Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 91: Traktir Dan Permainan


__ADS_3

Leonathan melihat ke paha Luciana, yang begitu putih. Kebetulan Luciana mengenakan piyama yang celananya, hanya sampai paha saja.


"Rasanya aku ingin sekali memegang pahanya yang putih dan lembut itu. Padahal kami sudah sepasang suami istri. Tapi tetap saja, aku tidak berani memegangnya. Kalau tidak atas izinnya. Bisa bisa aku dibilang mesum lagi olehnya." Ucap batin Leonathan.


Luciana melihat Leonathan yang memalingkan wajahnya, dan melihat ke arah paha Luciana kembali. "Pria ini. Dia masih saja malu malu. Tapi kalau melihatnya seperti ini. Justru menggemaskan." Ucap batin Luciana.


Luciana pun meraih tangan kiri Leonathan, dan meletakannya diatas pahanya. Sontak Leonathan kaget, dan menatap wajah Luciana.


"Apa yang kamu lakukan?" tanyanya.


"Sudahlah. Lagian kita ini kan sudah sepasang suami istri. Kalau kamu mau melakukan hal apapun itu kepadaku. Lakukan saja. Kita ini kan sudah sepasang suami istri. Jadi jangan malu malu, dan katakan kepadaku. Jika kamu membutuhkan sesuatu." Jawab Luciana sambil tersenyum, dan kembali memasangkan dasi tersebut.


Leonathan pun memegang paha Luciana dengan lembut, "pahanya begitu lembut. Ternyata dia peka kepadaku. Tidak salah lagi, aku benar benar mencintainya." Ucap batin Leonathan tersenyum tipis.


"Selesai. Kalau begitu, kamu bisa pergi bekerja sekarang. Dan hati hatilah di jalan sayang." Mengecup kening Leonathan dan langsung berdiri.


"Dia benar benar seksi," ucap batin Leonathan kembali tersenyum tipis, dan pipinya kembali memerah.


"Aku pergi dulu," ucap Leonathan langsung keluar dari kamar.


Setelah Leonathan pergi. Luciana pun langsung melompat ke atas tempat tidur, sambil menutupi wajahnya yang ikut memerah.


"Aku ingin sekali melahapnya. Dia benar benar membuatku gila." Salting Luciana, sambil berguling guling di tempat tidur.


"Oh ya. Lebih baik aku ke perusahaan saja, dan mengajak mereka untuk makan malam bersama. Atas kesuksesan fashion week di London. Aku harus menjadi bos yang baik bagi mereka semua." Langsung mandi.


Selesai mandi, dan sudah mengenakan pakaian rapi. Luciana pun langsung menyandangkan tasnya, dan keluar dari kamar.


Luciana pun turun ke bawah, dan menuju meja makan. "Bi, apa Bing sudah pergi." Tanya Luciana langsung duduk, dan meminum susu hangat yang telah dibuatkan untuknya.

__ADS_1


"Baru saja pergi nyonya. Dan tuan Bing kirim salam untuk anda juga nyonya." Jawab bibi tersebut.


Luciana pun langsung memakan sarapan roti panggang, bersama susu hangat. "Ouh ya bi. Nanti malam aku tidak pulang, karena mau ada acara makan malam bersama, dengan karyawan perusahaanku bi. Jadi, kalau Leonathan bertanya. Bilang saja aku pergi ya bi." Ucap Luciana, sambil mengunyah roti panggang tersebut.


"Baik nyonya,"


Selesai sarapan. Luciana pun langsung keluar dari rumah, dan berangkat menuju Perusahaan Princess Gown, dengan supir pribadinya.


"Menuju Perusahaan Princess Gown," perintah Luciana kepada supirnya.


"Baik nyonya"


Sesampainya di Perusahaan Princess Gown. Luciana pun turun dari mobilnya, dan langsung masuk ke dalam perusahaan.


"Salam bu bos," sapa semua karyawan dengan bahagia.


"Saya sudah baik baik saja. Dan semuanya tolong berkumpul. Cepat." Perintah Luciana kepada semua karyawannya.


Semua karyawannya pun langsung berkumpul, termasuk Gista. "Ada apa bu bos. Apa ada kabar baik?" tanya salah satu karyawan.


