Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 132: Permainan Gelang


__ADS_3

Saat Luciana dan baby Bing keluar rumah, ternyata sudah ada Alvino yang menunggu di luar, "eh, Alvino. Sejak kapan kamu sudah berada di sini?" tanya Luciana menghampirinya dan berdiri dihadapannya.


"Sejak tadi kak. Eh, ada Bing, halo Bing tampan," jawab Alvino sambil menyapa baby Bing dengan penuh bahagia.


"Halo om Alvino. Kita mau jalan-jalan ke mana om?" tanya baby Bing sambil menaikkan alisnya.


"Ada deh, kalau begitu, mari masuk ke dalam mobil. Silahkan," jawab Alvino langsung membukakan pintu mobil dan mereka berdua pun masuk ke dalam mobil bersamaan.


Merekapun langsung berangkat bersama. Di perjalanan, "apa kamu mau minum susu sayang?" tanya Luciana kepada baby Bing.


"Mau banget ma. Mana mami?" jawab baby Bing sekaligus bertanya.


"Bentar, mami ambil di tas dulu," jawab Luciana langsung mengambil susu kemasan di tasnya.


"Nih sayang, minum susu coklatnya. Tadi mami lupa buatinnya," langsung memberikannya kepada baby Bing dan baby Bing langsung meminum susu kemasan yang dibawa oleh Luciana dari rumah.


"Kita mau ke mana dulu nih kak?" tanya Alvino, sambil menaikkan alisnya.


"Seperti biasanya, kita ke taman bunga dulu, ada beberapa pemotretan yang mau aku ambil. Karena kebetulan kakak sedang mengenakan busana hasil desain kakak sendiri, jadi kakak mau ambil tempat yang indah, untuk mempromosikan busana kakak ini," jawab Luciana sambil tersenyum.


"Baiklah kak, aku akan ikut saja dengan kakak," jawab Alvino ikut tersenyum dan begitu juga dengan baby Bing yang masih meminum susu coklatnya.


Sesampainya di taman bunga yang begitu indah dan bermekaran. Mereka bertiga langsung turun dari mobil bersamaan dan melihat bunga-bunga secara bersamaan.


"Cantik banget ma bunganya. Apa mami bisa mengambil foto baby Bing dulu, sebelum mengambil foto mami?" tanya baby Bing meminta izin kepada Luciana.

__ADS_1


"Boleh banget, tapi lebih bagus kalau kita berdua yang ada di dalam foto itu. Alvino, tolong ambilkan foto kami berdua. Boleh kan Alvino," ujar Luciana menatap wajah Alvino.


"Boleh banget kak, sini ponselnya, biar Alvino foto kalian berdua," jawab Alvino langsung mengambil ponsel yang diberikan Luciana dan Alvino mulai mengambil foto sesuai yang dikatakan Luciana.


Selesai mengambil pemotretan. Mereka bertiga duduk dikursi bersamaan, "cantik banget ya ma bunganya. Bunganya cantik, persis kayak mama, sama-sama cantik dan tidak bosan memandangnya," puji baby Bing terus tersenyum kepada Luciana.


"Benar yang kamu katakan itu Bing, kan mami kamu memang cantik. Makanya mami kamu laku sama papi kamu. Hahahah," tertawa Alvino.


"Apaan sih kamu Alvino. Ih, mau dicubit nih anak," kesel Luciana dan langsung mencubit perut Alvino.


Disisi lain, "apa yang sedang dilakukan istriku ya. Kenapa rasanya aku rindu banget sama dia ya. Pengen banget lihat wajahnya yang cantik itu," ucap Leonathan sambil mengerjakan berkasnya.


"Apa aku hubungi saja dia ya. Tapi takutnya ganggu mereka sedang bersenang-senang lagi. Sudahlah, yang penting mereka baik-baik saja," ujarnya kembali fokus, sambil melihat foto Luciana yang ada di atas mejanya.


Baby Bing pun memasangkan setangkai bunga kecil ditelinga Luciana, "kan gini mami tambah cantik. Kalau begitu, mami kembali foto lagi," bahagia baby Bing.


