
"Kasihan banget anakku. Kalau begitu, mari mami antarkan ke sekolah. Tapi, tunggu mami dulu. Mami mau siap-siap dulu. Dan kamu tunggulah di ruang tamu dulu. Mami mau mandi dulu. Tidak akan lama kok." Jawab Luciana kembali tersenyum, dan langsung naik ke atas kembali, lalu masuk ke dalam kamarnya.
Setelah beberapa menit. Luciana pun selesai mandi, dan langsung mengenakan pakaian seperti biasanya. Setelah itu, ia langsung turun ke bawah, dan menghampiri baby Bing.
"Mari sayang. Mami sudah selesai. Yuk," ujar Luciana, dan ia langsung menggandeng tangan baby Bing, lalu keluar bersama.
Merekapun masuk ke dalam mobil, dan berangkat menuju sekolah baby Bing. Di perjalanan, "bagaimana dengan pelajaran kamu sayang. Apa menurut kamu menyenangkan, atau membosankan?" tanya Luciana yang memangku baby Bing.
"Seru kok ma. Bing malah lebih suka berada di sekolah. Karena di sekolah banyak teman, dan kami bisa bermain bersama ma." Jawab baby Bing sambil tersenyum.
"Ouh. Dan bagaimana dengan tugasnya sayang. Apa kamu ada tugas dari bu guru hari ini?" tanya Luciana kembali.
"Ada ma. Tugas menceritakan tentang keluarga masing-masing." Jawab baby Bing dengan bahagia.
"Wah, seru banget sepertinya. Mami jadi ingin bersekolah lagi. Hahahah." Tertawa.
"Kalau mami mau berada di sekolah baby Bing. Mending mami jadi gurunya saja. Biar mami selalu ketemu Bing." Jawab Bing ikut tertawa tipis.
"Kamu bisa aja sih sayang. Menggemaskan." Mencubit kedua pipi baby Bing.
Sesampainya di sekolah baby Bing. Mereka berdua langsung turun dari mobil. Dan baby Bing memeluk Luciana. Luciana pun juga memeluk baby Bing dengan hangat. "Belajar yang baik ya sayang. Biar kamu menjadi orang yang sukses. Dan jangan kebanyakan bermain, lalu jangan lupa di makan bekalnya sayang." Ucap Luciana sambil merapikan pakaian baby Bing.
"Iya mami sayang. Kalau begitu, Bing masuk ke kelas dulu ya mami." Mencium pipi Luciana, dan langsung melambaikan tangannya.
Luciana pun ikut melambaikan tangannya, dan baby Bing sudah masuk ke dalam kelasnya. Setelah itu, Luciana kembali masuk ke dalam mobil, dan menyuruh supir untuk berangkat menuju perusahaan Queen Dress.
__ADS_1
Segera supir langsung berangkat menuju perusahaan Queen Dress. Di perjalanan, tiba tiba saja ponsel Luciana berdering, dan ia langsung mengambilnya untuk mengecek, siapa yang menghubunginya. Dan yang menghubunginya adalah Rose. Luciana pun langsung mengangkatnya.
"Halo Rose. Ada apa?" tanya Luciana, sambil menyilangkan kakinya.
"Begini nyonya. Saya sudah menemukan data-data wanita yang bernama Kirani itu nyonya. Apa nyonya mau melihatnya saat di perusahaan nanti, atau saya kirim langsung lewat ponsel nyonya." Jawab Rose sekaligus bertanya.
"Ouh, cepat juga kamu menemukan data wanita itu. Kalau begitu, langsung kirim saja lewat pesan. Soalnya saya mau ke Perusahaan Queen Dress dulu. Karena ada beberapa hal yang mau saya urus di sana." Jawab Luciana.
"Baik nyonya. Kalau begitu, akan langsung saya kirimkan nyonya. Maaf mengganggu waktu nyonya, saya tutup telponnya." Ujar Rose langsung mematikan ponselnya.
Rose pun langsung mengirimkan data Kirani ke ponsel Luciana. Dan data tersebut sudah terkirim. Luciana pun segera mengeceknya dengan fokus.
