
Luciana pun langsung duduk di pangkuannya. "Kenapa aku harus ketok dulu pintunya. Kan aku ini istri kamu. Oh ya, apa kamu mau cheese cake buatanku sayang." Ucap Luciana sangat dekat ditubuh Leonathan.
Leonathan langsung berdiri, dan menjauh dari Luciana. "Aku tidak suka cheese cake." Jawab Leonathan merapikan pakaiannya.
"Kalau kamu tidak mau yaudah, aku mau memberikannya kepada baby Bing saja. Daripada terbuang." Langsung berdiri Luciana.
Leonathan meliriknya dengan tajam. "Tidak baik malam malam anak kecil memakan yang manis manis." Ucap Leonathan dengan dinginnya.
"Eh, iya sayang, iya. Cerewet banget sih." Ucap Luciana ngambek dan langsung meletakkan cheese cake tersebut diatas meja.
"Mending aku tidur di kamar lainnya aja deh, malas di sini." Ucap Luciana mau keluar dari kamar Leonathan.
Dan tiba tiba saja Leonathan menahannya dan langsung menjatuhkannya diatas tempat tidur. "Kamu jangan beraninya pisah kamar dariku, atau yang lainnya akan curiga dengan kita." Ucap Leonathan sambil menahan tangannya diatas.
"Pftt, dia benar benar menggemaskan. Sayang kalau tidak digoda." Ucap batin Luciana tersenyum tipis.
"Apa kamu mulai mempunyai rasa kepadaku sayang. Apa tubuhku mulai menyatu dengan tubuhmu." Tanya Luciana memegang perutnya.
Sontak Leonathan kembali duduk. "Jaga omonganmu itu." Ucap Leonathan kembali, sambil merapikan pakaiannya kembali.
Luciana pun kembali duduk. "Benar benar sulit didapatkan, sangat beda di masa lalu. Di masa lalu, dia sangat mudah aku dapatkan, bahkan dia sendiri yang menggodaku, dan mendatangiku. Sekarang, harus aku duluan yang menggodanya, dan membuatnya jatuh cinta kepadaku. Benar benar lelah." Ucap batin Luciana kembali berbaring, dan menutupinya wajahnya dengan lengan tangan kanannya.
Leonathan meliriknya. "Apa anak ini sakit hati, dengan ucapku tadi." Ucap batin Leonathan juga.
"Sudahlah, itu tidak penting. Karena yang terpenting, dia sudah ada disisi baby Bing, itu sudah cukup baik bagiku." Ucapnya kembali.
Keesokan paginya, dimana Luciana tidak bisa tidur, karena memikirkan cara untuk mendekati Leonathan. "Aku sangat mengantuk." Ucapnya langsung duduk, dan melihat kesamping, sudah tidak ada Leonathan.
"Anak itu benar benar menyebalkan. Dia tega meninggalkan istrinya yang manis dan seksi ini." Kesal Luciana sambil memukul tempat tidurnya.
Tiba tiba ada yang mengetuk pintunya," permisi nyonya, ini aku Rose. Apa boleh saya masuk nyonya?." Tanyanya dari luar.
__ADS_1
"Masuklah." Jawab Luciana langsung berdiri dan melihat jendela kamarnya.
Rose pun masuk ke dalam. "Pagi nyonya, tuan memanggil anda untuk sarapan bersama nyonya." Ucap Rose sambil menundukkan badannya.
"Baiklah, saya akan kesana. Tapi Rose, menurutmu, apa lebih baik aku merebut perusahaan gaunku, atau aku membeli yang baru. Bagaimana menurutmu Rose?." Tanyanya sambil memegang dagunya dengan tangan kanannya.
"Lebih baik nyonya beli yang baru, dan anda bisa sukses dengan perusahaan gaun anda sendiri. Dan kalau ada acara lelangan, anda bisa melakukan suatu hal, untuk menjebak keluarga anda itu nyonya. Itu menurut saya saja nyonya." Jawab Rose kembali menundukkan kepalanya.
"Acara lelangan, bagus juga pendapatmu itu Rose. Karena Leonathan sudah meminjamkan uang kepadaku, tentu tidak akan aku sia siakan uang itu. Kalau begitu, nanti kau ikut bersamaku, untuk membeli sebuah perusahaan gaun terbesar di kota ini." Ucap Luciana langsung keluar dari kamarnya.
"Baik nyonya." Mengikuti Luciana dari belakang.
