Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 58: Diundur


__ADS_3

Sesampai rumah. Leonathan melihat ke belakang, dan ternyata baby Bing dan Luciana sudah tidur. "Mereka tidur tuan, bagaimana?." Tanya pak supir kepada Leonathan.


"Kamu bantu saya. Kamu gendong anak saya, dan saya yang gendong istri saya." Jawab Leonathan langsung keluar dari mobil dan membuka pintu kedua, untuk menggendong Luciana.


Leonathan pun langsung menggendong Luciana, dan supir pribadinya menggendong baby Bing.


Merekapun langsung masuk bersamaan. "Salam tuan. Eh, kenapa dengan nyonya dan tuan Bing?." Tanya pelayan yang ada.


"Mereka ketiduran karena kelelahan. Oh ya bi, jangan lupa untuk membuatkan makan malam. Saya mau mengantarkan istri saya ke kamar dulu." Jawab Leonathan langsung naik ke tangga, dan langsung masuk ke dalam kamar.


Leonathan pun meletakkan Luciana di atas tempat tidur, dan duduk di sampingnya.


"Saat tidur saja, wajahnya sangat cantik. Eh, apa yang kau katakan sih Leonathan. Kau harus pergi dari sini." Ucap batin Leonathan, mau pergi, tapi tangannya ditahan oleh Luciana.


Sontak Leonathan menatapnya. "Jangan pergi sayang." Mengigo Luciana langsung memeluk pinggang Leonathan dan menggelengkannya.


Leonathan pun kembali menutupi wajahnya yang memerah. "Wanita ini, benar benar membuatku kehilangan akal." Kata hati Leonathan, langsung melepaskan tangan Luciana dan kembali meletakkannya di atas tempat tidur, lalu menyelimutinya.


Leonathan pun langsung keluar dari kamar pribadi mereka berdua. Dan Leonathan turun ke ruang tamu.


"Baby Bing sudah saya letakkan di kamarnya tuan." Memberitahukan supirnya.


"Baguslah pak. Kalau begitu, mari kita langsung kembali ke perusahaan." Ujar Leonathan keluar dari kamarnya, dan berangkat menuju perusahaan.


Malam pun tiba. Dimana Luciana baru bangun, karena kelelahan. "Hua." Ucapnya langsung duduk, dan meregangkan badannya.


"Jam berapa ini?" bertanya tanya, sambil melihat ponselnya.


"Eh, sudah malam. Astaga, berarti tadi aku ketiduran deh. Dan yang menggendongku kemari pasti Leonathan dong. Argh, akhirnya dia mau menyentuhku, walaupun aku tidak sadar sih. Hahahah, menggemaskan." Bahagia Luciana langsung masuk ke kamar mandi.


Selesai mandi. Luciana sudah mengenakan pakaian tidur, yang cukup seksi. Dan ia langsung turun ke bawah, untuk makan malam.


"Halo bi, dimana Bing?." Tanya Luciana langsung duduk di kursinya.

__ADS_1


"Mungkin tuan Bing masih tidur nyonya, karena kelelahan tadi. Dan saya tanyakan kepada tuan Leonathan tadi, kenapa nyonya dan tuan Bing tidur. Tuan Leonathan jawab, kalau nyonya dan tuan Bing kelelahan. Jadi tuan menggendong nyonya deh, sampai ke tempat tidur." Jawab pelayan yang cukup tua, sehingga di panggil bibi, sambil tersenyum tipis.


"Berarti benar dugaanku. Ternyata Leonathan benar benar menggendongku. Argh, aku salting mak." Kata hati Luciana, dan wajahnya berbunga bunga.


"Kalau begitu, saya mau panggil Bing dulu ya bi." Ucap Luciana kembali berdiri, dan berjalan menuju kamar baby Bing.


"Baik nyonya," jawabnya sambil membungkukkan badannya.


Di kamar baby Bing, Luciana pun langsung masuk ke dalam. "Sayang, kamu masih tidur?." Tanya Luciana dengan lembut.


"Eh, mami. Ada apa mi." Jawab baby Bing yang sudah bangun, dan sedang mengerjakan tugas sekolahnya.


Luciana menghampirinya, dan duduk disampingnya. "Mami mau mengajak kamu makan malam. Ini sudah jam makan malam sayang." Jawab Luciana sambil mengelus rambut baby Bing.


