Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 24: Ancaman


__ADS_3

Saat di atas, tiba tiba saja ada ibu tirinya yang berada di depan kamar ibu kandungnya. "Kenapa kamu ada di depan kamar ibuku?." Tanya Luciana kembali melipat kedua tangannya.


"Eh, aku hanya lewat saja kok tadi. Dan tidak sengaja pintu kamar almarhum ibu kamu terbuka, jadi ibu bantu tutup deh. Jawab Abilene sambil ketakutan, seperti ada yang disembunyikan.


"Kalau begitu, jangan sampai ada yang berbeda di kamar ibuku. Atau aku akan membunuhmu. Minggir!." Sedikit tegas Luciana, langsung masuk ke kamar ibunya bersama Rose.


Di dalam kamar ibunya, Rose langsung menutup pintu kamar mandinya. "Hak warisan itu pasti ada disini. Aku harus mencarinya, dan Rose bantu carikan kertas warisan itu." Perintah Luciana sambil mencari dibagian meja belajar.


"Baik nyonya." Ikut membantu, sesuai perintah Luciana.


"Nyonya, kenapa disini ada sebuah lubang kunci, di cermin ini?." Tanya Rose.


Luciana langsung menghampirinya. "Sebentar, coba aku lihat." Langsung melihatnya dan merabanya.

__ADS_1


"Apa jangan jangan didalam ini kertas warisan itu. Aku harus mencari kuncinya. Mari kita cari kuncinya bersama sama." Ucap Luciana.


"Baik nyonya." Langsung mencari kunci tersebut.


Tiba tiba Rose mendapatkannya, dibawah tempat tidur. "Ketemu nyonya." Ucap Rose langsung menunjukkan kunci tersebut tersebut.


Sontak Luciana langsung menatapnya, dan langsung mengambil kunci tersebut. "Terima kasih banyak Rose. Kita akan coba kunci ini." Langsung menghampiri cermin tersebut, dan langsung membukanya.


Dan ternyata bisa. "Yes, berhasil juga. Ternyata disini kertas warisan yang ibu punya. Aku tidak tahu, maka sebab itu ayah mengatakan tidak tahu juga. Karena kertas warisan ibu tersembunyi." Ucap batin Luciana bahagia, langsung mengambil kertas warisan tersebut.


"Baik nyonya, saya akan menjaga kertas ini sebaik mungkin, agar tidak hilang." Kembali menundukkan badannya.


"Mulai sekarang, kamu tidak boleh menjadi pembantu lagi, tapi kamu menjadi asisten saya. Kamu paham kan." Ucapnya langsung menaikkan alisnya.

__ADS_1


"Baik nyonya, sesuai perintah anda." Tersenyum tipis kepada Luciana dan lagi lagi kagum dengan Luciana.


Tiba tiba ada yang masuk, dan ia adalah ayahnya.


Sontak Luciana dan Rose langsung menatapnya. "Bagaimana Luciana, apakah kamu menemukan kertas warisan itu?." Tanya ayahnya dengan bahagia, langsung menghampirinya.


"Aku tidak menemukan apapun ayah. Bahkan semua sudah kami cari, tapi tetap tidak ada. Dimana dulu ibu meletakannya." Jawab Luciana langsung bertingkah tidak tahu apa apa.


"Sudah ayah katakan daritadi, bahwa kertas warisan itu tidak dapat ditemukan, dan seutuhnya rumah ini milik ayah. Jadi kau tidak bisa melawan ayah." Ucap ayahnya tertawa bahagia.


"Ck, dasar manusia bodoh. Kau pikir aku akan mengikuti perintah mu, dasar manusia licik." Ucap batin Luciana tersenyum tipis.


"Kalau begitu, mending aku pulang saja deh. Dan mengatakan kepada suamiku, kalau aku diperlakukan buruk disini, dan suamiku akan mencabut kerja sama ayah dengan suamiku." Memasang wajah tidak puas, dan langsung keluar dari kamar ibunya.

__ADS_1


"Mampus aku, bagaimana kalau Luciana benar benar mengatakannya kepada tuan Leonathan. Habislah aku, aku akan bangkrut nanti. Aku harus mengambil hati Luciana." Ucap batin Madison yang hanya memikirkan uang diotaknya.


Madison pun langsung menghalangi Luciana yang mau keluar dari rumah. "Tunggu Luciana, ayah


__ADS_2