"Terima kasih banyak sayang. Anak mami memang yang terbaik deh. Ini sebagai hadiahnya untuk kamu sayang," mengecup pipi baby Bing dan Luciana kembali berdiri dan kembali melakukan sesi pemotretan.


Selesai bermain di taman bunga, mereka langsung menuju taman bermain anak-anak yang ada di dekat sekolah baby Bing, "wah, enak banget ma naik perosotannya. Apa mami tidak mau coba?" tanya baby Bing yang begitu bahagia bermain di taman anak-anak.


"Gak sayang, mending kamu main sama om Alvino aja. Lihat tuh, om Alvino juga naik perosotan. Hahaha," jawab Luciana sambil tertawa tipis, karena melihat Alvino yang ikut bermain permainan anak-anak.


"Yaudah deh, kalau mami gak mau. Mari om Alvino, kita naik genjotan yang di sana. Yuk om," ajak baby Bing dan Alvino langsung menuju ke permainan tersebut.


Malam pun tiba, di mana mereka bertiga mampir ke pasar malam yang ada di kota tersebut, "wah, cantik banget ma pasar malamnya. Rugi banget papi gak ikut nih, padahal enak banget, yakan mami," sangat bahagia baby Bing dan merekapun langsung turun dari mobil bersamaan.

__ADS_1


"Apa kamu bahagia sayang?" tanya Luciana sambil mengelus rambut baby Bing.


"Bahagia banget ma. Kalau begitu, mari kita bermain dengan sepuas mungkin di pasar malam ini," jawab baby Bing dengan bahagia dan bersorak.


Merekapun langsung masuk ke dalam pasar malam bersama. Di dalam pasar malam, begitu banyak makanan yang enak dan permainan yang begitu seru, "ma, om, mari kita coba permainan lempar gelang yuk. Sepertinya enak tuh. Apa om bisa mendapatkan sepeda anak cowok itu. Sepertinya itu keren," tanya baby Bing sambil menunjuk permainan lempar gelang tersebut.


"Siapa takut. Gas lah," jawab Alvino dan mereka langsung menghampiri permainan lempar gelang tersebut.


Setelah membeli gelang tersebut, Alvino mulai melempar gelang tersebut ke sasarannya. Gelang pertama tidak masuk, "hahaha, kok gak masuk sih om. Cemen nih om," tertawa baby Bing dan mengejeknya.


"Sayang, kamu gak boleh ngejek om Alvino kayak gitu. Kan masih pertama, mana tahu nanti masuk gelangnya," ucap Luciana mencubit pipi baby Bing.


"Aduh, sakit mami. Ya deh ma, kalau begitu, lanjutkan om Alvino. Aku dukung," menyemangati Alvino.


"Ini masih permulaan. Om akan memasukkan gelang ini ke sasarannya tempat waktu. Lihat ini," ujar Alvino bersiap-siap dan ia mulai melemparkan gelang tersebut ke sasarannya.


Setelah 10 kali lemparan, Alvino sama sekali belum memasukkan gelang tersebut ke sasarannya. Semuanya gagal dan tidak ada yang masuk, "kenapa gelang ini begitu susah dimasukkan ya ke dalam sasarannya. Menyebalkan, aku tidak mau lagi bermain. Dasar gelang payah," memarahi gelang yang tidak salah.


"Kenapa malah om yang marah sih, kan om yang gak pintar memainkannya. Yaudah deh, kalau begitu, mari kita coba permainan lainnya," ujar baby Bing mengajak mereka berdua untuk mencoba permainan lainnya.


"Tunggu, biar mami coba. Mami ingin mencoba permainan ini," sahut Luciana.


"Hah, apa mami bisa bermain gelang seperti ini?" tanya baby Bing yang masih tidak percaya.


"Kak, sejak kapan kakak mau bermain hal seperti ini. Aku tidak yakin kakak bisa memasukkannya," meremehkan Luciana secara terang-terangan.

__ADS_1


__ADS_2