"Tunggu dulu deh mi. Bing harus menyelesaikan tugas Bing dulu. Nanti Bing kena marah papi lagi, karena belum mengerjakan tugas sekolah ini." Ucap baby Bing sangat takut kalau Leonathan marah.


"Yaudah deh, mami tungguin kamu di sini deh. Oh ya sayang, kenapa papi kamu itu jahat banget sama kamu." Tanya Luciana sambil berbaring di tempat tidur baby Bing.


"Ouh ya mi, sebelum itu, panggil aku pakai nama Bing aja deh. Gak usah pakai baby Bing. Bisa kan mi." Ujar baby Bing sambil mencatat tugas sekolahnya.


"Iya juga sih mi. Hahahahh, aku lebih suka kalau mami panggil Bing dengan sebutan itu. Makasih banyak mi." Bahagia baby Bing, kembali mengerjakan tugas sekolahnya.


Disisi lain. Leonathan baru pulang dari pekerjaannya, dan langsung masuk ke dalam rumah.


"Salam tuan." Salam semua pelayan yang ada.


"Dimana Luciana dan baby Bing bi?." Tanya Leonathan langsung duduk di sofa ruang tamu.


"Nyonya sedang di kamar tuan Bing, katanya mau membangunkan tuan Bing." Jawab bibi.


"Baiklah, kalau begitu saya mau masuk kamar dulu. Siapkan susu hangat untuk saya bi." Perintah Leonathan kembali berdiri.


"Siap tuan," membungkukkan badannya dan kembali ke dapur.

__ADS_1


Leonathan pun langsung masuk ke dalam kamarnya, dan bergegas mandi. Selesai mandi, Leonathan pun mengenakan pakaian tidur juga, dan langsung turun ke bawah.


"Kenapa mereka belum keluar juga. Aku harus mengeceknya." Ucap batin Leonathan menuju kamar baby Bing.


Sesampainya, Leonathan langsung masuk ke dalam. Dan saat di dalam, ia melihat Luciana sedang membantu baby Bing untuk mengerjakan tugas sekolahnya.


"Ini ditambah ini sayang, jadinya segini sayang mami." Bahagia, sambil mengerjakannya bersama baby Bing.


"Ehem," ucap Leonathan.


Sontak Luciana dan baby Bing langsung berbalik badan. "Eh, sayang. Kenapa kamu ada di sini?." Tanya Luciana langsung berdiri, dan menghampiri Leonathan.


"Kenapa kalian lama banget di sini. Mari makan malam, karena ini sudah waktunya." Jawab Leonathan kembali dingin di depan mereka berdua.


"Apa kamu sudah selesai mengerjakan tugas sekolah mu?." Tanya Leonathan kepada baby Bing.


"Sudah pi. Kalau begitu, mari kita makan malam sekarang." Jawab baby Bing, dan mereka langsung keluar bersama.


Dan merekapun langsung ke meja makan, untuk makan malam bersama. Merekapun langsung duduk di kursinya masing masing.


Saat Leonathan sedang makan. Tiba tiba saja ponselnya berdering, dan Leonathan langsung mengangkatnya.


"Halo Stefan, ada apa?." Tanya Leonathan.


"Ini tuan, baru saja saya mendapatkan kabar. Kalau perusahaan kita akan bekerjasama dengan Perusahaan Perak, perusahaan terbesar di kota ini juga. Dan mereka akan datang 5 hari lagi tuan. Ini akan sangat bagus untuk perusahaan kita tuan." Jawab Stefan menjelaskannya.


"5 Hari lagi kami akan bulan madu juga. Bagaimana ini." Kebingungan Leonathan.


"Siapa sayang, kelihatannya kamu kebingungan gitu?." Tanya Luciana kepada Leonathan.


"Ini, ada yang mau bekerjasama dengan perusahaan kami, dan katanya mereka akan datang pada saat bulan madu juga nanti. Bagaimana ini." Jawab Leonathan sekaligus bertanya kepada Luciana.


"Ehm, soal itu. Kamu undur saja bulan madu kita. Karena kerjasama itu lebih penting. Kalau soal bulan madu, itu gampang sayang. Kamu undur saja, dan nanti kita tentuin bareng, tanggal yang tepat untuk bulan madu kita." Jawab Luciana sambil tersenyum.

__ADS_1


"Baiklah." Ucap Leonathan, mengikuti perintah Luciana.


"Kalau begitu


__ADS_2