"Nama Kirani, bersekolah di Universitas Can Bagaria. Dan ia di kenal sebagai ratu di Universitas tersebut karena prestasinya. Wow, dia benar benar wanita yang hebat. Pantas saja Leonathan dan Kirani bisa berpacaran." Ucap Luciana.
Data tersebut berisikan tentang berita Kirani di Universitas tersebut, dan lain sebagainya. Isi berita tersebut, "Kirani adalah wanita yang tergila-gila dengan Leonathan. Bahkan ia rela melakukan apapun demi mendapatkan Leonathan. Hingga akhirnya mereka menjadi pasangan yang begitu dekat." Isi berita tersebut.
Sontak Luciana tersenyum tipis, "wow, dia bahkan rela melakukan apapun demi Leonathan. Hebat banget dia. Apa sekarang dia berubah?" bertanya tanya Luciana.
Sesampainya di Perusahaan Queen Dress, "nyonya, kita sudah sampai di perusahaan." Ucap supir tersebut.
"Ouh, iya pak. Makasih banyak," langsung turun dari mobil, dan masuk ke dalam perusahaan.
Di dalam perusahaan, semuanya langsung membungkukkan badannya kepada Luciana. "Salam bu bos," ucap semua karyawan yang ada.
"Di mana Delisa?" tanya Luciana kepada salah satu karyawan.
__ADS_1
"Manager Delisa ada di kantin bu bos." Jawab karyawan tersebut.
"Kalau nanti dia sudah kembali dari kantin. Suruh dia ke ruangan saya, karena ada hal yang mau saya katakan kepadanya. Kalau begitu, saya mau ke ruangan dulu." Ujar Luciana langsung menuju ruang kerjanya.
Di ruang kerja. Luciana pun langsung duduk, dan membuka laptopnya sendiri. Ia melihat perkembangan Perusahaan Queen Dress, dan beberapa masukan.
Setelah beberapa menit menunggu. Delisa pun datang ke ruang kerja Luciana, dan ia langsung menundukkan kepalanya di hadapan Luciana.
"Salam bu bos. Ada hal apa memanggil saya bu bos?" tanya Delisa dengan sopan.
"Jadi begini Delisa. Saya memanggil kamu, karena ada beberapa hal yang mau saya katakan dan pertanyakan kepada kamu. Bagaimana dengan perkembangan perusahaan ini, dan berapa saja pengeluaran yang di keluarkan dadi Perusahaan Queen Dress. Apa semua berjalan dengan baik?" tanya Luciana dengan jelas, dan melipat kedua tangannya.
"Semua berkasnya ada di meja saya bu bos. Saya ambil dulu boleh bu bos." Meminta izin Delisa.
"Ambillah, dan jangan lama. Cepat," jawab Luciana, dan Delisa langsung mengambil berkas-berkas tersebut yang ada di mejanya.
Setelah mengambilnya. Delisa pun langsung menuju ruang kerja Luciana kembali, dan Delisa pun meletakkannya di atas meja Luciana, sesuai perintah Luciana.
"Ini semua berkas tentang perkembangan perusahaan ini bu bos. Dari pemasukan dan pengeluaran." Jawab Delisa.
Luciana pun mengambil berkas yang paling atas, dan mulai membacanya dengan baik. Berkas tersebut adalah berkas pemasukan busana yang mereka hasilkan. "Pemasukan kita sangat stabil, dan melewati rekor pemasukan yang sebenarnya. Berapa busana yang sudah di ambil dari brand yang kita percaya?" tanya Luciana kembali, dan melihat berkas pengeluaran.
"Kalau di hitung. Mungkin ada 200 busana berlapis perak dan emas yang sudah terjual habis. Dan brand yang sering mengambil di perusahaan kita adalah Brand Celine bu bos. Bahkan mereka sedang memesan busana yang bertemakan laut. Sekarang sedang proses penjahitan." Jawab Delisa dengan jelas.
Luciana pun melihat berkas pengeluaran tersebut, dan pengeluaran tersebut hanya sedikit. "Pengeluaran juga sangat sedikit. Kalau bisa, gunakan bahan yang berkualitas. Agar brand yang percaya kepada kita, tidak kecewa, dan terus berada di pihak kita. Kamu paham kan. Dan omong-omong, di mana direktur?" tanya Luciana kembali, dan mengembalikan berkas tersebut kepada Delisa.
__ADS_1