"Tentu. Ini kabar baik untuk kita semua. Saya mau mentraktir kalian makan malam bersama. Untuk merayakan atas keberhasilan fashion week di London." Jawab Luciana ikut bahagia.


"Wah, benarkah itu bu bos. Wah, bu bos benar benar baik. Tidak sia sia kerja keras kami selama ini. Akhirnya kita bisa makan makan bersama. Sebelumnya, saat belum bu bos Luciana yang menjadi bos perusahaan ini. Kita tidak pernah ditraktir kan. Bahkan kita sering disuruh lembur." Membisikkan Gista.


"Sudahlah. Kalau begitu, jangan lupa untuk nanti malam. Dan lokasinya akan diberitahukan oleh Rose. Kalau begitu, saya mau langsung ke ruangan saya. Selamat bekerja semuanya." Kembali tersenyum, dan menuju ruang kerjanya.


"Baik bu bos," kembali membungkukkan badannya, dan berdiri tegap kembali.


"Sial. Wanita itu mau membuatku direndahkan di perusahaan ini. Semua rencanaku gagal. Argh." Ucap batin Gista marah.

__ADS_1


Disisi lain. Di ruang kerja Luciana. Luciana pun langsung duduk di kursinya, dan langsung melipat kedua tangannya.


"Apa informasi?" tanya Luciana kepada Rose yang berdiri dihadapannya.


"Jadi begini nyonya. Ada hal yang harus saya sampaikan kepada nyonya." Ucap Rose sambil memegang berkas.


"Katakan saja. Kalaupun itu buruk. Tetap harus sampaikan kepada saya. Apa itu?" tanya Luciana kembali dengan ekspresi serius.


"Saat nyonya koma. Dan pada hari dimana kami akan melakukan fashion week di London. Kami sedang menyiapkan beberapa barang yang akan kami bawa untuk ke London. Tentunya gaun yang akan kami pamerkan di sana."


"Saat saya mau mengambil gaun yang ketinggalan di ruang busana. Saya melihat Gista di dalam ruang busana tersebut nyonya. Dan saat saya mengintip dari luar. Saya melihat kalau Gista merusak gaun yang akan kita bawa untuk fashion week."


"Untung saja saya mengambil beberapa foto dan video. Untuk menunjukkannya kepada nyonya. Ini nyonya." Memberikan ponselnya, dan memberikan berkas tersebut. Dimana di dalam berkas tersebut, ada beberapa foto Gista, yang menuangkan bercak merah ke gaun desain Luciana.


Luciana pun melihat video yang diambil oleh Rose secara diam diam. "Habislah kamu Luciana. Fashion week mu akan hancur. Dan kau sedang koma kan. Aku berharap, kalau kau mati, dan dengan kau mati. Aku bisa menggantikanmu, sebagai nyonya Leonathan. Matilah kamu Luciana." Ucap Gista di dalam video tersebut.


"Di dalam video tersebut, Gista juga mengatakan. Kalau dialah yang mengambil gaun berlian yang kita cari nyonya. Dan pria yang memukul nyonya waktu itu. Dia memang Erland, dan yang menyuruhnya adalah Gista juga nyonya. Apa yang akan kita lakukan selanjutnya." Ucap Rose menjelaskannya secara detail. Dan sudah mengetahui semuanya, karena ia diam diam mencari tahu hal hal yang mencurigakan.


Luciana pun mengembalikan ponsel Rose, dan melihat berkas yang dibawa oleh Rose. Di dalamnya banyak foto foto Gista ingin melakukan kejahatan kepada dirinya.


"Kita ikuti saja dulu permainannya. Kita lihat saja. Rencana apalagi yang akan dia buat, untukku, dan perusahaan ini." Jawab Luciana sambil memiringkan bibirnya.


"Panggilkan dia sekarang," perintah Luciana kepada Rose.


"Baik nyonya," langsung keluar dari ruang Luciana.


Luciana pun memasukkan berkas yang diberikan oleh Rose, ke dalam tasnya. Dan kembali melipat kedua tangannya, sambil mengayunkan kakinya.


"Aku tidak akan diam saja Gista. Kau mau bermain main denganku. Baiklah, aku akan ikut ke dalam permainanmu. Yang indah ini." Tersenyum kembali, dan menyipitkan matanya.

__ADS_1


__ADS_2