bisa ketemu sama teman teman kamu di sekolah. Kamu paham kan sayang." Lembut Luciana.


"Baik sayang. Kalau begitu, mami mau masuk kamar mami ya sayang. Dah sayang." Langsung berdiri, dan melambaikan tangannya.


Luciana pun keluar, dan menutup pintu kamar baby Bing. Luciana pun naik ke lantai 2, untuk masuk ke kamar pribadinya.


Namun, saat hendak masuk ke dalam kamarnya sendiri. Tiba tiba saja Leonathan menariknya dari belakang, dan Luciana kaget.


Sontak Luciana jadi menyender di pintu, dan dihadapannya ada Leonathan yang sedikit dekat dengannya. "Ada apa?" tanya Luciana, sambil menaikkan alisnya.


"Ada apa denganmu. Kenapa marah seperti ini. Apa salahku, ceritakan?" tanya balik Leonathan, sambil melipat kedua tangannya.


"Pikirkan saja sendiri. Aku lagi ingin sendiri, dan terima kasih atas makanannya tadi siang." Jawab Luciana langsung masuk ke dalam kamarnya, dan menutup pintu tersebut dengan keras.

__ADS_1


"Tung. Astaga, dia sudah masuk. Bagaimana ini, apa aku harus meminta bantuan Stefan lagi. Untuk meluluhkan hati wanita." Ucap batin Leonathan berpikir, sambil masuk ke kamarnya.


Dan di dalam kamar. Ia pun duduk di atas tempat tidur, sambil mengerutkan keningnya.


Tengah malam pun tiba. Dimana Leonathan benar benar tidak bisa tidur. Ia pun duduk. "Kenapa aku terus memikirkan Luciana. Apa aku benar benar menyukainya. Argh, bagaimana aku mengatakannya perasaanku kepadanya. Padahal aku sudah menulis di kontrak itu, kalau aku tidak akan mencintainya. Tapi sekarang, aku benar benar menyukainya." Ucap batin Leonathan.


"Rasanya hampa kalau tidak ada dia, dan tidak melihat senyumannya yang manis itu. Lebih baik aku minum susu hangat dulu deh. Mana tahu setelah itu bisa tidur." Bergegas turun ke bawah.


Dan saat di bawah. Ia mendengar suara televisi menyala. Leonathan pun melihat dari belakang, dan ternyata ada orang yang sedang menonton televisi.


Ia adalah Luciana, yang sedang menonton televisi romantis, sambil mengemil cemilan. "Romantis banget sih suaminya. Andai saja aku punya suami seperti itu. Tapi gak mungkin deh, halusinasi aja aku ini." Ucap Luciana sambil mengunyah cemilannya.


"Dia ingin sekali aku mencintainya. Sebegitukah dia mencintaiku." Ucap batin Leonathan menghampirinya.


"Kenapa belum tidur?" tanya Leonathan.


Sontak Luciana menatapnya, dan sedikit kaget, karena Leonathan datang tiba tiba. "Eh, tuan Leon. Lagi nonton televisi. Dan kamu kenapa belum tidur?." Jawab Luciana sekaligus bertanya.


"Saya tidak bisa tidur. Jadi mau membuat susu hangat dulu." Jawab Leonathan.


"Drama apa yang sedang kau tonton?" tanya Leonathan kembali.


"Drama King The Land. Romantis banget suaminya." Jawab Luciana sambil senyum senyum.


"Sudahlah, sana kamu kalau mau membuat susu hangat. Kenapa malah terus bertanya. Sana sana." Usir Luciana yang masih sedikit sebal dengan Leonathan.


Leonathan mendekatinya. Luciana pun langsung menatapnya, sambil melotot bingung. "Ada apa sih denganmu?" tanya Luciana bingung.

__ADS_1


"Ada apa dengan dirimu. Kau terus menjauhiku. Apa aku ada salah denganmu?" tanya balik Leonathan, dan mereka saling bertatapan.


__ADS_2