
Suster pun langsung masuk ke dalam, sambil membawa catatan kemarin, "pagi pak" sapa suster tersebut sambil tersenyum.
"Pagi juga. Bagaimana dengan keadaan istri saya?" tanya Leonathan langsung berdiri dan mengelus kening Luciana kembali.
"Istri anda semakin membaik pak, jadi anda tidak perlu khawatir lagi. Anda hanya perlu merawatnya dengan baik pak," jawab suster tersebut sambil tersenyum.
"Baiklah kalau begitu suster. Terima kasih banyak," ujar Leonathan dan suster tersebut langsung keluar dari ruang IGD.
Leonathan pun langsung mengelus kening Luciana kembali, "sadarlah kamu sayang. Kamu gak kasihan lihat aku nangis terus. Aku gak tega lihat kamu kayak gini sayang," ujar Leonathan menahan air matanya kembali dan mengelus tangan Luciana.
Tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu ruangan kembali dan Leonathan menatap arah pintu tersebut, "masuk" ucap Leonathan dan yang masuk adalah pak Stefan.
"Eh, pak Stefan, ada apa ke mari?" tanya Leonathan langsung berdiri.
"Saya mau mengabari soal penculikan nyonya Luciana. Semuanya sudah ditangkap dan Kirani juga sudah ditangkap bersama anak buahnya yang lain," jawab pak Stefan dengan jelas.
"Sekarang dia ada di mana?" tanya Leonathan kembali sambil memasang wajah serius.
"Tentunya mereka ada di kantor polisi sekarang pak. Apa bapak mau datang ke kantor polisi?" jawab pak Stefan sekaligus bertanya.
"Tentu saja. Sebelum itu, saya mau memanggil suster untuk menjaga istri saya. Kalau begitu, kamu tunggulah di depan rumah sakit, saya akan keluar nanti," ucap Leonathan dan pak Stefan langsung keluar dari ruangan tersebut.
"Kali ini, aku tidak akan membiarkanmu Kirani. Kau yang sudah membuat istriku terluka seperti ini," ucap batin Leonathan mengepalkan kedua tangannya.
__ADS_1
Setelah memerintahkan suster untuk menjaga Luciana. Leonathan dan Stefan langsung berangkat menuju kantor polisi.
Sesampainya di kantor polisi. Merekapun langsung turun dari mobil dan mereka berdua masuk ke dalam kantor polisi tersebut. Di dalam kantor polisi tersebut, ternyata sudah ada polisi yang sedang menanyakan beberapa pertanyaan kepada para pelaku.
"Pagi pak," ucap Leonathan kepada polisi tersebut.
Polisi dan para pelaku termasuk Kirani langsung menatap ke arah Leonathan, "Leonathan sayang," ujar Kirani langsung memeluk Leonathan.
"Jangan mendekat!" tegas Leonathan langsung mendorong Kirani hingga jatuh.
"Kenapa kamu mendorongku. Kamu kan suami aku, masa kamu seperti ini sih sayang," berhalusinasi Kirani dan ia kembali berdiri dan terus tersenyum kepada Leonathan.
"Kamu pasti mau mengeluarkan aku dari penjara ini kan. Kan kamu suami aku, benar begitu kan sayang," ucap Kirani hendak mendekati Leonathan kembali, tapi Kirani langsung ditahan oleh polisi lainnya.
"Pak, bagaimana dengan semua pelaku. Apa semua sudah ditangkap pak?" tanya Leonathan langsung duduk dihadapan polisi tersebut.
"Maka sebab itu, kami akan membawa nona Kirani ke rumah sakit jiwa dulu, untuk melakukan pemeriksaan, apakah ia benar-benar sakit jiwa atau hanya dibuat-buat saja," ucap polisi tersebut.
"Baiklah pak, lakukan dengan sebaik mungkin dan berikan hukuman yang seberat-beratnya kepada mereka semua. Karena mereka hampir mengambil nyawa istri saya. Saya minta kerja samanya pak," ujar Leonathan berjabat tangan dengan polisi tersebut dan ia kembali berdiri, lalu menatap wajah Kirani yang terus memandanginya.