Di meja makan. "Anyeong sayang, kenapa tidak menungguku?." Tanya Luciana langsung mengubah ekspresi wajahnya menjadi lucu, dan langsung duduk disamping Leonathan.
"Salah siapa terlambat bangun, dan tidak langsung turun. Itu akibatnya." Jawab Leonathan yang sedang membaca koran, sambil mengunyah makanannya.
"Terserah deh, aku pasrah." Ucap Luciana hanya mengambil buah saja, lalu di makannya.
"Ehm," langsung menatap wajah Leonathan.
"Kamu memperhatikanku ya, apa kamu mulai menyukaiku sayang?." Tanyanya sambil mengedipkan matanya.
"Aku hanya tidak mau sampai terjadi apa apa, dan menyusahkanku. Dan sampai sampai harus membuat baby Bing sedih, karena kau sakit. Itu saja dan tidak lebih." Ujar Leonathan sambil meminum kopi hangatnya.
"Baiklah." Ngambek dan kembali naik ke kamarnya.
Leonathan kembali meliriknya yang naik ke atas kamarnya. "Apa aku sudah keterlaluan dengannya." Ucap batin Leonathan.
Di kamar Luciana, ia pun langsung mandi dan bersiap-siap untuk datang ke perusahaan gaun ternama. Setelah ia bersiap siap, dan menghabiskan waktu beberapa menit. Luciana pun langsung turun ke bawah.
"Rose." Panggilnya, dan Luciana duduk disofa.
__ADS_1
"Iya nyonya, ada yang bisa saya bantu?." Tanyanya sambil menundukkan badannya.
"Tolong siapkan mobil, dan kita langsung berangkat ke perusahaan gaun ternama. Karena kita akan bekerja sama dengannya." Jawab Luciana sambil menyilangkan kakinya.
"Baik nyonya, saya akan menyuruh supir untuk menyiapkan mobil anda nyonya. Saya permisi." Ucap Rose kembali menundukkan badannya, dan langsung memerintah supir.
Setelah menyiapkan mobil, Luciana dan Rose pun langsung menuju perusahaan gaun ternama yang bernama Perusahaan Queen Dress (Gaun ratu).
Sesampai Perusahaan Queen Dress. Luciana pun langsung turun, bersama Rose. Dan mereka langsung masuk ke dalam perusahaan tersebut.
Di dalam, mereka langsung disambut oleh pelayan pelayan yang ada, yang khusus untuk melayani orang orang yang datang ke perusahaan tersebut.
Luciana pun menghampiri staf yang menjaga, atau menulis untuk pertemuan. "Apa nyonya Elesa?." Tanya Luciana dengan elegan.
"Apa anda ada janji untuk bertemu dengan nyonya Elesa?." Tanya staf tersebut.
"Saya tidak membuat perjanjian dengannya, tapi ini adalah hal besar yang harus kami bicarakan." Jawab Luciana tersenyum tipis.
"Maaf banget nyonya, kami tidak memperbolehkan siapapun masuk, tanpa perjanjian apapun, dengan nyonya Elesa." Ucap staf tersebut langsung masuk menundukkan badannya.
Tiba tiba ada yang datang menemui staf tersebut, dan ia adalah nyonya Elesa. "Eh, nyonya Elesa. Kebetulan banget saya bertemu dengan anda." Panggil Luciana sambil tersenyum.
Sontak nyonya Elesa menatapnya. "Kamu, kamu istri tuan Leonathan bukan?." Tanyanya untuk memastikannya.
Luciana mengangguk. "Astaga, hei staf. Kenapa kau membiarkan orang ternama ini berdiri saja di sini. Apa yang kau lakukan." Marah nyonya Elesa dengan tegas.
"Astaga, saya minta maaf nyonya. Saya minta maaf, karena saya tidak tahu, kalau anda ini adalah istri tuan Leonathan." Meminta maaf, sambil menundukkan badannya berkali kali.
"Sudahlah, itu tidak apa apa. Yang terpenting saya bisa bertemu dengan anda nyonya Elena." Ucapnya kembali tersenyum.
"Kalau begitu, mari langsung ke ruang pribadi saja." Ajak nyonya Elena, dan mereka langsung menuju ruang pribadi nyonya Elena.
__ADS_1
"Di masa lalu, aku tidak mudah membujuk nyonya Elena untuk bekerja sama. Karena perusahaan Queen Dress ini adalah perusahaan yang cukup besar dan tentunya sudah terkenal dimana mana. Maka sebab itu, aku harus