"Kau akan mati dipenjara. Kau akan dihukum atas apa yang kau lakukan Kirani. Kau bukanlah Kirani yang aku kenal baik dan suka menolong. Sekarang kau adalah pembunuh," bisik Leonathan ditelinga Kirani dan ia langsung keluar dari kantor polisi.
"Ini semua karena kau Leonathan, karena aku mencintaimu. Andai kau peka terhadap perasaanku, mungkin saja aku tidak akan melakukan semua ini. Ini semua karena istrimu itu, aku membencimu dan membenci istrimu itu. Aku membenci kalian semuaaa!" teriak Kirani hingga menangis dan masih terus ditahan oleh polisi lainnya.
__ADS_1
Di luar kantor polisi, Leonathan menghela napas panjang dan menatap langit, "semoga setelah ini, tidak akan ada lagi masalah yang datang kepada kami. Aku hanya ingin ketenangan bersama keluargaku," ucap batin Leonathan langsung masuk ke dalam mobil bersama pak Stefan.
Di perjalanan, tiba-tiba saja ponsel Leonathan berdering dan itu adalah panggilan dari Alvino. Leonathan pun langsung mengangkatnya, "halo, ada apa?" tanya Leonathan.
"Bagaimana dengan kak Luciana. Apa kak Luciana sudah ditemukan?" tanya balik Alvino.
"Kakakmu sudah ditemukan dan dia sudah dirawat di rumah sakit sekarang. Hanya saja dia belum sadar, akibat pengobatan yang cukup rumit kemarin. Omong-omong, kau di mana sekarang?" jawab Leonathan sekaligus bertanya.
"Saya lagi ada di rumahmu Kakak ipar dan aku bersama Bing juga," jawab Alvino.
"Baiklah. Kalau begitu, jangan katakan yang membuat Bing sedih. Saya tidak mau kalau dia mengetahui hal ini, itu akan membuatnya sedih. Kalau begitu, datanglah ke rumah sakit nanti, jika kau ada waktu. Sampai jumpa nanti," ucap Leonathan langsung mematikan telepon tersebut.
Disisi lain, "apa yang terjadi dengan Mami om?" tanya baby Bing sambil menaikkan alisnya dan menatap wajah Alvino.
"Eh, mami kamu baik-baik saja kok sayang. Mending sekarang kita ke sekolah sekarang, biar Om yang anterin, yuk," jawab Alvino dan mereka berdua langsung keluar dari rumah bersamaan.
Kembali ke Leonathan, di mana sampailah Leonathan di rumah sakit dan ia langsung turun dari mobil bersama pak Stefan, "pak Stefan ke perusahaan saja, saya serahkan pekerjaan perusahaan kepada anda. Saya mau fokus menjaga istri saya dulu," memberitahukan.
"Aman tuan. Kalau begitu, saya permisi dulu dan sampai jumpa nanti," menundukkan kepalanya dan langsung pergi dari rumah sakit dengan mobil tersebut.
Leonathan pun langsung masuk ke dalam dan bergegas menuju ruang IGD. Sesampainya di ruang IGD, ia pun masuk ke dalam ruangan tersebut. Di dalam ruangan, ternyata Luciana sedang minum air putih dan ia dibantu oleh suster untuk meminumnya, "Sayang, kamu sadar juga" bahagia Leonathan langsung menghampiri Luciana dan memeluk Luciana dengan erat.
Sontak Luciana kaget dan menelan air putih yang masih ada dimulutnya, "ada apa dengan kamu. Seperti tidak pernah bertemu saja, sampai seperti ini," ucap Luciana yang sedikit bingung dengan Leonathan dan Luciana pun mengelus punggung Leonathan dengan lembut.
__ADS_1
"Bagaimana aku tidak bahagia. Akhirnya kamu sadar juga, setelah kejadian kemarin malam. Apa ada yang sakit lagi?" jawab Leonathan sekaligus bertanya dan terus menatap wajah Luciana.
"Aku